Lensa Darbi
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Wednesday, September 22, 2010

Mengapa Kita Membaca AlQuran Meskipun Tidak Mengerti Satupun Artinya?

Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.

Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.

Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ” Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an ? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.
 
 Sumber: dudung.net

Monday, August 30, 2010

Simaklah Kajian Metafisika tentang Lailatul Qadar

Simaklah Kajian Metafisika tentang Lailatul Qadar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sebagaimana dimaklumi bersama, Lailatul Qadar adalah sebuah fenomena yang penuh dengan misteri. Kapan waktunya tak ada kepastian tentang hal tersebut. Namun demikian, ada beberapa pakar dan ahli fisika mencoba menghitung kemukjizatan Lailatul Qadar itu dengan ilmu fisika.

Dalam ilmu fisika, kecepatan cahaya sama dengan 300 ribu kilometer per detik. Bila dikonversi ke menit, sama dengan 18 juta kilometer per menit. Jika dikalikan dengan satu jam, menjadi 1.080 juta kilometer per jam. Jika angka tersebut dikali dalam sehari semalam (24 jam), hasilnya sama dengan 25.920 juta kilometer. Kemudian, jika dikali dalam sebulan (30 hari), hasilnya sama dengan 777.600 juta kilometer. Jika seribu bulan, berarti sama dengan 777.600 miliar kilometer.

Lalu berapakah kecepatan cahaya rohani dalam versi metafisika? Albert Einstein, bapak fisika modern dan penemu teori relativitas menyebutkan, kecepatan cahaya energi adalah E=MC2 (2 adalah kuadrat). E adalah energi, M adalah massa sebuah benda, dan C adalah kecepatan konstan cahaya. Inilah yang kemudian disebut dengan teori fisika quantum.

Adapun teori quantum diungkapkan oleh Max Planck (1858-1947), Neil Borth (1885-1962), dan Wener Heisenberg (1901-1976). Mereka mengatakan, quantum adalah bagian elementer terkecil bersifat gelombang energi. Pergerakan quantum bukan linier memanjang sambung-menyambung, tetapi berupa loncatan quantum.

Dengan demikian, kecepatan cahaya rohani sama dengan 30 ribu triliun kilometer per detik. Jika cahaya biasa dalam seribu bulan kecepatannya sama dengan 777.600 miliar kilometer, kecepatan cahaya rohani per detik dalam seribu bulan mencapai 38.580,24691358024691358024691358 kilometer, yang menandakan lebih baik dari seribu bulan.

Sementara itu, kecepatan malaikat naik menghadap Allah dalam sehari kadarnya mencapai 50 ribu tahun perhitungan manusia. Lihat surah Al-Ma'arij [70]: ayat 4. "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."

Perpindahan malaikat dari alam malakut (dimensi cahaya) menuju ke alam nasut (dimensi partikel, manusia) tidak setiap saat dapat terjadi. Karena untuk berpindah dimensi, malaikat berarti melintasi cermin CP (C=charge conjugation, penolakan muatan dan P= parity, keseimbangan), dan memperlambat kecepatannya (kecepatan cahaya) mendekati kecepatan partikel. Ini sama dengan pengerahan energi secara kontinyu, yang kalau tidak sesuai prosedur yang ditentukan Allah, akan berakibat fatal (meledak, energy-overload).

Putaran ruang dalam kecepatan cahaya (300.000 km/s) adalah waktu mutlak. Ia adalah ruang bulat dan bukan lonjong. Bila benda bergerak dengan kecepatan cahaya, yang artinya sama dengan kecepatan putaran ruang atau waktu mutlak, benda itu akan membekukan waktu mutlak sehingga ia akan terlepas dari perhitung an waktu.

Sekarang, akan kita hitung usia seorang mukmin yang dikaruniai Allah Lailatul Qadar. Kita ambil contoh, bila si Fulan telah berusia 30 tahun, ia telah menjalankan ibadah Ramadhan semenjak usia 15 tahun, berarti ia telah menjumpai Lailatul Qadar sebanyak 15 kali. Selanjutnya, bila selama 15 tahun itu dikaruniai Lailatul Qadar oleh Allah sebanyak 12 kali saja (yang tiga tahun bolong-bolong), si Fulan tadi tidak lagi berusia 30 tahun, tetapi telah bertambah mengikuti persamaan Lailatul Qadar.

Rumusnya adalah U = Ui + (n x 83,4). U adalah usia hamba yang mendapatkan Lailatul Qadar (tahun), Ui adalah usia hamba mula-mula (tahun), n = orde Lailatul Qadar (tanpa satuan), dan 83,4 adalah 83 tahun tambah 4 bulan (seribu bulan). Dengan demikian, usia Fulan saat ini adalah U= 30 + (12 x 83,4) tahun yang berarti 1030,8 tahun, atau 1.030 tahun ditambah 8 bulan. Wallahu A’lam.
Red: irf Sumber : Republika

Tuesday, August 24, 2010

Hikmah Ramadhan

KHIDIR (KHIDIR)
Pertemuan antara Musa AS dengan Khidir adalah salah satu peristiwa yang penting di dalam kehidupan Musa AS. Hal ini dijelaskan dengan rinci di dalam Surat Kahfi. Latar belakang peristiwa ini diriwayatkan dari Hadits Bukhari oleh Abi-bin-Kaab RA.
Pada suatu hari Bani Israil bertanya kepada Musa AS, “Siapakah yang paling berilmu di dunia ini.” Beliau menjawab, “Aku adalah yang paling berilmu.” Allah SWT tidak menyukai jawaban ini. Musa AS diharapkan menjawab bahwa Allah SWT lah yang Maha Mengetahui. Oleh karena itu Allah SWT bermaksud untuk memberi lagi pelajaran kepada Musa AS seperti yang telah dilakukan Allah SWT kepada manusia terpilih lainnya. Allah SWT memberitahu Musa AS bahwa ada seorang hambaNya yang lebih berilmu dibandingkan daripadanya dan bahwa hamba ini berada ditempat dimana dua lautan bertemu. Musa AS sangat penasaran untuk belajar lebih banyak dari hamba ini. Musa AS memohon kepada Allah SWT untuk memberinya petunjuk lebih rinci mengenai tempat ini.
Allah SWT memerintahkan Musa AS untuk menaruh seekor ikan ke dalam sebuah baskom/panci dan berjalan menuju tempat dimana dua sungai bertemu. Orang berilmu itu akan berada ditempat dimana ikannya akan menghilang. Musa AS memulai perjalanannya dengan pelayan yang masih kecil Yusha bin Noon sampai mereka mencapai sebuah batu karang. Mereka berdua menyandarkan kepala dan beristirahat sementara di sana.
Ikan itu keluar dari baskom/panci dan masuk ke dalam laut. Jejak jalan ikan ini dengan menakjubkan telah menciptakan sebuah terowongan. Pelayannya melihat kejadian ini. Tetapi, ia kemudian lupa menceritakan kepada Musa AS tentang kaburnya ikan tersebut, jadi mereka terus berjalan melanjutkan perjalanannya selama satu hari satu malam lagi. Kemudian Musa AS memerintahkan pelayannya untuk mengeluarkan ikan tersebut karena ia sangat lapar. Keduanya merasa sangat kelelahan karena perjalanan tersebut. Pelayan itu berkata kepada Musa AS, “Aku lupa mengatakan bahwa ikan itu telah lepas ketika kita beristirahat di dekat batu karang tadi.” Musa AS menjawab, “Itu adalah tempat yang kita cari.” Jadi mereka kembali menuju batu karang tersebut. Disana mereka melihat Khidir. Musa AS menyapanya. Khidir bertanya, “Apakah kamu Musa AS dari Bani Israil?” Musa AS menjawab, “Benar, dan saya mohon engkau mau mengajarkanku beberapa pengetahuan yang kau miliki.”
Percakapan yang panjang terjadi antara Musa AS dan Khidir. Keterangan lebih rinci dari percakapan ini terdapat dalam Hadits dan juga di dalam Al Kahfi 62 - 82

Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: "Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini". Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali." Musa berkata: "Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya Rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun".
Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu". Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar. Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku" Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku". Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar".
Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?" Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku". Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu.
Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu". Khidhr berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mu'min, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai Rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
Mari kita mencoba menarik beberapa pelajaran dari cerita Musa AS dan Khidir ini:
1. Janganlah membual, walaupun faktanya kelihatan benar.

