Lensa Darbi
Showing posts with label Field Trip. Show all posts
Showing posts with label Field Trip. Show all posts

Friday, March 19, 2010

Kunjungan Kelas 4

SDIT Darul Abidin- Depok
Kamis, 18 Maret 2010 kemarin. Siswa- siswi kelas empat SDIT Darul Abidin melaksanakan kegiatan "Outing Class Level IV" yang diadakan di Sukabumi- Jawa Barat. Kunjungan mereka adalah melihat dan mengobservasi bagaimana pembuatan susu UHT dan susu kalengan diproduksi oleh Pabrik susu Indomilk serta pembuatan es krim oleh Pabrik Indoeskrim.Dalam kegiatan observasi tersebut, mereka dihadapkan dengan mesin- mesin canggih dan modern dalam pembuatan susu dan eskrim, hingga dalam pembuatan susu dan eskrim tersebut sedikit sekali membutuhkan tenaga manusia, hingga membuat susu dan eskrim dapat lebih sehat dan steril. Tanpa bahan pengawet saja, susu dan eskrim tersebut dapat tahan lama apatah lagi menggunakan bahan pengawet.Setelah kegiatan tersebut, mereka istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) di Masjid serta bermain- main dihalaman masjid. Petak umpet, Petak jongkok, Donald Bebek, Tangkap Belalang, dll. Keseruan dan keceriaan mereka juga tampak dari wajah orang tua mereka yang turut serta, para orang tua bekerjasama dengan guru- guru menyiapkan segala sesuatu termasuk makan dan minum siswa- siswi kelas empat SDIT Darul Abidin.Tujuan terakhir adalah menuju pabrik Pocari Sweat dan Soyjoy oleh PT. Otsuka masih di daerah Sukabumi-Jawa Barat. Mengendarai bus Bluestar siswa- siswi bersemangat menuju tempat yang sangat indah dan dikelilingi mesin- mesin canggih dan modern serta dengan para pekerja yang ahli dibidangnya membuat minuman yang mengandung ion ini menjadi unggulan diberbagai negara.
Siswa- siswi kelas empat SDIT Darul Abidin mendapatkan berbagai pengalaman menarik dan pengetahuan yang bermanfaat untuk mereka menghadapi masa depan, bagaimana kecanggihan ilmu dan teknologi dapat membuat produk yang bermutu dan berkwalitas serta memberikan manfaat bagi para peternak sapi dan masyarakat setempat.
Semoga acara kali ini dapat memberikan banyak manfaat untuk ilmu pengetahuan dan pengalaman mereka di masa depan kelak. Amiin

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang turut membantu terlaksananya acara kali ini, kepada orang tua wali siswa, kepada bapak/ibu guru, dan seluruh siswa- siswi kelas empat SDIT Darul Abidin, semoga menjadi kenangan terindah.... Amiin

Wednesday, November 19, 2008

Laskar Pelangi SDIT Darul Abidin

Kamis, 13 November 2008

SDIT Darul Abidin kelas empat (IV) melaksanakan kegiatan outing ke Supermarket TIP TOP dan berkunjung ke Depok Town Square menyaksikan Film Laskar Pelangi, dimulai dengan pembekalan peserta, dan pengepakan barang hingga menaiki kendaraan orang tua murid, kegiatanpun dimulai dengan basmalah....

Sesampainya dilokasi Tip Top, kami diterima oleh staf Tip Top dan langsung menyerbu berbagai macam outlet dan stand jajanan. Observasi pasar ini berkenaan dengan pembelajaran IPS tentang Bab Pasar (Pasar Tradisional & Pasar Modern). Terintegrasikan juga dengan pelajaran Bahasa Indonesia, dan juga Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
Selesai observasi, siswa- siswi SDIT Darul Abidin kembali menaiki kendaraan untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan di Depok Town Square (Detos), untuk menyaksikan sebuah film tentang 10 orang siswa, yang penuh semangat, impian dan keberanian memperjuangkan cita- cita dan impian mereka, sebuah karya anak negeri "Laskar Pelangi"

Tangis bocah- bocah SDIT Darul Abidin ini, seakan membangkitkan semangat dan motivasi mereka untuk kembali ke sekolah dengan penuh syukur dan senang gembira, mereka masih mampu menyekolahkan mereka dengan baik tanpa menempuh perjalanan 80 km setiap hari seperti Lintang, tanpa perlu mengenakan seragam dan sepatu seperti kesepuluh laskar pelangi itu.

