Lensa Darbi
Showing posts with label Kajian Tematik. Show all posts
Showing posts with label Kajian Tematik. Show all posts

Monday, October 18, 2010

"Happening Art"

SDIT Darul Abidin - Depok.
Pembaca yang budiman, kegiatan dibawah ini adalah salah satu kegiatan siswa-siswi kelas dua SDIT Darul Abidin dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum tematik. Bapak dan Ibu guru yang penuh dengan keseriusan dan persiapan matang melaksanakan tugas mengajar, dan mendidik siswa-siswi dengan penuh tanggung jawab. Kali ini di hari Senin, bertemakan "Happening Art". Selamat menyimak....

Web 3: Happening Art
Tema kegiatan sehari-hari

Scene 1: Kegiatan pagi hari (IPA: Kegunaan Benda)
Hari Senin, Didi bangun pukul 05.00 pagi. Didi segera merapikan tempat tidurnya, mandi pagi, dan sholat subuh. Kemudian Didi menyiapkan
perlengkapan sekolah, seperti pensil, buku tulis, penggaris, buku pelajaran, dan tugas dari guru yaitu membawa foto kenangan. Sebelum berangkat sekolah. Didi sarapan pagi bersama
ayah, ibu, dan UUn.
Ibu: "Ayo, sarapan.....!

Scene 2: perjalanan ke sekolah (Math: soal cerita)
Saat menuju sekolah, Didi dan Uun melihat ada penjual mangga. Penjual mangga itu membawa 2 keranjang mangga. Salah satu keranjang berisi 352 buah mangga dan keranjang lainnya berisi 128 buah mangga. Berapa ya jumlah seluruh mangga yang dijual?. Tidak lama kemudian, ibu Titin membeli mangga sebanyak 74 buah. Berapakah mangga yang masih tersisa?.

Scene 3: Di sekolah (IPS: Barang Kenangan)
Ketika belajar, bu. guru menanyakan tugas yang dibawa anak-anak, yaitu foto kenangan. Ibu guru meminta Didi untuk menceritakan kenangan tersebut. Setelah selesai membahas foto kenangan, bel pun berbunyi. Didi dan teman-teman pulang ke rumah masing-masing.

Scene 4: Di rumah (english)
Setelah di rumah, Didi dan adiknya, Uun, beristirahat tidur siang. Malam harinya, Didi dan Uun makan malam bersama keluarga. Sambil makan malam, mereka bercakap-cakap menggunakan bahasa inggris.

Uun          : "What are you doing, Didi?"
Didi          : "I am eating chicken soup, and what about you, Uun?"
Uun          : "I am eating an egg and drinking an orange juice."
Dad          : "Didi and Uun, look at the floor, Whaat is the cat doing?"
Didi          : "Oh,, the cat is sleeping"
Ibu           : "Okay,let's finish our dinner".
Didi & Uun : "Yes, mam...."
Uun          : "I feel sleepy after eating. May I go to my bedroom ?"
Didi, Dad, Mom: "You may, Good night..."

Akhirnya, Didi dan Uun pergi ke kamar masing-masing. Mereka beristirahat sampai sholat shubuh. Setelah itu merekapun melanjutkan kegiatan sehari-hari seperti biasanya.mr