2. Allah SWT tidak menjadi marah kepada manusia pilihanNya bila ia berbuat salah. Allah SWT kemudian memberinya tambahan pelajaran agar ia bisa lebih melihat sesuatu dalam warna sesungguhnya.

3. Musa AS sangat bersemangat untuk menimba pelajaran dari Khidir walaupun Allah SWT telah memberinya ilmu yang banyak. Jadi menimba ilmu adalah termasuk sunnah para Nabi.

4. Menimba ilmu memerlukan kerja keras yang banyak dan kesabaran. Jenis dari kesulitan bermacam-macam pada tiap kasus. Sebagai contoh, pelayan Musa AS lupa melaporkan kaburnya ikan waktu berada dekat batu. Mereka telah berjalan selama sehari semalam dan harus kembali ketempat semula, mengalami banyak sekali kesulitan dan kelelahan.

5. Seorang murid harus menunjukkan hormatnya kepada gurunya. Musa AS adalah seorang Nabi yang besar, tetapi ia menyapa gurunya, Khidir, dengan rendah hati dan penuh hormat.

6. Allah SWT hanya memberikan pengetahuan khusus dan terbatas kepada para NabiNya dan orang pilihanNya. Pengetahuan Allah SWT sendiri adalah tak terbatas. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketika Musa AS dan Khidir berada di dalam perahu, seekor burung menghampiri. Burung itu beristirahat dipinggiran perahu dan meminum sedikit air laut dengan paruhnya. Khidir berkata kepada Musa AS, “Perbandingan ilmu kita berdua dibandingkan dengan ilmu Allah SWT adalah seperti perbandingan air pada paruh burung itu dengan air di dalam laut.”

7. Nabi Musa AS mengajarkan kita tatacara bepergian. Ia menjelaskan kepada pelayannya tentang tujuan perjalanan mereka, serta tempat akhir perjalanan sebelum mereka memulai perjalannya. Kita harus membagi pengetahuan ini dengan pelayan kita. Sayang sekali banyak majikan yang menganggap hal itu sebagai merendahkan derajat mereka bila membagi pengetahuan perjalanannya dengan pelayannya.

8. Khidir berkata bahwa segala perbuatannya yang luar biasa itu adalah bukan kemampuannya sendiri. Allah SWT telah memberinya pengetahuan khusus yang tidak diberikan kepada Nabi Musa AS. Jadi segala bentuk pengetahuan adalah karunia dari Allah SWT. Ia memberikan karuniaNya kepada siapapun yang dipilihNya. Allah SWT mengetahui segala yang gaib dan kita amat terbatas dalam pengetahuan dan pemahaman kita.

Kita bersyukur kepada Allah SWT atas kehendakNya memberi kita petunjuknya yang rinci ini untuk kebaikan kita semua.
artikel dari : imtiazahmad.com

Wednesday, July 28, 2010

Guru tak Berkualitas, Minat Belajar MIPA Rendah

uns.ac.id

Ilustrasi Terjawab sudah mengapa bangsa ini cenderung lemah di bidang ilmu dasar. Pada penyelengaraan Kongres MIPAnet 2010 di Bogor, Jawa Barat, Senin (26/7/2010), terungkap, kualitas guru yang mengajarkan ilmu-ilmu dasar di sekolah-sekolah jenjang SMA saat ini masih terbilang rendah sehingga para lulusannya tidak tertarik masuk ke fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal MIPAnet Dr Hasim. Dia mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional, hanya sekitar 50 persen guru bidang ilmu dasar yang menguasai bidangnya dengan baik.

Hasim, yang juga Dekan Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengatakan, minat masuk FMIPA masih tergolong rendah meskipun di IPB dan UI peminatnya masih cukup tinggi. Rendahnya minat masuk ke jurusan ilmu dasar tersebut disebabkan masih adanya kesan bahwa ilmu-ilmu dasar sulit dipelajari.

"Kesan sulit itu terbentuk karena guru yang mengajarkannya pun kurang menguasai ilmunya. Bahkan, banyak guru yang ketika diberi soal SNMPTN tidak bisa menjawab. Kadang-kadang guru juga minder karena pengetahuan muridnya tentang sains justru lebih tinggi karena ikut bimbingan tes," katanya.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Dodi Nandika, mengatakan, selama ini masih ada kesan MIPA atau ilmu-ilmu dasar kurang menarik, teoritis, kurang aplikatif dan sulit dipelajari. "Padahal sains dan ilmu dasar memiliki nilai strategis, yaitu untuk mengembangkan pengetahuan baru, menjadi jembatan ilmu terapan dan mengembangkan ilmu ekonomi," katanya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Konsorsium Internasional untuk Penelitian dalam Pendidikan Sains dan Matematika, Indonesia masuk peringkat 32 dari 36 negara yang disurvei untuk bidang matematika dan ilmu dasar.

"Dibandingkan negara-negara ASEAN, Indonesia masih tertinggal," kata Dodi.

Adapun MIPAnet merupakan jaringan kerjasama nasional lembaga pendidikan tinggi bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Kongres dihadiri oleh dekan Fakultas MIPA dari berbagai universitas di Indonesia. (kmp/ant/erw)  sumber : dari sini

Friday, March 26, 2010

Pelatihan Informasi Literasi

SDIT Darul Abidin - Depok Kemarin, tepatnya hari kamis pagi tanggal dua puluh lima maret tahun dua ribu sepuluh, pukul delapan hingga pukul empat sore. Penulis dan dua sahabat penulis yang berbeda unit diberikan sebuah amanah sekaligus pelajaran berharga bagi kami tentang pentingnya media literasi. Bertempat di SD Madania Gedung Budaya Afrika dan Gedung Perpustakaan dan Labkom SD Madania.

Memasuki era informasi seperti sekarang ini, setiap individu dituntut untuk dapat memperoleh dan mengolah informasi dengan efektif dan efisien. Kemampuan esensial inilah yang dikenal sebagai literasi informasi. Oleh sebab itu guru/pustakawan sekolah perlu menggalakkan program literasi informasi yang kreatif dan menarik sehingga kemampuan literasi informasi siswa/i semakin meningkat. begitulah pokok bahasan yang dibahas dalam kesempatan tersebut.