Syukurilah yang sedikit, dan Sedekahkanlah yang banyak.......
Wass. mr

Friday, August 22, 2008

Darul Abidin On the Move

Indahnya ukhuwah sang kakak tua
Hari kamis kemarin, siswa- siswi SDIT Darul Abidin mengadakan outing ke kebun binatang ragunan, tepat pada pukul 08.00 wib siswa - siswi SDIT Darul Abidin segera berkemas dan menaiki kendaraan orang tua, dengan kapasitas 11 orang penumpang 1 mobil. menghilangkan penat, merekapun bernyanyi ria di dalam mobil.
Raihan, dkk. Bergaya dengan hewan liar yang hampir punah
Sekitar 70 siswa- siswi SDIT Darul Abidin, yang ikut serta dalam kegiatan outing class kali ini adalah kelas 4 Makkah, 4 Madinah, dan 4 Marwah dan mengenai Kantor Taman Margasatwa Ragunan tempat ini mempunyai tugas melaksanakan konservasi, pelestarian keanekaragaman satwa, pendidikan dan penelitian, reaksi alam serta mempertahankan daerah resapan air, paru-paru kota, dan ruang terbuka hijau bagi kota Jakarta & sekitarnya, maupun untuk negara Indonesia.
Auwowowowo........ Tarzan kali ....
FUNGSI dari Taman Margasatwa Ragunan adalah:
a. Penyusunan rencana program kerja di bidang pengembangan flora dan fauna.
b. Pengelolaan, pengembangan dan pelestarian lingkungan khusus di Taman Margasatwa.
c. Penyelenggaraan pengadaan dan pemeliharaan/perawatan keanekaragaman satwa.
d. Pengelolaan seluruh kegiatan rekreasi di Taman Margasatwa.
e. Penyelenggaraan promosi dan pameran bahan - bahan informasi ttg fauna dan habitatnya.
f. Pemungutan retribusi di lingkungan Taman Margasatwa Ragunan.
g. Bekerjasama dgn Pemerintah & swasta dlm rangka pengembangan Taman Margasatwa.
h. Pengelolaan dukungan tekhnis dan Administratif.
Cerita guru dan murid
Kembali ke SDIT Darul Abidin, di awal mereka harus me-list hewan- hewan apa saja yang akan mereka amati, mulai dari me-list hewan karnivora, herbivora, dan omniora, me-list tumbuhan, mencirikan, hingga mengumpulkan berbagai macam daun dari pohon dan tumbuhan yang terdapat di kebun binatang Ragunan. Kegiatan Outbound membangkitkan semangat mereka dengan arena permainan yang menantang, dan yang gak kalah seru adalah tangkap rusa liar. Selanjutnya dalam perjalanan pulang mereka harus memungut ‘harta karun’ samaph masing- masing siswa 5 sampah, sebagai bukti kepedulian siswa- siswi SDIT Darul Abidin terhadap pelestarian lingkungan hidup alam sekitar.
sibuk nih ye....
Semoga kegiatan ini menambah wawasan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat untuk kehidupan mereka saat ini dan masa datang, dan mohon do'a restu pembaca sekalian semoga SDIT Darul Abidin selalu diberikan yang terbaik dan dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa. Amiin.
ayo tebak, pelikan yang tiga ini jenis kelaminnya apa yah????
Nah, ini dia nih, beberapa hasil jepretan saat kegiatan outing berlangsung.
Dibalik dinding Ragunan

pasukan penyelamat datang

Photo model SDIT Darul Abidin

para peneliti cilik
senyum mereka diantara spyder web

naik.... naik ke puncak gunung .... eh ke tangga kok!!!
Rame rame



Tuesday, April 22, 2008

Heboh Smart Camp

SDIT Darul Abidin- Depok-lensadarbi.blogspot.