Monday, October 04, 2010

Selamat Hari Guru Sedunia

Besok, 5 Oktober adalah tanggal dimana hari GURU sedunia ditetapkan, Dalam kaitannya dengan peringatan Hari Guru ini saya teringat dengan tulisan Steve Brunkhorst yang berjudul The Teachers I Will Always Remember (http://www.goal-setting-guide.com/articles/inspirational/InspiringValuesofTeachers.html) yang saya sadur berikut ini. Kita semua ingat guru yang spesial—orang yang tidak hanya mengajarkan kita, tetapi juga mengilhami dan mengubah hidup kita. William Arthur Ward pernah berujar “Guru yang biasa-biasa saja memberitahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang unggul mendemonstrasikan. Guru yang istimewa mengilhami.” Berikut adalah lima hal penting yang dilakukan para guru yang tidak terlupakan.
• Pertama, mereka mengajarkan arti penting belajar dan pengetahuan. Guru seperti ini sangat antusias mengenai pelajaran yang mereka ampu. Namun, mereka tidak sekadar memberikan pengetahuan. Mereka menunjukkan bagaimana belajar dapat meningkatkan kreativitas, menggugah minat, dan menguak bakat. Mereka menanamkan rasa ingin tahu dalam diri peserta didik dan mematri keinginan yang tak pernah pupus untuk terus belajar.
• Kedua, mereka mengajarkan nilai-nilai kehormatan. Mereka memperlakukan orang lain dengan sikap hormat yang tulus. Mereka menjelaskan betapa kata-kata yang baik, dan adakalanya diam, dapat mencegah timbulnya pertikaian yang menyakitkan dan dapat mengubah musuh menjadi teman. Mereka mengajarkan pentingnya sikap hormat bagi masyarakat dan juga bagi individu.
• Ketiga, mereka mengajarkan pentingnya integritas. Mereka menunjukkan empati terhadap mereka yang sedang sakit atau mengalami musibah. Mereka akan berusaha keras untuk dapat memberikan bantuan. Etika mereka mengilhami para murid untuk berani menghadapi tantangan kehidupan dan melakukannya dengan penuh kejujuran, kehormatan, dan harkat diri.
• Keempat, mereka mengajarkan tanggung jawab. Mereka mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung konsekuensi dan orang yang melakukannya bertanggung jawab atas pilihan tindakannya. Mereka menekankan untuk tidak gampang menyalahkan orang lain. Mereka mengajarkan bahwa setiap murid akhirnya bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan dampaknya bagi kehidupan mereka di kemudian hari.
• Kelima, mereka mengajarkan pentingnya keteguhan hati dan kesabaran. Mereka mengajarkan bahwa pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Mereka bercerita tentang masa-masa sulit yang mereka hadapi dan betapa Tuhan telah mengubah kesulitan itu menjadi berkah. Mereka mengajarkan murid mereka untuk tidak gampang menyerah. Mereka mengajarkan bahwa keyakinan adalah jaminan untuk hal-hal yang belum terwujud.

Tidak semua guru yang mengilhami ini mengajar dalam kelas formal. Boleh jadi pendidikan formal mereka pun belum memadai dan mungkin juga belum memperoleh sertifikat sebagai pendidik. Sebagian dari mereka boleh jadi masih mengajar dalam usia yang tidak muda lagi, tetapi pendidikan yang mereka berikan tidak ternilai harganya. Saya percaya bahwa hadiah paling berharga yang dapat kita berikan kepada anak-anak kita adalah nilai-nilai yang sama seperti yang dilakoni oleh para guru yang tak terlupakan itu. Nantinya, kitapun boleh berbesar hati dengan harapan bahwa anak-anak kita juga akan menjadi guru yang tak terlupakan, sekalipun mereka tidak berprofesi sebagai guru, dengan berbagi nilai-nilai yang mengilhami kebahagiaan dan keyakinan bagi generasi masa depan.

Saya ingin menutup catatan saya hari ini dengan lirik hymne guru yang berjudul Pahlawan Pembangun Insan Cendekia (judul semula Pahlawan Tanpa Tanda Jasa diciptakan oleh Sartono), yang dinyanyikan dengan sangat menyentuh hati.

"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S’bagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan pembangun insan cendekia"

Selamat Hari Guru Sedunia, kepada Seluruh Guru di Seisi dunia, juga kepada Bapak/Ibu Guru SIT Darul Abidin khususnya, semoga tambah berkah dan dalam petunjuk-Nya, hingga bukan hanya menjadi teladan tapi juga menjadi pencerah dan pendidik penghasil generasi terbaik. Amin.
Oleh Agus Dharma, SH, Ph.d
(Agus D’Willy, Mansur)

Friday, September 24, 2010

Praktek Science yang Menyenangkan

SDIT Darul Abidin - Depok
Jum'at, 15 Syawal 1431 H atau tepat pada tanggal 24 September 2010. Siswa kelas 3 SDIT Darul Abidin melaksanakan kegiatan praktek ilmu pengetahuan alam (IPA) dengan tema perubahan bentuk benda, dalam hal ini yakni  praktek benda padat ke benda cair. Bahan- bahan yang digunakan pada kegiatan ini adalah 
1. Coklat
2. Coklat Putih
3. Mentega Cair (Unsalt Butter)
4. Air

Adapun peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan adalah: kompor, panci besar, panci kecil, wadah coklat, sendok dan garpu. 