Baik oleh Bapak Muhammad Ihsanudin, M.Hum. yang memberikan presentasi tentang "Comparative Reflection on Information Literacy Programs in Asia" dalam presentasi tersebut beliau hanya membandingkan bagaimana perpustakaan di Hongkong yang canggih dan mapan yang mewajibkan perpustakaan di setiap sekolah mereka serta memiliki guru perpustakaan dan asisten serta petugas perpustakaan tersendiri dalam setiap perpustakaan dan setiap sekolah. Dan membandingkannya juga dengan Malaysia yang menjadikan perpustakaan adalah salah satu pelajaran wajib bagi siswa- siswi mereka, dan pegawai perpustakaan disana telah disamakan hak dan kewajibannya seperti guru negeri.


Begitu juga presentasi oleh Bapak Dhama Gustiar, S.IP. tentang Empowering Librarians : Competencies and Skills for the 21th Century yang memberikan sebuah paradigma baru bagi kami bagaimana seharusnya seorang petugas perpustakaan itu, karena peralatan yang serba canggih dan modern maka seorang petugas perpustakaan harus aware dengan teknologi informasi bagaimana pemanfaatan media internet, apalagi dalam perpustakaan yang terbatas koleksi buku dan sarana belajar lainnya. Maka peranan internet sebagai salah satu media informasi yang memberikan solusi bagi siswa- siswi kita.


Kegiatan pukul satu siang adalah kegiatan workshop yang kami tunggu dan kami anggap sangat penting yakni tentang: ”Managing Library Services and Programs” penulis dan sahabat penulis akhirnya merasa agak sedikit kecewa karena disana hanya dibahas tentang bagaimana mempergunakan search engine pada internet yang aman bagi anak- anak, namun bagi anak- anak kebanyakan pastilah mereka akan merasa kesulitan karena pada search engine tersebut tak tersedia bahasa mereka.


Kegiatan ditutup dengan pemberian door prize pada pukul tiga sore dan salah satu sahabat penulis menjadi salah satu dari sepuluh orang yang mendapatkan door prize pada saat itu. Salah seorang sahabat penulis ingin sekali mendapatkan program / sistem perpustakaan di SD Madania itu diberikan atau bagaimana software mereka itu dibuat agar dapat kita praktekkan pada otomasi perpustakaan Darul Abidin.


Kegiatan tersebut sebenarnya cukup bagus, untuk para petugas perpustakaan agar mereka dapat meng-
up grade dirinya dengan ketangkasan IT atau teknologi informasi yang baik, mengenal search engine, agar memudahkan siswa dalam menjawab persoalan dan tugas- tugas dari guru serta sekolah mereka. Meng -up grade dirinya dengan kemampuan berbahasa Inggris, karena dengan bahasa tersebutlah kebanyakan informasi dapat dengan mudah didapatkan.

Kegiatan seminar dan workshop ini bertempat di Library Gedung Afrika Lt.1 Madania Progressive Indonesian School - Jl. Raya Parung Telaga Kahuripan Parung- Bogor. mr

Thursday, February 11, 2010

Membersihkan Jiwa

Oleh Ahmad Soleh

Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa manusia dua jalan, kejahatan dan ketakwaan. ''Dan (demi) jiwa dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.'' (QS Asy-Syams [91]: 7-10).

Jiwa manusia laksana air. Akan tetap jernih apabila dirawat dan disucikan. Apa pun yang dimasukkan ke dalam air jernih, dengan mudah bisa dilihat dan dikenali. Namun, akan sulit melihat dan mengenali benda yang dimasukkan dalam air yang hitam pekat.

Jiwa manusia akan menjadi hitam jika kemaksiatan dan perbuatan dosa terus dilakukannya. Pada jiwa seperti ini, penyakit hati mulai menjangkiti. Iri, dengki, dan serakah mulai tumbuh. Jiwa ini sulit ditembus cahaya dan petunjuk Allah disebabkan pekatnya kotoran dosa.

Akibatnya, jiwa tidak bisa membedakan lagi mana jalan yang diperintahkan dan jalan yang terlarang. Semua dianggapnya sama.
Jalan kefasikan dinilainya tidak berdosa jika dilalui, sedangkan jalan kebaikan dinilainya sia-sia untuk dilakukan. Orang-orang yang berjiwa demikian tidak akan bisa merasakan keikhlasan, kesabaran, dan lapang dada.

Adapun jiwa yang dihiasi ketaatan serta amalan saleh akan menjadi lebih bersih, sehat, dan segar. Cahaya dan petunjuk Ilahi akan tembus meresap dan mengendap dalam relungnya. Jiwa ini akan lebih mudah membaca dan menyimpulkan setiap isyarat di hadapannya dan ayat alam di sekelilingnya. Ia punya prasangka baik (husnuzhan) kepada Allah, optimistis dan lapang dada.

Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membersihkan jiwa. Di antaranya dengan berzikir, membaca Alquran, dan shalat. Dzikrullah yang dibarengi pengenalan tentang zat Allah (ma'rifatullah) akan mengundang kepasrahan kepada Allah dan syariah-Nya, sehingga jiwa menjadi tenang (QS Ar-Ra'du [13]: 28), dan hatinya bergetar karena rasa takut dan berharap kepada-Nya (QS Al-Anfal [8]: 2).

Selanjutnya, membaca Alquran yang disertai pendalaman kandungannya akan meningkatkan keimanan pembacanya dan menambah kecintaan kepada bacaan mulia ini. Juga, menjadi pendorong baginya untuk mencintai Zat Yang menurunkan kalam ini.

Adapun shalat merupakan bukti ketundukan seorang hamba kepada Khaliknya. Shalat mengantarkan pelakunya mampu menepis perbuatan keji dan mungkar (QS Al-Ankabut [29]: 45) dalam kehidupan sehari-hari. Di saat kejahatan merebak di masyarakat, pembersihan jiwa hendaknya dilakukan setiap insan Muslim. Oleh karenanya, mari bersihkan jiwa, mulai dari kita sendiri.

Red: taqi

Tuesday, December 22, 2009

Selamat Hari Ibu...

Ibu

Ribuan kilo
jalan yang kau tempuh
Lewati rintang
untuk aku anakmu

Ibuku sayang
masih terus berjalan
Walau tapak kaki
penuh darah penuh nanah

Seperti udara
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas . . . . . . . . . . . .
Ibu . . . . . . . . . . . . . ibu . . . . . . . . . . . . .