16-19 April 2008, Siswa siswi kelas 5 SDIT Darul Abidin melaksanakan kegiatan yang super heboh, super asyik, dan menantang!!! kayak kuis ajach.. hehehe..., pergi menggunakan transportasi bus, siswa-siswi kelas 5 SDIT Darul Abidin berangkat pukul 07.45 WIB, dari Jl. Arif Rahman Hakim menuju Puncak - Ciloto, melewati berbagai pemandangan yang indah dan menarik mulai dari perkebunan teh, bukit, dan gunung-gunung yang menjulang tinggi. Subhanallah, Indah sekali yah pemandangan negeri ini. Namun sayang, dari gunung- gunung tersebut banyak juga yang telah gundul dibangun pohon-pohon batu yang menjulang tinggi ( red: Villa & Perumahan).

Sekitar pukul 09. 30 wib, kami sampai ditempat tujuan, yakni Villa Depnaker Puncak- Ciloto. sesampainya disana kami berbaris dan mengikuti games suit jepang dan saling berkejaran, ada juga yang luka, karena saking asyiknya berlari..... malah aspal sama teman sendiri yang ditabrak (emangnya mobil pake tabrakan segala). Bagus gak ada pak polisi, kalo ada pasti ditilang tuh si Hafid (red: yang tabrakan sama aspal).


Setelah games, guru- gurupun memetakan kami dengan satu kelompok per kamar (red: 1 kamar 3 orang untuk putra). Terjadi insiden kecil sih saat pembagian kamar putra, tapi kondisinya masih tetap terkendali (kayak pak polisi ajach). Istirahat setengah jam dan anak-anakpun mulai berkeliaran nyari-nyari tukang jajan, sama pemandangan yang enak dipandang.


Sholat dzuhur jamak qoshor dengan ashar, makan siang dengan menu terhebat yang pernah dirasakan (red: bang Supri laper berat, lontong di mobil diabisin). Sehabis dzuhur anak- anak mulai digembleng dengan games (membuat yel-yel kelompok), mentoring dan simulasi awal. Mula- mula sih siswa- siswi Darul Abidin agak santai, setelah beberapa lama mereka mulai gak sabaran minta istirahat dan main bola segala (red: kangen jadi pemain bola, katanya!!!).


Pukul 4 sore, seluruh siswa mandi dan berdandan ria, ada yang bawa bedak, sisir, sama ps juga dibawa buat menuh-menuhin tas (red:katanya). Selesai mandi langsung olahraga sore (pasti main bola). Sholat Maghrib, do'a, almatsurat, dan pengarahan kecil. Selanjutnya makan malam dengan makan malam paling nikmat (bakso malang), saking malangnya tuh baso gak muat masuk pintu (thank u mama for bakso malangnya).

Sehabis makan perut kenyang, ditambah mentoring dan games perut kenyangnya jadi langsing lagi (abis kalorinya langsung habis). Ada yang main lilin, ada yang main bola tali, ada yang main ular, ada yang main perahu nabi nuh, ada juga yang jeprat-jepret doank!!! (siapa ayo....).

Habis ntu tidur, karena malamnya akan ada hiking (jurit malam) dan panitia sibuk nyiapin tempat sama buat trek jalan, pasang tali di jalan bertebing, siapin nasi ala kadarnya (eh ala darbi). Akhirnya jarum jam menunjukkan pukul 01.oo dini hari, anak - anak bangun suara sirine magaphone mulai mengaum (macan kali...). Dibagi beberapa kelompok, anak- anak kelas 5 pantang mundur buat ngadepin ujian terakhir dalam smart camp. Melalui jalan yang licin dan bertebing, gelap pula. Setelah itu duduk beralaskan rumput yang basah, diberikan pengarahan oleh Kak. Ipul dan Kak. Heru, dan di jeprat-jepret sama si. M.

Selanjutnya anak- anak diberikan nasi ala kadarnya tadi, dengan lauk garam plus wortel, dengan terpaksa mereka makan nasi ala kadarnya dengan ramuan tangan langsung master koki si.M. Mereka makan dengan lahap, malu- malu, terpaksa, merem melek, mau gumoh (kayak bayi ajach...). Setelah itu penyematan slayer, bahwa mereka telah lulus dari program Smart Camp.