Langkah Kerja:
1. Pertama- tama nyalakan kompor, kemudian panaskan air hingga mendidih 
2. Setelah itu masukkan panci kecil sebagai tempat coklat dan mentega tawar, kemudian masukkan coklat dan mentega tawar ke panci kecil  (proses ini disebut: proses tim)
3. Panaskan coklat dan mentega tawar padat hingga berubah menjadi benda cair.
4. Setelah coklat mencair, masukkan coklat mencair tersebut ke dalam wadah coklat yang telah tersedia.
5. Simpan hingga coklat kembali mengering dan panasnya hilang. 

Setelah kegiatan tersebut, siswa kelas tiga (3) SDIT Darul Abidin mengisi worksheet yang telah disiapkan oleh ibu guru mereka, yakni Bu. Siska dan Bu. Neli. Kemudian mereka segera mencicipi coklat yang mereka buat. ehmmmm... Yummmy.... Senangnya belajar dengan praktek.

Semoga praktek ini bermanfaat dan menyenangkan yah..... mr

Thursday, August 05, 2010

Ramadhan Ceria

Ramadhan Di Babak Keempat Akhir Zaman

oleh Ustadz Ihsan Tandjung
Ramadhan Mubarok. Menjelang tibanya bulan Ramadhan, setiap orang beriman merasa berbahagia. Setiap pencinta al-khair (kebaikan) bersuka cita. Ada suasana penuh ketaatan dan kesucian yang sungguh dinantikan. Bukan rahasia lagi, bahwa sebagian besar ummat Islam mengalami perubahan penampilan bila sudah memasuki bulan penuh rahmat dan berkah Ilahi. Yang jarang muncul di masjid, tiba-tiba kita jumpai datang sholat ke masjid. Yang jarang membuka mushaf Al-Qur’an, sekonyong-konyong rajin tilawah. Muslimah yang tidak pernah menutup auratnya, mendadak tampil ber-jilbab. Subhaanallah.