Ingin kudekap
dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur
bagai masa kecil dulu

Lalu do'a-do'a
baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas . . . . . . . . . . . . . . .
Ibu . . . . . . . . . . . . . ibu . . . . . . . . . . . . .

lirik dan lagu: H. Iwan Fals

Monday, December 21, 2009

Pentingnya Meluruskan Dan Merapatkan Shaf Ketika Sholat Berjamaah


Saudaraku, ajaran Islam memang benar-benar sempurna dan lengkap. Sedemikian lengkapnya sehingga soal bagaimana melaksanakan sholat berjamaahpun diatur di dalamnya. Pernah diriwayatkan bahwa para sahabat langsung diajarkan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam agar di dalam barisan sholat berjamaah senantiasa dipastikan lurus dan rapatnya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahkan memberikan ancaman berupa akibat yang akan ditimbulkan bilamana shaf dibiarkan tidak lurus.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا
حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ حَتَّى رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ
ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ فَرَأَى رَجُلًا
بَادِيًا صَدْرُهُ مِنْ الصَّفِّ فَقَالَ عِبَادَ اللَّهِ
لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam selalu meluruskan shaf kami, sehingga beliau seolah-oleh meratakan anak panah sehingga beliau melihat bahwa kami telah memahaminya. Kemudian suatu hari beliau keluar (untuk menunaikan sholat), lalu berdiri hingga ketika hampir mengucapkan takbir, beliau melihat seorang lelaki dadanya keluar (menonjol) dari shaf, maka beliau bersabda: “”Hai hamba-hamba Allah, kalian benar-benar meluruskan shaf kalian (jika tidak) Allah akan (menimbulkan perselisihan) di antara wajah-wajah kalian.” (HR Muslim dan Ahmad)

Berdasarkan hadits di atas, jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kemungkinan terjadinya perselisihan antara wajah-wajah para sahabat jika mereka mengabaikan lurusnya shaf. Perselisihan antara wajah dapat juga diartikan sebagai munculnya perbedaan cara pandang dalam berbagai masalah kehidupan. Secara jangka panjang hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perpecahan di tengah tubuh ummat Islam. Saudaraku, jika kita mau jujur, persoalan kerapihan shaf sholat berjamaah di banyak masjid di negeri kita tampaknya sudah kronis. Mungkinkah ini yang menyebabkan sulitnya kita ummat Islam dapat bersatu menghadapi musuh-musuh Islam dewasa ini?

Perlu disadari juga bahwa lurusnya shaf sangat mempengaruhi ke-afdhol-an sholat berjamaah yang kita lakukan dalam penilaian Allah. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sampai bersabda:
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ
“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat.” (HR Bukhary)
سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ
“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah)

Maka saudaraku, marilah kita senantiasa memastikan bahwa saat kita hadir dalam sholat berjamaah –apalagi jika kita menjadi Imam sholatnya- kita senantiasa menegakkan sholat tersebut sesuai arahan dan bimbingan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Kita pastikan bahwa shaf-shaf sholat berjamaah kita selalu berada dalam keadaan lurus dan rapat. Konon menurut suatu riwayat Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu sangat tegas dalam masalah ini sehingga beliau pernah meluruskan shaf barisan sholat berjamaah dengan menggunakan pedangnya...! Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam pernah menyuruh para sahabat agar berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat secara teratur di hadapan Allah. Sehingga para sahabat heran dan bertanya seperti apakah barisan para malaikat di hadapan Allah itu?
أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَلَّ وَعَزَّ
قُلْنَا وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهِمْ
قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْمُقَدَّمَةَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ
“Tidakkah kalian berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat (dengan rapih) di hadapan Rabb mereka?” Maka kami bertanya: ”Ya Rasulullah, bagaimanakah berbarisnya para malaikat di hadapan Rabb mereka?” Beliau bersabda: “Mereka menyempurnakan shaf-shaf pertama dan merapatkan shaf.” (HR Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

Pada kesempatan lain Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam pernah memperingatkan para sahabat agar menutup celah-celah di antara shaf sholat berjamaah mereka dengan saling berdekatan satu sama lain antara mereka. Sebab bilamana celah-celah tersebut dibiarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dapat melihat –dengan izin Allah- syetan menyelinap di dalam barisan orang-orang yang sholat berjamaah laksana anak-anak kambing...!

رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ
فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيْطَانَ
يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ
“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)

Saudaraku, jika kita merujuk kepada hadits di atas lalu kita kaitkan dengan realita sholat berjamaah ummat Islam kebanyakan, maka kita sangat khawatir sudah berapa banyak syetan yang berseliweran meramaikan barisan sholat berjamaah kaum muslimin di masyarakat kita selama ini…! Tidak mengherankan bilamana sholat kita selama ini tidak terlalu jelas memberikan nilai tambah bagi hadirnya akhlak mulia. Padahal Allah menjamin bahwa sholat seseorang pasti mencegah dirinya dari berbuat keji dan mungkar. Jangan-jangan inilah di antara faktor utamanya...!
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
”... dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS Al-Ankabut ayat 45)

Kadang kita malah menjumpai kenyataan dimana saat kita berkeinginan untuk merapatkan shaf dengan mendekatkan diri kepada tetangga sholat kita, malah saudara kita itu malah menjauhkan badannya dari kita. Sehingga shaf tidak kunjung rapat, selalu saja ada celah-celah di antara orang-orang yang sholat. Memang ini semua memerlukan edukasi ummat secara massif agar kita semua dapat benar-benar meraih sholat yang berbuah akhlaqul karimah. Inilah yang dikhawatirkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam salah satu hadits beliau. Bilamana seseorang memutuskan shaf sholat, maka sama saja ia mengundang diputusnya rahmat Allah atas dirinya. Sebaliknya bila seseorang menyambung shaf sholat yang tadinya terputus justeru dia akan memperoleh sambungan rahmat Allah atas dirinya.
مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Barangsiapa menyambung suatu shaf, niscaya Allah menyambungnya (dengan rahmatNya). Dan barangsiapa yang memutuskan suatu shaf, niscaya Allah memutuskannya (dari rahmatNya).” (HR An-Nasai)

Ya Allah, rahmatilah kami semua dengan sebab rapihnya, lurusnya dan rapatnya shof sholat berjamaah kami. Ya Allah, terimalah selalu segenap ’amal sholeh dan ’amal ibadah kami semua. Amin ya Rabb.-

Narasumber :oleh Ust. Ihsan Tanjung dari situs eramuslim.com

Tuesday, November 03, 2009

Berpijak yang bijak...


Salam pembaca semua, semoga makin hari kebaikan demi kebaikan menjadi jalan kita semua menuju kebahagiaan dunia akhirat. Akhir- akhir ini gempa berulang kali terjadi, tanah longsor, banjir, kebakaran, dan bencana kecelakan kendaraan kembali meningkat. Ada yang salahkah dengan bumi kita??? Apa bumi sudah tak aman lagi untuk dihuni??? Apa kita harus ke Bulan atau ke Mars???.

Pertanyaan- pertanyaan di atas memang cukup menyentil, dan mewakili berjuta- juta orang diseluruh dunia, bukan hanya di Indonesia, itulah mengapa sekarang diadakan wisata menuju mars atau ke bulan, seperti yang dilakukan para milyarder barat, dengan mengendarai pesawat ulang alik, mereka mencoba untuk meninggalkan bumi, bersenang- senang diketinggian.

Berpijak yang bijak menjadi barang yang mahal, bagaimana kita dijalan seringkali sombong, tak mau menunduk, atau malah membusungkan dada, memanjangkan celana hingga menyapu jalan, berkendara dengan kecepatan tinggi, berklaksonkan suara bising, beracun, dan berbahaya. Sudah waktunya kita kembali ke alam, memikirkan masa depan, masa depan kita dan anak cucu kita. Apakah kita harus menunggu alam ini hancur untuk kita wariskan kepada anak cucu kita??? Tidak, karena waris adalah harus yang terbaik untuk anak cucu kita, itulah sebabnya Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu menanam pohon, walaupun kiamat akan hadir hari esok. Seperti sabda Rasulullah saw:
“Jika tiba waktunya hari kiamat, sementara ditanganmu masih ada biji kurma, maka tanamlah segera” (HR. Ahmad).

