Lensa Darbi

Monday, February 25, 2008

Amanah


Oleh : Shalahuddin El-Ayyubi

Satu ketika ada seorang gubernur di masa kejayaan Islam menolak hadiah ikan lezat kegemarannya dari penduduk. Sikap ini membuat adiknya bertanya alasan dia melakukannya. ''Sangat sederhana,'' ujarnya. Seorang yang bijaksana, kata dia, sebaiknya tidak membiarkan kesenangan pribadinya diketahui oleh umum. ''Orang-orang itu berusaha memuaskanku. Jika aku terima, aku berutang pada mereka. Ketika membuat keputusan, aku ingin membelokkan hukum untuk membalas kebaikan mereka.''

Adiknya manggut-manggut setuju. Sang gubernur melanjutkan, ''Jika ini berlanjut, mungkin aku tertangkap dan kehilangan kedudukanku. Lalu siapa yang akan peduli kepadaku? Olehnya aku menolak kedermawanan mereka, aku bebas mengatur diriku sendiri. Dengan membuat keputusan yang tepat dan tidak berat sebelah, aku dapat mempertahankan posisiku jauh lebih lama dan tetap akan membeli ikanku sendiri.''

Manusia dikaruniai Allah SWT fitrah mencintai dan membenci. Cinta pada diri, ibu-bapak, istri, anak, saudara dan lainnya. Demikian pula dengan sifat benci. Keduanya kadang memengaruhi penilaian.

Seseorang akan selalu memaafkan kesalahan orang yang dicintainya, sebesar apapun kesalahannya. Sebaliknya seseorang akan selalu melihat kesalahan orang yang dibencinya sekecil apapun kesalahan itu.

Seorang pemimpin Muslim harus bisa memilah antara kepentingan pribadi dan umat. Ia harus sadar bahwa jabatan adalah amanah Allah kepadanya dan akan dipertanggungjawabkan.

Di negeri ini, tak sedikit pejabat yang bukan hanya menerima tetapi juga memberikan hadiah untuk mendapatkan dan mempertahankan jabatannya. Untuk jadi pemimpin, tak cukup hanya modal pintar saja tapi juga harus berduit. Jika tak punya modal, tak usah bermimpi menjadi menteri, gubernur, bupati, dan jabatan bergengsi lainnya. Sebab itu, banyak pejabat yang semula dipercaya rakyat, akhirnya terjerumus jadi koruptor karena harus mengembalikan modal yang telah dikeluarkannya dulu.

Kita butuh seorang pemimpin yang amanah, adil dan berani. Kita perlu sosok seperti Abu Bakar yang mengembalikan seluruh gaji yang diperolehnya dari Baitul Mal. Kita perlu tokoh seperti Umar bin Abdul Aziz yang mematikan nyala lilin karena digunakan bukan untuk kepentingan umat.

Rasulullah pernah berdoa, ''Ya Allah, berilah hamba-Mu ini untuk selalu dapat bersikap adil, baik dalam keadaan cinta maupun benci.'' (Muttafaq 'Alaih). Bahkan Rasulullah yang merupakan pemimpin umat dan kekasih Allah pun berdoa demikian pada Tuhannya, dan selalu menjaga amanah yang diembankan padanya. Apalagi kita semestinya!

Saturday, February 23, 2008

Ilmu Pengetahuan

Oleh : Alwi Shahab

Abu Rayhan Al-Biruni, seorang fisikawan yang hidup pada abad ke-4 Hijriah, banyak mempelajari berbagai disiplin ilmu. Hingga ia dijuluki sebagai salah seorang ilmuwan Muslim terbesar. Suatu ketika, saat ia menjelang ajalnya di pembaringan, seorang sahabatnya, ahli fikih, datang menjenguk. Bagi Biruni, ini merupakan kesempatan yang baik untuk bertanya tentang berbagai masalah hukum.

Ahli fikih itu terkejut dan berkata, ''Saya pikir, saat ini bukanlah waktunya Anda membahas ilmu pengetahuan.'' Biruni langsung menjawabnya, ''Anda salah. Saya pikir akan lebih baik sekiranya saya mengetahui masalah ini kemudian meninggal dunia, daripada saya tidak mengetahui lalu meninggal.''

Ilmu pengetahuan adalah 'makanan' rohani kita. Di samping memikirkan kepentingan jasmani kita juga harus berpikir tentang 'makanan' rohani dan spiritualnya. Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW berkata, ''Aku merasa heran pada sekelompok orang yang hanya sibuk memikirkan apa yang harus ia makan, namun sama sekali tidak berpikir tentang ilmu yang ia harus miliki.'' Islam mewajibkan kepada umatnya --baik pria maupun wanita-- untuk menuntut dan memperdalam ilmu pengetahuan. ''Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim,'' sabda Rasulullah SAW.