Bahkan mereka yang biasa berbuat maksiat juga ”terpaksa” mengurangi perilaku tercelanya. Bukan karena ia sadar, tapi karena ada semacam keharusan untuk merahasiakan kemungkarannya. Ada kesungkanan untuk secara vulgar meneruskan dosanya. Sebut saja ada sejenis ”solidaritas” yang perlu ia tunjukkan di muka umum karena berada di dalam bulan suci. Ada semacam ketidak-leluasaan untuk meneruskan kemaksiatannya dibandingkan bila berada di bulan-bulan selain Ramadhan. Sungguh, bagi para penggemar kemaksiatan bulan Ramadhan merupakan bulan penuh siksaan batin dan penderitaan lahir. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Benarlah apa yang diucapkan Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam haditsnya berikut ini.
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaithan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-2 Neraka ditutup dan tak satupun yang dibuka dan pintu-2 surga dibuka dan tak satupun yang ditutup dan ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan, sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah (hindarilah).” (HR Tirmidzi)
Namun demikian, kita perlu menyadari bahwa keadaan dunia dewasa ini tidaklah sama dengan keadaannya di masa lalu. Sebut saja sepuluh, limapuluh apalagi seratus atau dua ratus tahun yang lalu. Hanya dalam beberapa tahun belakangan ini, secara cepat dunia telah mengalami penuaan mendadak. Dunia sudah tua renta. Ibarat seorang manula (manusia usia lanjut), dunia sudah berjalan membungkuk dengan menggunakan tongkat, rambutnya sudah banyak yang memutih beruban. Memang, semenjak limabelas abad yang lalu sewaktu diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ke muka bumi, dunia segera memasuki era Akhir Zaman. Mengapa? Karena Nabi Akhir Zaman telah diutus oleh Allah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam merupakan penutup rangkaian para Nabi utusan Allah yang diperuntukkan bagi penutup para ummat. Beliau merupakan Nabi Akhir Zaman untuk kita, Ummat Akhir Zaman.
Dalam sebuah hadits panjang riwayat Imam Ahmad, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskan ringkasan perjalanan sejarah Ummat Islam yang hidup di Akhir Zaman. Secara garis besar, beliau mengatakan bahwa bakal ada lima babak yang dilalui dalam sejarah ummat Islam di Akhir Zaman. Dari kelima babak tersebut kita telah menyaksikan tiga babak berlalu. Dan dewasa ini kita sedang menjalani babak keempat. Tinggal satu babak terakhir yang perlu disongsong kedatangannya.
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Akan berlangsung babak (1) An-Nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung babak (2) kekhalifahan menurut sistim kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung babak (3) kerajaan yang bengis selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung babak (4) pemerintahan yang menindas (diktator) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali babak (5) kekhalifahan menurut sistim kenabian. Kemudian beliau diam”.(HR Ahmad 17680)
Babak pertama dan kedua merupakan babak yang sangat ideal. Pada babak pertama ummat Islam langsung dipimpin dan dibimbing oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sedangkan babak kedua ditandai dengan munculnya empat orang Al-Khulafa Ar-Rasyidin (para khalifah yang terbimbing) yang terdiri dari sahabat-sahabat terbaik, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar ibnul-Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhum ’ajma’iin. Keempat sahabat ini termasuk sepuluh sahabat yang dijanjikan surga oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Sesudah itu, pada babak ketiga ummat Islam mengalami kepemimpinan para raja-raja yang kebanyakan di antara mereka berlaku zalim. Namun demikian –walau jarang- ada juga yang adil seperti cicit Umar ibnul-Khattab radhiyallahu ’anhu, yakni Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. Babak ketiga ditandai dengan silih bergantinya aneka kerajaan Islam. Namun secara garis besar ada tiga di antaranya yang sangat signifikan, yakni Dinasti Kerajaan Bani Ummayyah, Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Turki Ustmani.
Setelah runtuhnya kekhalifahan terakhir yakni Kesultanan Turki Utsmani, maka duniapun memasuki babak keempat. Inilah babak dimana kita hidup dewasa ini. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan bahwa di babak keempat ini ummat bakal dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (para penguasa yang menindas/memaksakan kehendak alias para diktator). Dan benar saja, semenjak ditinggalkannya babak ketiga, dunia segera menyaksikan bagaimana kepemimpinan yang semula berlangsung selama ribuan tahun di bawah kepemimpinan ummat Islam atas dunia, tiba-tiba Allah gilirkan dan serahkan kepada kaum kafir yang kemudian memaksakan kehendak mereka dan mengabaikan Kehendak Allah dan RasulNya. Belum pernah dalam sejarah Islam di Akhir Zaman kita merasakan keterasingan dari ajaran Islam sebagaimana yang kita alami dewasa ini. Kepemimpinan dunia dewasa ini diarahkan dari Barat yang notabene merupakan Judeo-Christian Civilization (Peradaban Yahudi-Nasrani). Segenap negeri kaum muslimin mengekor ke Barat. Keadaan ini telah di-Nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak dulu:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ
لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti akan mengikuti mereka." Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (MUSLIM - 4822)
Babak keempat ini merupakan babak paling kelam dalam sejarah Islam. Ibarat sebuah filem, maka babak keempat merupakan potongan filem dimana jagoannya mengalami kekalahan sementara penjahatnya berada di atas angin. Di babak ini kaum muslimin dituntut untuk bersabar dan melipatgandakan kesabarannya menyaksikan kesewenang-wenangan kaum kuffar. Puncak dari kegelapan babak keempat ialah keluarnya puncak fitnah, yakni Dajjal. Dajjal merupakan tanda besar pertama yang menandakan semakin dekatnya Kiamat. Tidak mengherankan bila Ahmad Thomson, seorang penulis muslim berkebangsaan Inggirs, menyatakan bahwa dunia modern dewasa ini sedang mengokohkan dirinya menjadi sebuah Sistem Dajjal yang kian hari kian hegemonik dan mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan pemimpinnya yakni si mata tunggal Dajjal. Dan tidak mengherankan pula bila pada babak ini terjadi akselerasi kemunculan tanda-tanda kecil Kiamat yang umumnya berupa fenomena pelanggaran hukum Allah dan RasulNya. Sebab ini merupakan babak yang mendahului munculnya babak kelima dimana pada saat itu justru dunia akan menyaksikan kembali kedamaian dan keberkahan ketika diberlakukannya kembali hukum Allah dengan tegaknya babak (5) kekhalifahan menurut manhaj (sistim) kenabian.
يَخْرُجُ في آخِرِ أُمَّتي اَلمهَدِيُّ يَسْقِيهِ الله ُالْغَيثَ وَتُخْرِجُ الأَرضُ نَبَاتَهَا وَيُعْطِي المَالَ صِحَاحًا وَتَكْثُرُ المَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الأُمَّةُ يَعِيشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا يَعْنِي حُجَجًا
“Pada masa akhir ummatku akan muncul Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan banyak harta (penghasilan), banyak ternak, ummat menjadi mulia dan dia (Al-Mahdi) hidup selama tujuh atau delapan tahun.” (HR Al-Hakim 4:557-558)
Bila kita ikuti berbagai perkembangan situasi niscaya begitu banyak contoh nyata di sekitar kita yang membenarkan bahwa kita sekarang berada dalam babak paling kelam dalam sejarah Islam. Kaum muslimin banyak yang meniru pola hidup kaum Yahudi-Nasrani. Tidak bisa dipungkiri bahwa seluruh dunia dewasa ini berkiblat kepada kepemimpinan dunia yang berperadaban Yahudi-Nasrani. Kebanyakan pemimpin negeri muslim mengekor kepada mereka. Bahkan sistem hukum dan kemasyarakatanpun menjiplak sistem mereka. Apalagi di bidang budaya dan hiburan praktis kaum muslimin menikmati produk mereka sepenuhnya. Padahal Allah memperingatkan akibat yang bakal timbul jika tingkah mengikuti mereka dilestarikan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah : 51)
Setidaknya ada dua akibat yang Allah ancam akan menimpa kaum muslimin jika menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi role-model (kiblat kepemimpinan). Pertama, Allah katakan ”Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” Artinya, Allah tidak pandang lagi kita sebagai ummat Islam, melainkan menjadi bagian dari mereka (Yahudi dan Nasrani). Dan kedua, Allah memandang kita sebagai orang-orang yang zalim yang tidak layak memperoleh petunjuk-Nya.
Jika kedua akibat tersebut telah menjadi kenyataan, maka tidak mengherankan bilamana jumlah besar penduduk muslim di berbagai penjuru dunia tidak membawa serta pengaruh signifikan ajaran Islam yang dianutnya. Di samping itu kita menjadi faham mengapa dengan mudahnya kaum muslimin rela menanggalkan ideologi Islam dan menerima ideologi asing yang ditawarkan kaum Yahudi-Nasrani. Sebab mereka lebih tertarik mengikuti petunjuk kaum Yahudi-Nasrani daripada petunjuk Allah dalam menata kehidupan pribadi maupun kolektif.
Saudaraku, marilah kita bertekad menjadikan bulan Ramadhan tahun ini sebagai turning point (titik balik) agar kaum muslimin menelusuri kembali jatidirinya yang sejati. Marilah kita melaksanakan shaum (berpuasa) dalam arti sebenarnya. Kita menahan diri dari godaan para Mulkan Jabriyyan (para penguasa yang menindas/memaksakan kehendak alias para diktator). Jangan hendaknya giliran kepemimpinan kaum Yahudi-Nasrani di babak keempat perjalanan sejarah ummat Islam di Akhir Zaman membuat kita menjadi inferior (rendah diri). Sehingga kita menggunakan kaedah kaum kafir If you cannot beat them, then you join them (jika kamu tidak sanggup mengalahkan mereka, maka bergabunglah bersama mereka). Sekal-kali tidak, saudaraku...!! Marilah kita bersabar dalam beriman dan berislam di era paling kelam dalam sejarah Islam ini. Memang tidak mudah, tapi percayalah, hanya dengan berpegang kepada jatidiri Iman dan Islam yang diperintahkan Allah-lah kita bakal sanggup menyambut datangnya babak kelima, yakni tegaknya babak (5) kekhalifahan menurut manhaj (sistim) kenabian.
وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran : 139)
Saudaraku, marilah kita mengembangkan mentalitas pemenang walaupun dalam realitanya kemenangan itu belum kita raih. Daripada mengembangkan mentalitas pecundang demi terpenuhinya mimpi seolah-olah sudah meraih kemenangan... Hasbun-Allahu wa ni’mal Wakiil. Ni’mal Maula wa ni’man Nashiir.
Wallahu a’lam bish-showwaab.