Begitu juga seperti yang penulis saat ini lakukan, dahulu lensadarbi adalah sebuah forum kecil (sebuah harian) yang terbit dua mingguan melalui sekolah, yang kalau dipohon faktorkan pasti akan didapatkan bahwa dengan menerbitkan menjadi sebuah majalah membutuhkan kertas yang pastinya membutuhkan sebuah pohon sebagai bahan bakunya. Semakin banyak kertas yang digunakan, semakin banyak pula pohon yang tumbang. Itu gambaran sederhananya. Walaupun tidak bisa kita pungkiri, tapi kalau tidak ada kertas sama sekali juga belum tentu ada manusia manusia pintar.

Maka, mulailah dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan mulai dari saat ini.
Salam pohon rindang semua...

Tuesday, October 27, 2009

Manfaat Sarapan Pagi Bagi Kesehatan ...

SDIT Darul Abidin - Depok

Menu sarapan pagi yang sehat dapat membantu kita menurunkan berat badan, risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Menu sehat tersebut antara lain adalah sereal tinggi serat, buah-buahan dan susu tanpa lemak.



Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan pagi mempunyai tubuh yang lebih langsing dibandingkan mereka yang tidak sarapan pagi. Sebuah laporan yang dimuat di HarvardMen’s Health Watch edisi Februari menyatakan bahwa akibat tidak sarapan berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas sebesar empat kali lipat.

Thursday, October 22, 2009

Stasiun Kota Kini....

SDIT Darul Abidin- Depok
Kurang lebih enam bulan yang lalu siswa- siswi SDIT Darul Abidin mengadakan kunjungan belajar mereka ke Museum Bank Indonesia, dengan mengendarai kereta api mereka berangkat menuju Museum. Perasaan khawatir dan cemas terasa sekali pada setiap guru pendamping dalam mengawasi pergerakan para anak didik mereka, apalagi mereka tahu! kesan yang kini erat dengan stasiun adalah kesemrawutan, preman, kotor, gak tertib dan hal- hal negatif lainnya yang disandang stasiun ini.
Apatah lagi ketika masuk kesalah satu stasiun yang menjadi cagar budaya yang dilindungi dalam SK Gubernur Nomor 475 tahun 1993. Stasiun Jakarta Kota merupakan satu dari 35 bangunan kuno dan cagar budaya di Jakarta Barat di samping Gedung Tjandranaya (yang kini diduduki bangunan hotel Novotel), Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, dan sebagainya. Kesan cagar budaya harusnya tampak indah dan terawat dengan baik, bukan malah semrawut, dan amburadul. Kalau sarana utamanya saja seperti kereta api, tempat tunggu penumpang dan jalan kereta tidak indah dipandang mata, apalagi kalau masuk musholla atau wc umum di stasiun kereta yang hanya bangunan penyangga. Pasti lebih buruk kondisinya. Na'udzubillah.

Kesan itu terasa benar saat kami dari siswa kelas tiga SDIT Darul Abidin melaksanakan kunjungan belajar menggunakan pelayanan jasa transportasi yang memang menjadi salah satu mata ajar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Jasa transportasi seperti kereta api, angkutan umum, deelel. Harusnya menjadi perhatian serius pemerintah untuk melayani rakyat Indonesia. Bagaimana rakyat akan senang bila diberikan pelayanan setengah- setengah atau malah pelayanan yang buruk dengan keterlambatan jadwal, penuh sesaknya stasiun kereta api dengan para pedagang asongan, maka pastinya mereka lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Jadilah kemacetan yang terjadi di Ibukota Jakarta, dan daerah- daerah penyangganya seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Semoga dengan pemerintahan baru, para pemimpin Indonesia ini mampu menegakkan kebaikan dan menghilangkan keburukan, sehingga pelayanan terbaik yang akan mereka berikan kepada rakyat Indonesia yang telah memilihnya. Semoga kita sebagai bangsa mampu menjadi bangsa yang Baldatu Thayibatun Warobbun Ghofur. Bangsa yang diberikan Rahmat dan kebaikan dari langit dan bumi. Amiin. mr

Friday, October 16, 2009

Tujuh Dosa guru


diambil dari duniaguru.com
gambar diambil dari sini


Dalam konteks pendidikan di negara kita, pendidikan "gaya bank" sebagaimana dikemukakan Paulo Freire menjelma dalam bentuk 7 (tujuh) dosa besar yang sering dilakukan oleh para guru. Tujuh dosa guru itu adalah :
a. Mengambil jalan pintas dalam mengajar;
b. menunggu peserta didik berperilaku negative baru ditegur;
c. menggunakan destructive discipline saat membina siswa;
d. mengabaikan keunikan peserta didik saat mengajar (siswa kurang mampu dan siswa mampu diperlakukan sama saja dalam KBM);
e. malas belajar dan meningkatkan ketrampilan karena merasa paling pandai dan tahu;
f. tidak adil (deskriminatif); dan
g. memaksa hak peserta didik.


Guru sebagai factor menentukan mutu pendidikan. Karena guru berhadapan langsung dengan para peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Di tangan guru mutu kepribadian mereka dibentuk. Karena itu, perlu sosok guru kompeten, tanggung jawab, terampil, dan berdedikasi tinggi.


Kenyataan rendahnya kompetensi dan ketrampilan guru dikemukakan Fasli Djalal mantan Dirjen DIKNAS Peningkatan mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan beberapa waktu lalu hampir separo dari sekitar 2,6 juta guru di Indonesia tidak layak mengajar di sekolah. Sementara input guru di Indonesia sangat lemah. Data Balitbang menunjuk peserta tes calon guru PNS setelah dilakukan tes bidang studi ternyata rata-rata skor tes seleksinya sangat rendah. Dari 6.164 calon guru Biologi ketika dites biologi rata-rata skornya hanya 44.96; dari 396 calon guru Kimia dites Kimia rata-rata skor yang dicapai 43,55. Dari 7.558 calon guru bahasa Inggeris rata-rata hasil tes dicapai hanya 37,57.


Guru adalah kurikulum berjalan. Sebaik apa kurikulum dan system pendidikan yang ada, tanpa didukung kemampuan guru, semuanya akan sia-sia. Guru kompeten dan efektif, tanggungjawab utamanya mengawal perkembangan peserta didik sampai suatu titik maksimal. Tujuan akhir seluruh proses pendampingan guru adalah tumbuhnya pribadi dewasa yang utuh. (Sumber: http://re-searchengines.com/)

Friday, June 12, 2009

Keberadaan Burung di TNGP Musnah???