Selamat yach... semoga smart camp bermanfaat dan menjadi kenangan terindah buat kalian semua, terima kasih untuk bapak/ibu guru, bang Supri, mamah - mamah (orang tua murid yang dah rela jadi koki buat anak- anak) terima kasih juga tuk semua yang dah ngedukung acara smart camp ini.

semoga anak- anak makin mandiri, berani, berempati, disiplin, menghargai dan menghormati, saling asih-saling asah-saling asuh. Wassalam.




Thursday, September 20, 2007

Album Dian Pinru PANDU SDIT Darul Abidin

lensadarbi.blogspot.com

Riang, cemas, takut, tegang, fun, berani, bertanggung jawab, mandiri dan gembira, semuanya ada disini.....

Gladian Pimpinan Regu Pandu SDIT Darul Abidin.....
Ayo bersemangat.......




Thursday, September 06, 2007

Observasi di Perkampungan Budaya Betawi

lensadarbi.blogspot.com
Jakarta Selatan, 30 Agustus 2007
SDIT Darul Abidin mengunjungi salah satu tempat wisata sekaligus Perkampungan Budaya Betawi sebagai satu kawasan di Jakarta Selatan dengan komunitas yang dikembangkan budaya yaitu: kesenian, adat istiadat, kesejarahan serta bangunan yang bercirikan kebudayaan Betawi.
Fungsi Perkampungan Budaya Betawi adalah sebagai sarana pemukiman, sarana ibadah, sarana informasi, sarana seni budaya, sarana penelitian, sarana pariwisata, dan sarana lain yang menunjang proses belajar mengajar siswa- siswi SDIT Darul Abidin khususnya kelas 2. Kawasan Perkampungan Budaya Betawi terletak di Kelurahan Srengseng Swah Kecamatan Jagakarsa Kotamadya Jakarta Selatan dengan luas + 289 Ha.
Dalam kawasan tersebut dapat dengan mudah dijumpai akifitas keseharian masyarakat betawi seperti latihan pukul (silat beksi), ngederes, akekah, injek tanah, menjala, memancing, menjala, berdagang, sampai pada kegiatan memasak kerak telor dan masakan khas betawi lainnya seperti : sayur lodeh, tape uli, geplak, dodol, laksa, bajigur, dll.
Sebagai kawasan wisata budaya, wisata agro dan wisata air. Perkampungan Budaya Betawi memiliki potensi lingkungan alam yang asri dan sangat menarik yang sulit ditemukan ditengah hiruk pikuknya kota jakarta sangat berpotensi apabila dikelola dan ditata dengan baik dan profesional. Keindahan pemandangan alam Setu Babakan yang dikelilingi oleh hijau dan rindangnya pepohonan khas Betawi, yakni: pohon rambutan, pohon nangke lande, pohon kapuk, Melinjo, Pepaya, Pisang, Jambu, yang tumbuh sehat membumi di halaman Perkampungan Budaya Betawi sebagai obyek wisata yang lengkap dan menarik bagi masyarakat lokal dan mancanegara.
Untuk SDIT Darul Abidin sendiri, Perkampungan Budaya Betawi mempunyai peranan penting dalam tindak lanjut proses kegiatan belajar mengajar pada sekolah dasar dalam mata pelajaran Sejarah, B. Indonesia, Kesenian dan pelajaran Ekstra kurikuler seperti tari dan vokal, hal ini terbukti dengan hadirnya siswa - siswi SDIT Darul Abidin disetiap tahunnya.
Pada tahun ajaran kali ini, yang berkesempatan mengamati Perkampungan Budaya Betawi adalah siswa- siswi kelas 2 SDIT Darul Abidin, terdiri dari kelas Makkah dan Madinah dengan dibimbing oleh Bu. Wildy Sukmawati, Bu. Fauziah Syamsuddin, Bu. Zulfa dan Bu. Rani.
Acara dimulai dengan do'a bersama di pelataran SDIT Darul Abidin, dan dilanjutkan dengan bersama- sama naik mobil jemputan menuju kawasan Perkampungan Budaya Betawi, dengan penuh semangat dan ceria, mereka mengikuti roda kendaraan berputar. Sesampainya disana terjadi keriuhan luar biasa karena mereka langsung disambut dengan indahnya rumah adat Betawi (rumah Kebaya) yang dikelilingi dengan gigi balang. Lalu acara dilanjutkan dengan Upacara Pembukaan dan perkenalan dengan dua kakak pemandu, setelah itu pengamatan di wilayah pelataran dan rumah di Perkampungan Budaya Betawi, siswa- siswi SDIT Darul Abidin, diberitahu akan kebudayaan, kesenian, kebiasaan, makanan khas, pepohonan khas, minuman khas, dimasyarakat Betawi. Melihat Pemandangan Situ, Gambang Kromong, Babakan Nursery, Beli Kerak Telor, Silat Beksi sekaligus belajar silat beksi bersama dua jawara dari Betawi.
Hari semakin siang, worksheet sudah menunggu. Setelah makan kerak telor dan minum air, siswa- siswi SDIT Darul Abidin ditugaskan untuk mengisi worksheet yang berhubungan dengan Perkampungan Budaya Betawi yang telah selesai mereka amati, ditutup dengan tari dan lagu serta Upacara Penutupan, Acarapun usai dengan ditandai pemberian plakat ucapan terima kasih SDIT Darul Abidin yang diwakili oleh koordinator wali kelas 2 yaitu Bu. Wildy Sukmawati, S.Si kepada perwakilan pengelola Perkampungan Budaya Betawi.
Keceriaan yang nampak di mata dan di raut wajah siswa- siswi SDIT Darul Abidin pada field trip (kegiatan belajar mengajar luar ruang) kali inipun segera berakhir. Mereka kembali dengan penuh suka cita dan senyum sendawa.
Sampai jumpa lagi Setu Babakan.........
Mari lanjutkan petualangan kita, rajin belajar dan giat berlatih ya....
MR