Kalau kewajiban agama seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, selalu dikaitkan dengan waktu dan mensyaratkan kedewasaan, namun mencari ilmu pengetahuan wajib sejak manusia dilahirkan hingga meninggal dunia. Di dalam Alquran banyak perintah untuk mempelajari dan mengadakan perenungan tentang rahasia-rahasia penciptaan alam, watak manusia, sejarah, hukum, dan seterusnya. Sejarah Islam mencatat, ketika beberapa orang kafir ditawan dalam Perang Badar, Nabi Muhammad memerintahkan untuk membebaskan mereka dengan tebusan. Namun, beberapa yang bisa membaca dan menulis mendapatkan perkecualian. Bagi mereka, tebusannya adalah mengajarkan ilmu kepada pemuda-pemuda Islam.

Islam menempatkan ilmu pengetahuan begitu penting, juga bisa terlihat dalam masalah jihad, dalam arti berperang di jalan agama. Bagi orang Islam yang sedang mempelajari ilmu, mereka dibebaskan dari kewajiban itu (At-Taubah:129).

Tentang tingginya kedudukan orang yang menuntut ilmu ini, Allah berfirman, ''Katakanlah! Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya, orang-orang bijak sajalah yang bisa menerima pelajaran.'' (al-Zunur: 9). Menurut sejumlah ahli tafsir, ilmu yang dimaksudkan dalam Alquran itu bukan hanya ilmu agama, tapi juga mencakup berbagai disiplin ilmu yang dapat memberikan sumbangan bagi peradaban dan kesejahteraan dunia.

lebih lanjut

Alhamdulillah, berita gembira hadir…

Alhamdulillah itulah Selamat Menempuh Hidup Baru Sahabatku…

Gamal Iskandarsyah Abidin dengan Citra





Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)


Selamat menempuh bahtera hidup baru sahabat, selamat mengarungi bahtera kehidupan ini dengan orang yang insya Allah akan selalu setia mendampingi dalam menghadapi pasang surut problematika kehidupan. Terlalu berat menjalani hidup yang penuh dengan cobaan dan godaan ini sendirian. Sangat disayangkan jika keutamaan dan pahala yang dijanjikanNya hanya untuk orang yang telah menikah dilewatkan karena masih menyendiri. Sangat disayangkan jika hidup dunia yang hanya sementara ini dilewatkan tanpa pendamping yang menyejukkan mata, tanpa orang untuk berbagi dalam segala suka dukanya.

Selamat menempuh hidup baru sahabatku. Semoga Allah memberkati kalian berdua dan menjadikan kalian berdua penuh keberkahan atas kalian. Semoga Allah menjadikan keluarga yang kalian bina nantinya menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Keluarga pencetak generasi handal. Amiin.


Segenap warga SDIT DARUL ABIDIN mengucapkan “Barokallahulaka wabaroka alayka wa jamaati bainakuma fii khair”. Amiin Allahumma Amiin

Thursday, February 21, 2008

Situ Gintung!!! Seru Eiiiii....

DEPOK - 21 Februari 2008, SDIT Darul Abidin melaksanakan acara besar pandu untuk kelas satu dan dua, yang kami beri nama PERCIK 2008 (Perkemahan Pandu Cikal Mula Darul Abidin Tahun 2008).

Suasana diperjalanan yang lumayan menghebohkan dan menguras tenaga, diiringi payungan cuaca seakan malu- malu menurunkan airnya. Seakan Sang Maha Pencipta ridho akan kehadiran para generasi muda Al Islam. Dengan penuh semangat, riang dan gembira mereka (red: siswa-siswi SDIT Darul Abidin) mengikuti agenda kegiatan yang telah dipersiapkan dan disusun dengan sangat matang. Mulai dari upacara, perkenalan, pembagian kelompok (barung), games dan out bond, sholat dan makan siang. Semua mereka laksanakan dengan sangat baik dan salut untuk keberanian dan kerjasama yang telah mereka tunjukan.

Semoga tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini dapat terealisasi dan dapat diperlihatkan dalam kehidupan mereka sehari- hari mulai sikap mandiri, berani, bekerjasama, pantang menyerah, tenggang rasa, penuh tanggung jawab, bersemangat, dan kuat menghadapi ujian. Amiin.

Wednesday, February 20, 2008

Roda itu Berputar Kawan!!!