Lensadarbi- Depok
SUKABUMI -- Kepala Bidang Pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) wilayah Sukabumi, Widada, menyatakan, akan menindak secara tegas pemburu burung yang melakukan aktivitasnya di kawasan TNGP, pasalnya semua burung yang berada di kawasan tersebut dilindungi.
Petugas secara rutin melakukan patroli di kawasan TNGP dan sejumlah sukarelawan juga membantu penjagaan kawasan tersebut dari aktifitas perburuan burung.S eorang Polisi Hutan (Polhut) di kawasan TNGP, Syarif Hidayat, menegaskan, akan segera menindaklanjuti laporan adanya aktifitas perburuan burung."Kami akan melakukan patroli dengan intensif untuk menjaga kawasan TNGP dari perburuan. Kalau dibiarkan terus berlangsung maka akan mengancam keberadaan burung di kawasan TNGP," katanya seraya menambahkan di TNGP terdapat sebanyak 251 jenis burung yang dilindungi keberadaannya.
Ditempat terpisah, salah seorang aktifis lingkungan Kusukabumiku, Budiyanto menyatakan keprihatinannya atas maraknya praktek perburuan burung di kawasan TNGP, pasalnya seluruh habitat yang ada di kawasan TNGP dilindungi dan dilarang untuk melakukan aktivitas perburuan.Ia berharap semua pihak harus peduli terhadap keberadaan kawasan konservasi tersebut karena jika tidak, maka akan mengancam kelangsungan hidup manusia, terutama warga di sekitar hutan."Petugas TNGP sebagai pemegang amanah harus menjadi garda terdepan untuk menjaga kawasan tersebut, termasuk menyosialisasikan berbagai program konservasi kepada seluruh elemen masyarakat," ujarnya.(ant/ah) sumber : Republika

Thursday, June 04, 2009

Panorama Piramida

SDIT Darul Abidin - Depok
Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai "negeri piramida" sekalipun ditemukan situs piramida dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan pusat peradaban Maya.
Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja
Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. Namun demikian, berabad abad piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa harta kekayaannya dan segala macam artefak guna di alam baka, sekalipun diberi perlindungan dengan semacam kutukan-kutukan untuk mencegahnya. Sehingga pada masa raja-raja mesir kuno berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi seperti halnya makam Raja Tutankhamun yang ditemukan secara utuh dan lengkap.wikipedia

Friday, May 29, 2009

WISUDA 2009 Menghitung hari....

SDIT Darul Abidin - Depok

Kegiatan Wisuda SDIT Darul Abidin sudah semakin dekat, pekerjaan rumah dan persiapanpun terus dilakukan baik oleh siswa- siswi, bapak/ ibu guru, staff & karyawan, pihak sekolah maupun orang tua murid SDIT Darul Abidin.

Mulai persiapan teknis acara maupun non teknis, mulai dari paduan suara hingga persiapan dekorasi panggung, semua sdilakukan bahu membahu sdemi siswa- siswi kelas 6 yang akan segera melanjutkan langkahnya ke medan berikutnya yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Semoga langkah kaki mereka ke depan diberkahi dan selalu dalam lindungan Allah SWT, serta tidak lupa akan almamaternya di SDIT Darul Abidin, maka tindak tanduk, sopan santun, perlu mereka jaga agar pandangan masyarakat yang telah baik terhadap sekolah Darul Abidin, mampu menjadi teladan bagi sekolah- sekolah lainnya. Amiin.

Pengorbanan dan perjuangan telah mereka lakukan untuk masa depan mereka dimulai dari pendidikan dasar ini mereka meningkatkan prestasi mereka, mempelajari semua yang diberikan oleh sang guru, juga bermain segala hal yang mampu dan bermanfaat bagi kehidupan mereka dimasa depan.
Ke depan diharapkan para siswa yang telah selesai melaksanakan pendidikan dasarnya dapat aktif berhubungan dan berkomunikasi aktif dengan sekolah ini, lewat forum alumni maupun forum komunitas di alam maya misalnya, selanjutnya doa tulus untuk mereka semua siswa- siswi SDIT Darul Abidin dan para alumni semoga mendapatkan kemudahan dalam pelajaran hidup ini, dan mendapatkan cita- cita yang mereka inginkan. Amiin.

Thursday, May 07, 2009

Atasi Kenakalan Anak dengan Pujian

SDIT Darul Abidin - Depok
ANAK-anak berubah menjadi nakal dan susah diatur saat mendekati umur dua tahun, dan menunjukkan pengendalian emosi yang lebih baik pada usia 3, 5 tahun. Masa usia dua tahun dikenal dengan istilah "terrible twos" karena umumnya anak-anak yang mendekati dua tahun mulai banyak berulah, seperti sering uring-uringan dan melawan orang tua. Tidak perlu khawatir karena perlawanan di usia dua tahun bukan tanda seorang anak menjadi nakal. Namun, lebih kepada bagian yang wajar dari perkembangan diri anak tersebut.

Dengan melawan, mereka menyatakan bahwa anak tersebut percaya diri dan memiliki kendali dari kegiatan-kegiatan yang terjadi di sekitar mereka. Namun, tidak berarti anak yang kooperatif dan mudah setuju menjadi tidak sehat. Studi menemukan bahwa para ibu yang bersikap sensitif dan positif sering kali memiliki anak yang mudah menuruti permintaan mereka. Para periset menyatakan keprihatinannya kepada anak yang sering bersikap acuh tak acuh terhadap ibunya.

Tidak seperti anak-anak yang sering kali melawan orang tua, anak yang apatis kemungkinan besar memiliki ibu dengan gejala depresi. Ada kemungkinan anak-anak yang memiliki ibu dengan gejala depresi berat belajar untuk menjadi pasif dan tidak belajar untuk menjadi percaya diri. Dengan kondisi ibu yang mengalami depresi, maka anak akan menjadi tidak mudah ditebak karena anak tidak berkembang dengan perasaan mampu memiliki kendali. Dalam jurnal Child Development, dikatakan bahwa suatu interaksi yang didapat dengan merekam 119 orang ibu dan anak-anak mereka yang berusia satu hingga dua tahun.

Sementara anak-anak bermain, ibu berinteraksi seperti biasa di dalam kehidupan sehari-hari. Setelah beberapa waktu,para ibu diminta untuk menyuruh anakanak mereka menyimpan mainan mereka. Ketika para periset menganalisis rekaman, mereka menemukan bahwa banyak di antara para ibu yang bersikap positif selama waktu bermain (seperti memberikan pujian dan membiarkan anak memimpin permainan), anak mereka menurut untuk membereskan mainannya."Memberikan pujian membuat anak lebih menurut akan perintah yang diberikan orang tua.

Sedangkan kemarahan akan membuat anak melawan," kata Ketua Periset, Edward Sebastian dalam jurnalnya. Walaupun sikap melawan seorang anak merupakan bagian dari perkembangan normalnya, bukan berarti orang tua dapat membiarkannya begitu saja. Seorang anak harus dapat mengendalikan emosi, dengan melihat contoh sikap sabar dari orang tuanya. "Itu berarti orang tua harus lebih sering memberikan pujian kepada anak. Karena kenakalan anak-anak sebenarnya wajar seiring munculnya rasa ingin tahu mereka," kata dia. (Koran SI/Koran SI/nsa)

Sumber dari: Okezone

Saturday, November 01, 2008

Laskar Pelangi The Movie

SDIT Darul Abidin - Depok
November 01th, 2008

Kisah dalam film realis Laskar Pelangi memang sungguh inspiratif. Terhampar kisah penuh semangat dari sukumpulan anak-anak Belitong, Bangka yang tak akan dan ingin pernah menyerah dalam meraih sejumput impian, yah mimpi. Kadang hidup ini harus dan memang harus berawal dari mimpi. Sederet kisah tentang keteguhan, keyakinan dan usaha keras.