sumber dari: Eramuslim.com
 

Monday, February 08, 2010

Pembelajaran Tematik SDIT Darul Abidin

SDIT Darul Abidin - Depok
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Ciri- Pembelajaran Tematik:
- Berpusat pada siswa

- Pengalaman langsung

- Pemisahan Matpel tidak begitu jelas

- Konsep dari berbagai Matpel
- Flesksibel waktu dan tempat


Untuk pengembangan kurikulum pembelajaran tematik ini, SDIT Darul Abidin menunjuk ibu Nurul Badriyah sebagai koordinator untuk kelas satu sampai kelas tiga. Konsep pembelajaran tematik ini mulai dilaksanakan SDIT Darul Abidin mulai tahun ajaran 2009/2010, dengan mengadakan banyak pelatihan- pelatihan terhadap bapak/ibu guru di ruang Muzdalifah.Keuntungan konsep pembelajaran tematik bagi siswa- siswi SDIT Darul Abidin antara lain:
1. Siswa dapat lebih fokus pada proses belajar, daripada hasil belajar.
2. Menghilangkan batas semu antar bagian-bagian kurikulum dan menyediakan pendekatan proses belajar yang terintegrasi.
3. Menyediakan kurikulum yang berpusat pada siswa – yang dikaitkan dengan minat, kebutuhan, dan kecerdasan; mereka didorong untuk membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab pada keberhasilan belajar.
4. Merangsang penemuan dan penyelidikan mandiri di dalam dan di luar kelas.
5. Membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide, sehingga meningkatkan apresiasi dan pemahaman.

Rambu- rambu pembelajaran tematik:
- Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan

- Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester
- Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan

- Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan

- Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan CALISTUNG dan Moral
- Tema sesuai dengan karakteristik siswa, lingkungan daerah setempat.

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

I

II

III

IV, V, dan VI

A. Mata Pelajaran




3

1. Pendidikan Agama

TE MA TIK

2. Pendidikan Kewarganegaraan

TE MA TIK

2

3. Bahasa Indonesia

TE MA TIK

5

4. Matematika

TE MA TIK

5

5. Ilmu Pengetahuan Alam

TE MA TIK

4

6. Ilmu Pengetahuan Sosial

TE MA TIK

3

7. Seni Budaya dan Keterampilan

TE MA TIK

4

8.Pendidikan Jasmani, Olahraga

dan Kesehatan

TE MA TIK

4

B. Muatan Lokal

TE

MA

TIK

2

C. Pengembangan Diri

TE MA TIK

2*)

Jumlah

26

27

28

32


Basis jadwal tematik SDIT Darul Abidin:

Tahapan /jadwal Kegiatan Perhari:

- Kegiatan Pembukaan (1 Jam pelajaran)

- Kegiatan Inti Tematik ( 4 Jam Pelajaran)

- Kegiatan penutup ( 1 Jam Pelajaran)


Pengaturan Jadwal Mata Pelajaran:

Untuk memudahkan administrasi sekolaah terutama dalam penjadwalan guru kelas bersama

dengan guru mata pelajaran pendidikan agama, guru pendidikan jasmani, dan guru muatan

lokal bersama- sama menyusun jadwal mata pelajaran.


Teknik / Cara Penilaian:

- Unjuk Kerja (Performance)

- Penugasan ( Proyek/ Project)

- Hasil Kerja (Produk/ Product)

- Tertulis (Paper & Pen)

- Portofolio (Portofolio)

- Sikap

- Penilaian Diri (Self Assesment)


Semoga pembelajaran tematik SDIT Darul Abidin dapat bermanfaat untuk mengembangkan pendidikan di SDIT Darul Abidin dan bermanfaat untuk seluruh siswa dan guru, khususnya untuk siswa dan guru di kelas satu sampai kelas tiga. Wassalam. Mr

Monday, October 19, 2009

KIAT SUKSES MENJADI HAFIZH QUR’AN DAIYAH

Urgensi Hifzhul Qur’an
Menjaga kemutawatiran Al-Qur’an
Meningkatkan kualitas umat
Menjaga terlaksananya sunah-sunah rasulullah SAW
Menjauhkan mu’minin dari aktivitas laghwu (tidak ada nilainya di sisi Allah).

Fadhail Hifzhul Qur’an ( keutamaan menghafal Al-Qur’an )
Merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah.
Menjanjikan kebaikan, berkah dan kenikmatan bagi penghafalnya.
Seorang hafizh adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Rasulullah SAW).
Merupakan ciri orang yang diberi ilmu
Seorang hafizh adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi.
Menghormati seorang hafizh berarti mengagungkan Allah SWT.
Alqur’an akan menjadi penolong (syafaat bagi para penghapal)
Meninggikan derajat manusia di surga
Seorang hafizh bersama para malaikat yang mulia dan taat.
Seorang hafizh mendapat kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)
Seorang hafizh adalah orang yang mendapatkan untung dalam perdagangannyadan tidak akan merugi
Seorang hafizh adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al-Qur’an.