Kadang saat terlena dalam sebuah euforia kemenangan dan ketinggian hati membuat kita sering lupa diri... Sebuah tamparan telak di wajah kita itu memang sangat perlu adanya.. Untuk mengingatkan bahwa kita masih menjejak di tanah.. Tidak lantas terlalu berbangga hati dan lupa daratan.... Menganggap semuanya adalah jalan lurus dan tanpa celah berduri dan tanah berbatu cadas tajam... Jangan terlalu jumawa atas apa yang telah diraih... Itu hanyalah kamuflase hidup....

Memang bijak kata para pujangga itu... Roda kadang berputar... Kadang di atas kadang di bawah.... Kadang cepat... Kadang pula melambat bahkan nyaris berhenti sama sekali... Begitulah hidup.... Hidup yang harus kita jalani itu....

Seperti itu pulalah rasa hancur yang terasa di dalam dada ini... Sesak dan perih memang menusuk hati.... Namun apa lacur, kenyataan telah menghiasi benak terdalam kita...

Itu hanyalah contoh kecil dari maha besarnya teladan di kehidupan yang penuh perjuangan ini.... Mari kita terus berharap bahwa segalanya berjalan sesuai rencana-Nya... Kita tinggal menjalani dengan penuh harap bahwa esok lebih baik dari sekarang dan seterusnya....

Mohon Do'a Untuk Tim Wisuda Qur'an

SDIT Darul Abidin, insya Allah tanggal 23 Februari 2008 mendatang, akan segera melaksanakan Tes Ujian Seleksi Wisuda Qur'an Metode Qiro'ati di Ciputat, Jakarta Selatan. Dan kami mohonkan do'a untuk anak didik kami semoga berhasil dalam mengikuti Ujian Seleksi tersebut, semoga mereka diberikan kekuatan fisik, mental dan ilmu yang baik sehingga dapat menjadi yang terbaik. Amiin.

Pada Wisuda Qiro'ati tahun ini SDIT Darul Abidin, mengirimkan 23 siswa dan siswi untuk dapat mengikuti Wisuda Al-Qur'an dengan Metode Qiro'ati. Semoga beberapa penilaian baik itu : makhraj, fashohah, gharib, tajwid, waqof, dan lain- lain dapat sesuai dengan yang telah siswa- siswi pelajari sehingga dapat diikuti siswa - siswi Darul Abidin dengan baik.

Semoga kedatangan mereka ke Ciputat untuk mengikuti Seleksi Wisuda Al-Qur'an dapat diterima dan menjadi amal shalih, bagi mereka, orang tua, dan guru mereka insya Allah. Amiin. Teriring salam dan Do'a restu untuk mereka semoga berhasil. Amiin.

Tetap Semangat dan Maju Terus Siswa- siswiku.

Wassalam

Tuesday, February 19, 2008

Kami Datang ke Pulau Situ Gintung

Ketika kepenatan metropolitan semakin sesak, ketika tiada lagi tempat untuk menghirup segarnya udara pagi, Disini, di Pulau Situ Gintung
Siswa- sisiwi SDIT Darul Abidin diberikan kebebasan untuk menghirup segarnya udara Pulau. ditengah-tengah rimbunnya hutan kota yang dikelilingi oleh riak air danau. Disini, tempat burung-burung bernyanyi riang dan harum rumput masih tercium.

Pulau Situ Gintung terletak di sebelah selatan kota Jakarta, tepatnya di desa Cirendeu Kecamatan Ciputat Tangerang. Lokasinya yang begitu dekat dengan Jakarta, hanya 10 menit dari Pondok Indah, menjadikan Pulau Situ Gintung merupakan tempat alternatif bagi warga Jakarta untuk berwisata bersama keluarga.

Dengan luas lebih dari 5 hektar lahan yang ditumbuhi berbagai pohon dan tumbuhan yang telah berusia puluhan tahun, ditambah panorama danau Situ Gintung yang mengelilinginya, menjadikan kesegaran udara dan keindahan alam Pulau Situ Gintung tidak kalah dengan kawasan Puncak Bogor.

Potensi alam Pulau Situ Gintung yang lengkap akan menambah nilai aktifitas anda seperti camping, family gathering, pesta kebun, outbound, olah raga tenis, pemotretan, video shooting untuk sinetron, video klip, iklan atau aktifitas lain yang anda inginkan. Pulau Situ Gintung menginspirasikan nilai kehidupan pada setiap aktifitas anda

Tepatnya hari Kamis (21 Februari 2008) esok, kami akan datang dengan riang gembira, memberikan suatu pengalaman yang sangat berharga untuk anak didik siswa- siswi SDIT Darul Abidin, tepatnya diacara PERCIK (Pandu Cikal Mula SDIT Darul Abidin) Kelas 1 dan kelas 2. Pandu Cikal Mula Bersiaplah......... Allahu Akbar....