Para guru dan karyawan SDIT Darul Abidin yang kemarin (Jum'at, 31 Okober 2008)menyaksikan kisah dalam film Laskar Pelangi, pasti merasakan betapa mimpi adalah kekuatan bagi kita untuk hidup lebih baik lagi, bagaimana tidak! guru dan karyawan SDIT Darul Abidin adalah para pejuang pendidikan yang ikhlas ataupun tidak telah dan akan terus mengabdikan diri untuk tumbuhnya kemajuan bagi diri, keluarga, maupun anak didik itu sendiri (red: siswa-siswi) SDIT Darul Abidin

Begitu banyak pelajaran tentang seni kehidupan. Pelajaran yang paling sering diingatkan kepada kita adalah keberanian, keteguhan dan pantang menyerah akan keadaan apapun yang kita hadapi dalam kehidupan yang sering sekali disampaikan oleh seorang kepala sekolah yang bersahaja, dan keberhasilan dalam kehidupan tidak diukur dengan nilai dan angka- angka, akan tetapi oleh hati. Sebagaimana sabda nabi SAW, "Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging; jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh namun jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih dari Nu’man bin Basyir) Para ulama mengibaratkan hati seperti panglima perang di tengah-tengah pasukannya. Yah, hati... oh hati.

pelajaran itu adalah: Tekad (Azzam),Gigih, Ulet dan Rajin

Tak dinyana lagi, tokoh Ikal, Lintang beserta kawan-kawannya, telah menyajikan berbagai kegigihan, dan keuletan yang menggumpal dalam diri dan guru mereka. Ditengah segala keterbatasan sarana pendidikan dan ekonomi yang menghimpit, mereka seakan enggan untuk menyerah dan putus asa. Mereka terus berjalan dan bahkan berlari dengan sepeda mereka mengejar asa, meski segenap rintangan selalu mengintai, dan beragam tekanan senantiasa hadir disepanjang jalan.

Ketangguhan memang hanya akan terukir dalam jejak penuh tekanan yang istiqomah Kegigihan untuk terus berusaha dan ketangguhan untuk terus bangkit di setiap kegagalan, hingga menuju keberhasilan. Yah, Gigih... Azzam.

pelajaran itu adalah: Tokoh bu guru Muslimah tak pelak telah menyajikan ketrampilan ini dengan penuh kegemilangan, sayang dalam film itu tak ditampakan bagaimana kecerdasan sang guru dalam mendidik anak- anak mereka. di gedung sekolah yang layak disebut kandang kambing dan dalam kekelaman hidup anak-anak didiknya, bu Mus nyaris tak pernah kunjung memadamkan jiwa seorang profesional yang berpengalaman, pada profesi yang ditekuninya. Dedikasi yang mengakar dan keteguhan komitmen pada profesinya, membuat ia senantiasa berikhtiar untuk menghamparkan yang terbaik untuk siswa- siswinya.

Inilah sebuah penghargaan yang hadir dari rasa bangga akan pekerjaan yang kita lakukan, dan dari sebuah keyakinan bahwa bekerja juga adalah sebuah ibadah. Sebuah keyakinan yang mestinya meng-inspirasi kita untuk selalu membentangkan kerja-kerja ihsanul 'amal dalam setiap jejak kehidupan profesional yang tengah kita jalani.

Pelajaran itu adalah: teruslah nyalakan harapan dan mimpi untuk merengkuh masa depan yang lebih indah nan bermartabat. Anak-anak belia dari Belitong itu, dengan caranya masing-masing, mencoba untuk terus merayakan nyala harapan itu, meski kegetiran demi kegetiran hidup selalu menyelinap dan menyergap. Sebab jika setitik harapan itu juga sudah padam, maka apa lagi yang tersisa untuk menopang jalan kehidupan yang kian keras?

Ya, masa depan hanya akan menjadi milik mereka yang percaya dengan keindahan impian dan harapan-harapannya. Itulah sebabnya, kita barangkali mesti juga memelihara harapan positif tentang masa depan yang lebih baik. Sebuah keyakinan dan mindset positif bahwa kita juga bisa menganyam sebuah kehidupan yang indah,

Penutup, mari kita berdo'a untuk pribadi kita, keluarga dan anak didik kita agar senantiasa diberikan yang terbaik dan melahirkan generasi- generasi yang diridhai oleh Allah SWT, dan akan menjadi pemimpin- pemimpin hingga menjadikan negara Indonesia ini, negara yang Baldatun Thayibatun Wa Rabbun Ghafur. Amiin

Teriring salam dan terima kasih kepada Pak Hary WA, yang tanpa pamrih memberikan begitu banyak pelajaran dan ilmunya kepada saya, (juga atas nasi lauknya), juga kepada kang Oman, dan semua yang ada di Darul Abidin, kalian adalah inspirasiku....
mr

Saturday, October 25, 2008

Guru perlu tingkatkan belajar sains kreatif

Guru perlu tingkatkan belajar sains kreatif
Label : Opin, Dari Kami, Contact Us


SUKMAJAYA, MONDE: Pendidik diharapkan terus meningkatkan sikap profesional dan pemahamannya tentang prinsip-prinsip pembelajaran aktif, kreatif dan menarik demi terwujudnya pembelajaran sains yang berkualitas.Dalam kaitan itu, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) menggelar pelatihan bagi guru-guru sains dengan harapan terciptanya pembelajaran sains yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (Pakem).

Pelatihan dilaksanakan pada Senin-Kamis, 20-23 November 2006 di Graha Insan Cita Baktijaya Sukmajaya. Kegiatan ini merupakan jalinan kerjasama antara JSIT dan Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan Depdiknas.Ketua pelaksana pelatihan Suhartono mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan motivasi dan sikap profesional guru, pemahaman guru tentang prinsip-prinsip pembelajaran aktif, kreatif, dan menarik serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran sains dengan pendekatan Pakem.


Sasaran kegiatan ini meliputi guru Sekolah Dasar Islam yang mengajarkan pembelajaran sains dari 60 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di wilayah DKI Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Banten, dan Bandung.“Para peserta telah mengajar pada bidang sains minimal satu tahun dan memiliki kemampuan menyampaikan hasil-hasil selama pelatihan kepada rekan guru lain di sekolahnya masing-masing,” tutur Suhartono yang juga ketua Peningkatan Mutu Sekolah JSIT.Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan tersebut ialah menghasilkan guru yang memiliki motivasi dan profesional, paham akan prinsip-prinsip Pakem, memiliki kemampuan dalam perencanaan pembelajaran sains dengan pendekatan Pakem, dan memiliki kemampuan mengembangkan pembelajaran sains dengan pembelajaran Pakem.“

Adapun manfaat kegiatan tersebut adalah guru dapat memberikan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang lebih baik dan guru dapat mengelola pembelajaran dengan baik sehingga hasil belajar secara umum menjadi meningkat.”Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dengan berbagai metode meliputi metode ceramah, diskusi, tanya jawab, peerteeching, dan lain-lain. Ada juga workshop pembuatan alat peraga sains serta praktek pembelajaran sains di SDIT dengan supervisi dari narasumber.(m-9) (red)

Sumber: Monitor Depok

Dunia Pendidikan Laskar Pelangi


SDIT Darul Abidin- Depok

Mengejar Mimpi
Dunia Pendidikan Laskar Pelangi


Film ini merupakan adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an di Provinsi Bangka Belitung, tepatnya di Desa Gantong, Belitong yang menjadi novel terlaris di Indonesia sampai saat ini. dFilm ini dapat dikatakan sebagai sebuah film pendidikan yang mampu menggetarkan jiwa-jiwa mereka yang peduli dengan pendidikan bahwa ternyata masih banyak di daerah Indonesia yang begitu tertinggal untuk bidang pendidikan.