Friday, May 25, 2007

Outing Yang Menyenangkan.....






21 Mei 2007, Depok


Siswa - siswi kelas 6 SDIT Darul Abidin melaksanakan Field Trip ke sebuah perusahaan resleting terbesar di Indonesia, atau mungkin di dunia. PT. YKK ZIPPER INDONESIA yang beralamatkan di Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 29 Cimanggis, Depok 16951 Telp: (021) 8710641 (Hunting), 8708284 Fax : (021) 8710962 mempunyai program baru, yakni pengenalan dan pembuatan produk kepada masyarakat melalui program FASTENING EXPERIENCES yang di manageri oleh Bapak Yulizar Yahya, dengan beberapa staff. diantaranya adalah Mbak Zizzy yang telah memandu siswa- siswi SDIT Darul Abidin dengan sangat baik, mereka diberikan pengarahan mulai dari kegunaan dan fungsi baik produk maupun perusahaan PT. YKK itu sendiri. Dengan banyaknya fasilitas pendukung dan alat peraga yang mampu menghipnotis siswa- siswi SDIT Darul Abidin serasa dalam media workshop yang sangat luas.




Siswa- siswi kelas 6 SDIT Darul Abidin memanfaatkan kegiatan ini bukan hanya sebagai pengalaman berharga bagi mereka namun juga sebagai sumber ilmu pengetahuan yang mungkin berguna bagi masa depan mereka, sekaligus untuk melepaskan rasa penat dan gerah akibat Ujia Kompetensi dan Ujian Sekolah yang baru saja selesai. Mereka mengetahui seberapa kuatnya barang dan produk yang diciptakan untuk konsumsi masyarakat luas, yang ternyata mungkin belum banyak diketahui oleh orang banyak. Beberapa barang, yakni : Zipper, Textile and plastic, snap and button, Fancy puller dibuat dengan mesin- mesin canggih dan propesional, sehingga menjadikan kualitas produk tersebut sangat dinikmati masyarakat akan kegunaan dan keawetannya.

Semoga apa yang menjadi harapan kita semua, mendidik generasi yang bertanggung jawab, mandiri, shalih, dan kreatif dapat dikabulkan oleh Allah SWT, dengan adanya usaha dalam kegiatan ini, tak lupa rasa syukur kami ucapkan kepada Allah SWT atas keberhasilan usaha hingga terlaksana acara yang sangat bermanfaat ini. Terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada PT. YKK Zipper Indonesia, Bapak Yulizar Yahya selaku Manager Fastening Experiences dan staff yang begitu baik mau menerima siswa- siswi kelas 6 SDIT Darul Abidin dengan sangat baik dan sabar. Kepada Ibu pembina dari PT. YKK, mbak Zizzy, dkk. Kepada Bapak dan Ibu guru yang begitu baik mau memberikan yang terbaik untuk kami dimasa datang, Terima kasih semua dan sukses selalu. Amiin.