Persiapan dan Cara Menghafal Al-Qur’an
Merasakan keagungan Al-Qur’an
Memiliki ikhtimam (perhatian ) terhadap Al-Quran
Pandai mengatur waktu
Tabah menghadapi masyaqat(kesulitan) menghafal


Teknik Menghafal
Teknik memahami ayat-ayat yang akan dihafal
Teknik mengulang-ulang sebelum menghafal
Teknik mendengarkan sebelum menghafal
Teknik menulis sebelum menghafal


Sarana Penunjang dalam Menghafal
Bergaul dengan orang yang sudah/sedang hafal Al-Quran
Mendengarkan bacaan Hafizh Al-Quran.
Mengulang hafalan bersama orang lain.
Musabaqah Hifhzul Al-Qur’an
Selalu membacanya dalam shalat.


Problematika Menghafal Al-Qur’an
Cinta dunia dan terlalu sibuk dengannya
Tidak dapat merasakan kenikmatan Al-Quran
Hati yang kotor dan terlalu banyak melakukan maksiat
Tidak sabar, malas dan cepat berputus asa
Semangat dan keinginan yang lemah
Niat yang tidak ikhlas
Lupa
Tidak mampu membaca dengan baik
Tidak mampu mengatur waktu
Tasyabuhul ayat (ayat-ayat yang mirip)
Pengulangan yang sedikit
Belum memasyarakat
Tidak ada muwajjih (pembimbing)


Adab Bagi Penghafal Al-Qur’an
Selalu menjaga keikhlasan karena Allh dan menjagadiri dari riya
Harus selalu mutamayyizdari orang lain menjaga dari laghwu dan selalu bersegeradalam melakukan ketaatan kepada Alllah.
Jangan mencari popularitas atau berniat menjadikannya sebagai sarana mencari nafkah.
Jangan merasa diri lebih baik dari orang lain namun harus selalu senantiasa tawadhu.
Jangan berniat mencari imbalan duniawi dari Al-Quran.
Jangan dijadikan alat peminta-minta kepada manusia
Berhati-hati dari sifat orang-orang munafik.
Hati-hati dari tergelincir kepada maksiat (fusuq)
Banyak berdoa kepada Alllah agar Al-Qur’an mengantarkan menuju jannah
Selalu bersama Al-Qur’an sampai dia menghadap Allah SWT.
“Mereka akan dipanggil,”Dimana orang-orang yang tidak terlena oleh mengembala kambing dari membaca kitabku?” maka berdirilah mereka dan dipakaikanlah kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. Jika kedua orang tuanya seorang muslim maka keduanya akan diberikan pakaian yang lebih bagus dari dunia dan seisinya, kedua orang tuanya akan mengatakan,”Bagaimana kami bisa mendapatkan ini?” maka akan dijawab, “ini karena anakmu berdua membaca Al-Qur’an” ( HR. At Tabrani ).
Karya Abdul Aziz Abdul Rauf, LC

artikel dari sini
Artikel ini kami hadirkan akan pentingnya Al-qur'an sebagai firman Allah SWT, dan akan pentingnya membaca, menghafal, mentadaburi dan mengamalkannya dalam kehidupan. Sebagai pelajaran juga untuk para orangtua, guru, siswa- siswi yang ingin belajar membaca dan menghafal Alqur'an. mr

Tuesday, October 28, 2008

Pembudidayaan Hidroponik

LENSADARBI - DEPOK

Sesuai dengan komentar para pembaca dalam blog ini yang ingin mengetahui lebih banyak tentang pembudidayaan hidroponik, maka Lensadarbi kembali memposting tentang tanaman hidroponik, semoga bermanfaat, dan terima kasih atas perhatiannya.

Secara garis besar, proses pembudidayaan tanaman hidroponik, terutama yang dilakukan oleh SDIT Darul Abidin, dapat dipisahkan ke dalam 4 bagian. Persemaian, Penanaman, Pemeliharaan, dan Panen,.

Persemaian

Rockwool, atau sering juga disebut dengan mineral wool, adalah bahan non-organik yang dibuat dengan cara meniupkan udara atau uap ke dalam batuan yang dilelehkan. Hasilnya adalah sejenis fiber yang memiliki rongga-rongga dengan diameter umumnya antara 6—10 mikromoter.


Rockwool memiliki kemampuan menahan air dan udara dalam jumlah yang baik untuk mendukung perkembangan akar tanaman, sekaligus penyedia nutrisi yang dibutuhkan. Selain itu, rockwool juga berfungsi sebagai struktur penyangga yang cukup baik untuk tanaman tersebut.