Film ini diawali dengan gambaran bagaimana hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong untuk mencapai 10 murid yang terdaftar, yang apabila tidak dicapai jumlah ini maka sekolah akan ditutup. Uniknya lagi pelengkap dari ke 10 murid adalah seorang anak yang mohon maaf retardesimental, keterbelakangan mental. Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa selama 5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka. Salah satunya adalah mereka berhasil menjuarai Cerdas Cermat dan Lomba Kreatifitas Seni di daerah tersebut dengan segala keterbatasan mereka.

Tokoh Guru Harfan adalah seorang Guru yang begitu mengerti temntang arti pendidikan bagi seorang manusia yang selalu mengatakan prinsipnya dalam mengajar seperti bahwa mengajar itu dengan menggunakan hati, selalu pantang menyerah dalam mengejar cita-cita atau mimpi dan selalu menuntut ilmu sepanjang hayat. Ketiga prisip inilah yang menjadi nafas dari film yang menarik ini.


Ketokohan dari Guru Harfan semakin terlihat dari kesabarannya dalam mempertahankan sekolah Muhammadiyah ditengah berbagai kesulitan perekomian yang dalam film tersebut diperlihatkan dengan obat yang dimakan oleh Guru Harfan ketika sakit atau pemberian satu karung beras untuk bekal hidup mereka dari seorang teman yang peduli dengan berdirinya Sekolah Muhammadiyah. Hal ini semakin membuat miris hati karena selalu tertundanya gaji yang diberikan kepada 2 (dua) orang Guru yang membantu mengajar di sekolah tersebut.

Guru Mus, seorang guru perempuan yang begitu mencintai Sekolah Muhammadiya, ini ditandai dengan pengorbanannya menolak tawaran dari SD Negeri lain yang sudah favorit di daerah tersebut Kemudian ditambah lagi ia kerap kali tidak menerima gaji dari sekolah tersebut, untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya ia mendapatkan uang melalui ongkos jahit pakaian. Guru Mus juga kerap kali memberikan dorongan kepada anak didiknya untuk selalu belajar dan mengejar mimpi, bahkan ia pula yang memberikan gelar anak didiknya "Lasykar Pelangi", sebagai salah satu usaha dia untuk membangkitkanimpian mereka untuk dapat mengejar cita-cita mereka.

Yang menarik dalam film ini adalah ketika Lintang harus berhenti beberapa saat ketika ia ingin pergi ke sekolah menunggu lewatnya seekor buaya pada jalan yang dilaluinya. Ini semakin terlihat ketika Lintang harus menghadiri perlombaan cerdas cermat mewakili sekolahnya ia hampir saja terlambat karena ternyata buayanya berjemur dijalan tersebut sampat akhirnya datang seorang pawang yang mengusir buaya tersebut dari jalan.


Karakteristik seorang Lintang ini semakin mengental ketika ia harus berhenti sekolah karena ayahnya mati, sebagai seorang yatim piatu ia harus bertanggung jawab kepada ketiga adik-adiknya. Disini terlihat bagaimana seorang anak manusia lebih memilih berkorban untuk kepetingan keluarganya karena situasi yang memang membuatnya harus memilih. Padahal saat itu Lintang sudah menjadi orang terpilih dengan kecerdasannya pada pelajaran matematika, yang sudah tersosialisasi pada acara cerdas cermat yang dimenangkan Sekolah Muhammadiyah.

Selain itu, yang menarik lagi dalam film ini adalah bagaimana seorang Ikal dengan bermodalkan mimpi dan inspirasi dari sahabatnya Lintang serta wanita keturunan tionghoa idamannya ia bisa belajar ditempat yang ia impikan untuk dapat mengunjunginya, Paris, bahkan bisa mengelilingi Eropa. Ikal adalah seorang karakteristik orang yang ketika ia sudah menginginkan sesuatu atau memimpikan sesuatu ia akan merupaya mengejarnya dengan seluruh daya upayanya. Ini bisa terlihat ketika ia jatuh cinta dengan seorang wanita keturunan Tionghoa ia begitu berupaya mengejarnya dengan segala upaya, bahkan dalam film ini dikisahkan sedikit kisah romantika mereka begitu segar, hangat dan menyentuh.

Disini juga digambarkan Guru-guru yang begitu mencintai anak-anak didik mereka, bagaimana mereka mengajarkan mereka berdasarkan hati mereka, keyakinan mereka, dan karena panggilan jiwa mereka walau mereka tidak mendapatkan materi yang banyak atau bagi mereka materi bukanlah segala-segalanya.


Hal-hal inisesungguhnya yang saat ini terlupakan oleh Guru-guru sekarang, bahwa anak didik itu bukan sebuah barang akan tetapi sebuah jiwa yang harus di didik dengan segenap jiwa juga, bukan hanya sekedar kurikulum atau teori pembelajaran lainnya yang tidak menggunakan sebuah konsep mengerti tentang keunikan dari masing-masing individu seorang manusia. Saat ini, terlihat berbondong-bondongnya Guru untuk mendapatkan sertifikasi bukan karena mereka menginginkan sebuah kompetensi atau kehalian akan tetapi lebih karena tertarik dengan tunjangan-tunjangan yang akan mereka dapatkan sehingga diantara guru ada yang melakukan berbagai cara tanpa mempedulikan salah dan benar.

Dalam film ini mengingatkan kita kembali bagaimana kondisi dunia pendidikan kita yang saat ini belum betul-betul sempurna, begitu banyak konsep yang dikeluarkan, begitu banyak program yang dilaksanakan, tapi tampaknya belum mencapai tujuan yang diharapkan. Sebagai contoh ketika BOS diluncurkan diharapkan akan dapat memberikan pendidikan gratis, namun yang terjadi adalah masih banyak bayaran-bayaran yang dimintakan kepada anak didik dengan berbagai alasan dan cara. Ketika ada peraturan yang mengatakan bahwa setiap anak didik tidak diperkenankan membeli buku dari sekolah, namun kenyataannya masih banyak yang bermain antara pihak sekolah dan buku demi mendapatkan beberapa sen pembagian komisi.


Atau ketika kita mengatakan bahwa banyak anak bangsa kita yang cerdas akan tetapi hanya sebagian kecil saja, walau kita bangga tapi kita kecewa dengan daya saing anak-anak kita yang pada umumnya rendah.Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia itu.


Dengan menonton film ini kita akan tersadar bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan pendidikan yang bermutu, tidak menjadi jaminan bahwa pendidikan bermutu lengkap sarana dan prasarananya, guru-guru terkadang melupakan bahwa anak didik mereka adalah seorang jiwa bukan barang sehingga diperlukan pendekatan kejiwaan untuk mendidik mereka, kemiskinan adalah penyebab hilangya kesempatan orang-orang yang berpotensi untuk mendapatkan pendidikan yang baik, dan terakhir adalah bahwa Tuhan telah menciptakan akal yang sama pada manusia tanpa membeda-bedakan suku bangsanya, sudah seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang bermutu.


(Kosasih)

Friday, October 24, 2008

Bocah Pembeli Es Krim

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

"Mbak sundae cream harganya berapa?" si bocah bertanya.

"Lima ribu rupiah," yang ditanya menjawab.

Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih "berduit" ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

"Kalau plain cream berapa?"

Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, "Tiga ribu lima ratus".

Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, " Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak," kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.


Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.