Wednesday, May 09, 2007

Ada apa dengan Pendidikan??


Pendidikan adalah sebuah proses transformasi masyarakat dari kebodohan menuju cerdas pandai. Pendidikan juga proses perubahan masyarakat dari ketidakmampuan menjadi keahlian. Sekaligus pendidikan adalah sarana mengubah kemalasan dan kejumudan menjadi kesadaran dan tindakan. Oleh karena itu, pendidikan menjadi pondasi sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Karena strategisnya kedudukan pendidikan dalam perubahan masyarakat, maka pendidikan harus mendapatkan prioritas yang tinggi dalam pembangunan. Tidak heran apabila UNDP merekomendasikan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) dijadikan sebagai parameter utama dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu negara. Perhatian kita terhadap pendidikan juga telah disepakati oleh seluruh pengambil keputusan negara melalui UUD 1945 (hasil amandemen) yang pada pasal 31 ayat 4 mencantumkan bahwa anggaran pendidikan kita harus sekurang-kurangnya mencapai 20 % dari keseluruhan total anggaran pembangunan kita.
Kedudukan UUD yang semestinya dijadikan sebagai acuan dasar berbangsa dan bernegara, justru oleh pemerintah masih belum ditaati. Pemerintah malah menjadi "pembangkang" UUD. Selama tiga tahun terakhir pembangunan, alokasi anggaran pendidikan kita dalam APBN belum mencapai 20 %. Pada APBN tahun 2007 ini alokasi anggaran pendidikan baru menyentuh 11,8 %. Pemerintah juga terus mengulur waktu pemenuhan angka 20 % itu dengan menyatakan bahwa anggaran sebesar itu baru akan dicapai lima tahun lagi. Itu artinya selama masa pemerintahan SBY - JK, amanat UUD itu tidak akan pernah dicapai.
Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 % sudah sangat mendesak direalisasikan pada saat ini. Karena dengan alokasi sebesar 20 %, maka prioritas pertama yang harus segera dicapai adalah pemberian akses dan penyediaan kesempatan belajar untuk semua orang melalui pembebasan biaya pendidikan tingkat dasar yaitu sekurang-kurangnya pada jenjang SD sampai SLTA. Prioritas kedua adalah pada peningkatan kualitas belajar mengajar, seperti peningkatan kualitas guru, perbaikan rancangan proses belajar, dan penyediaan sarana dan fasilitas belajar. Sedangkan prioritas ketiga adalah pada dukungan pencapaian hasil belajar, peningkatan daya saing bangsa dan implementasi hasil belajar guna memperbaiki kualitas kesejahteraan.
Kita semua tentu mengetahui bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan biaya yang besar. Akan tetapi kalau semua pihak, khususnya pemerintah berkomitmen untuk mewujudkannya, maka biaya pendidikan dasar yang mahal bisa digratiskan. Dan kita juga harus buktikan bahwa sekolah yang gratis itu tetap bermutu. Bukan sekolah gratis yang seadanya atau asal-asalan.
Komitmen alokasi anggaran 20% tersebut harus tercermin pada APBN dan APBD selambatnya pada tahun 2008. Dengan anggaran 20% APBN saja, maka alokasi anggaran pendidikan pada APBN sekurang-kurangnya akan mencapai 120 Triliun. Itu artinya rata-rata setiap propinsi akan mendapatkan alokasi anggaran pendidikan dari APBN lebih dari 3,6 Triliun. Belum lagi dari sumber APBD. Jumlah tersebut cukup memadai untuk memulai pendidikan dasar berkualitas yang gratis.
Pemenuhan kesempatan belajar tingkat dasar yang gratis diharapkan akan mempercepat proses perbaikan kualitas bangsa secara menyeluruh. Dan dengan perbaikan kualitas bangsa, akhirnya kita berharap bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat akan segera dapat dicapai.(Ahmad Juwaini )