 Rockwool akan dipotong berbentuk kotak-kotak kecil, disusun di dalam tray, dan dibasahi dengan air. Setelah itu, benih dimasukkan satu persatu dengan bantuan pinset.

Tray yang sudah berisi rockwool kemudian akan diletakkan pada greenhouse pembibitan.

Penanaman
 Setelah 30—35 hari, tergantung jenis sayuran, bibit siap untuk ditanam pada greenhouse produksi. Potongan rockwool akan diambil satu persatu dan diletakkan pada lubang-lubang styrofoam.

Populasi per m² kira-kira adalah 20—30 batang tanaman, disesuaikan dengan jenis sayurannya.

Pemeliharaan
Pemeliharaan dalam bentuk pemupukan, pengairan, dan kontrol irigasi, dilakukan dengan rutin setiap hari.

Panen
 Tanaman akan siap untuk dipanen setelah berada dalam greenhouse produksi selama 25—30 hari. Pemanenan umumnya, dan lebih baik, dilakukan pada pagi hari ketika tanaman berada dalam kondisi segar. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati karena tanaman mudah patah.

Tanaman yang sudah dipanen lantas diletakkan pada keranjang panen.

Selengkapnya atau disini

Saturday, October 25, 2008

Guru perlu tingkatkan belajar sains kreatif

Guru perlu tingkatkan belajar sains kreatif
Label : Opin, Dari Kami, Contact Us


SUKMAJAYA, MONDE: Pendidik diharapkan terus meningkatkan sikap profesional dan pemahamannya tentang prinsip-prinsip pembelajaran aktif, kreatif dan menarik demi terwujudnya pembelajaran sains yang berkualitas.Dalam kaitan itu, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) menggelar pelatihan bagi guru-guru sains dengan harapan terciptanya pembelajaran sains yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (Pakem).

Pelatihan dilaksanakan pada Senin-Kamis, 20-23 November 2006 di Graha Insan Cita Baktijaya Sukmajaya. Kegiatan ini merupakan jalinan kerjasama antara JSIT dan Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan Depdiknas.Ketua pelaksana pelatihan Suhartono mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan motivasi dan sikap profesional guru, pemahaman guru tentang prinsip-prinsip pembelajaran aktif, kreatif, dan menarik serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran sains dengan pendekatan Pakem.


Sasaran kegiatan ini meliputi guru Sekolah Dasar Islam yang mengajarkan pembelajaran sains dari 60 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di wilayah DKI Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Banten, dan Bandung.“Para peserta telah mengajar pada bidang sains minimal satu tahun dan memiliki kemampuan menyampaikan hasil-hasil selama pelatihan kepada rekan guru lain di sekolahnya masing-masing,” tutur Suhartono yang juga ketua Peningkatan Mutu Sekolah JSIT.Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan tersebut ialah menghasilkan guru yang memiliki motivasi dan profesional, paham akan prinsip-prinsip Pakem, memiliki kemampuan dalam perencanaan pembelajaran sains dengan pendekatan Pakem, dan memiliki kemampuan mengembangkan pembelajaran sains dengan pembelajaran Pakem.“

Adapun manfaat kegiatan tersebut adalah guru dapat memberikan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang lebih baik dan guru dapat mengelola pembelajaran dengan baik sehingga hasil belajar secara umum menjadi meningkat.”Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dengan berbagai metode meliputi metode ceramah, diskusi, tanya jawab, peerteeching, dan lain-lain. Ada juga workshop pembuatan alat peraga sains serta praktek pembelajaran sains di SDIT dengan supervisi dari narasumber.(m-9) (red)

Sumber: Monitor Depok

Friday, October 17, 2008

Kebun Hidroponik.

SDIT Darul Abidin - Depok 2008

Hidroponik adalah sebuah metode berkebun di mana tanah tidak lagi digunakan sebagai media untuk menanam. Hidroponik dapat disebut juga dengan soilless culture.

Yang digunakan sebagai media tanam adalah antara lain: pasir, arang sekam, pecahan batu, styrofoam, atau bahkan sama sekali tanpa menggunakan media tanam. Karena tidak menggunakan tanah, maka

Tuesday, January 15, 2008

INDONESIA MENGAPUNG

BANJIR DI MANA- MANA


Bagaimana sih tanggapan anak- anak SDIT Darul Abidin tentang lingkungan alam sekitar ? dan apakah mereka punya resep jitu tuk menghindar dari gejala alam tahunan ini?