Pernahkah membayangkan 20 juta bangsa Indonesia di Internet 2-3 tahun mendatang?

Onno W. Purbo

Pada hari ini perkiraan jumlah pengguna Internet Indonesia sekitar 1,5 juta orang. Sebuah jumlah yang kecil di bandingkan dengan perkiraan total populasi bangsa Indonesia yang 220 juta manusia. Barangkali mirip sebuah khayalan membayangkan 10% - 20 juta bangsa Indonesia di Internet dalam waktu 2-3 tahun mendatang. Sebuah percepatan yang mendekati 1000% per tahun, mungkin bukan sebuah angka yang dengan mudah dicapai – paling tidak jika mencapai setengah dari target yang diharapkan maka bukan mustahil kehidupan dunia cyber di Indonesia akan semakin menarik. Sayangnya saya sampai sekarang tidak pernah melihat visi / targetan yang sesolid ini baik dari team koordinasi telematika indonesia yang dipimpin oleh mba Mega maupun dalam kerangka teknologi informasi BAPPENAS.

Untuk memperoleh jumlah massa yang besar maka secara logika sederhana fokus harus diberikan untuk memprioritaskan konsentrasi massa yang cukup besar untuk dapat di kaitkan secara mudah ke Internet. Pusat massa dunia informasi & pengetahuan yang terkait ke Internet secara instink tidak sulit untuk di identifikasi; mereka umumnya berada di:

• Pusat usaha / perdagangan / perkantoran – biasanya sudah teridentifikasi dengan adanya wartel-wartel di sekitar-nya.
• Lembaga Pendidikan.

Mengapa pusat massa ini yang kita pilih? Secara naruliah, segala sesuatu yang di pakai bersama seperti wartel & warnet akan memungkinkan akses dengan biaya murah bagi banyak orang tanpa perlu orang tersebut melakukan investasi yang cukup mahal perupa peralatan telepon, fax, komputer dll dan membayar abodemen. Bahkan bukan musatahil sebetulnya jika konsep sharing resources reducing cost ini di sosialisasikan sebetulnya biaya yang dibutuhkan untuk mengakses dunia informasi baik itu internet maupun telepon lokal, SLJJ & SLI sebetulnya hanya membutuhkan biaya Rp. 20-40.000 / bulan / orang untuk melakukan komunikasi sepuas-puasnya selama 24 jam / hari tanpa henti. Teknologi Internet sebetulnya sebuah teknologi sosialis & gotong royong yang pada akhirnya memungkinkan akses yang murah bagi banyak orang secara swadana & swadaya tanpa perlu berhutang kepada Bank Dunia, IMF, ADB sehingga tidak perlu menyusahkan anak cucu dikemudian hari.

Bagaimana mungkin 20 juta orang Indonesia terkait ke Internet? Mari kita beberapa pusat massa yang saya pikir akan sangat potensial. Jika kita lihat kondisi hari ini maka jumlah wartel ada 150.000 wartel dengan potensial anggota Internet melalui wartel 3-6 juta orang; warnet 1000+ & berkembang sangat pesat dengan potensial jumlah anggota 200-400.000 orang; lembaga pendidikan tinggi 1300 buah dengan potensial pengguna 3-5 juta orang bahkan mungkin lebih; sekolah menengah kejuruan (SMK) 4000 sekolah dengan potensi jumlah pengguna 3-4 juta orang dan sekolah menengah umum (SMU) sekitar 10.000 buah dengan potensi jumlah pengguna 5-7 juta orang. Jika kita jumlahkan massa yang berada di pusat konsentrasi massa ini maka angka 20 juta orang bukanlah angka yang mustahil.

Berapa biaya yang mereka butuhkan untuk mengkaitkan diri ke Internet? Saya coba ambil beberapa contoh – di Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung perkiraan biaya per mahasiswa adalah Rp. 5000 / bulan / mahasiswa (bukan jam). Di SMKN 1 Ciamis bahkan lebih ekstrim yaitu Rp. 1000 / bulan / siswa untuk e-mail. Jadi perhitungan kasar Rp. 20-40.000 / bulan / orang adalah angka yang sangat feasible untuk akses Internet.

Thursday, February 14, 2008

Ketika Siswa SD Pergi Ke Pasar

DEPOK - 14 Februari 2008, SDIT Darul Abidin, khususnya siswa – siswi kelas 3 akan segera melaksanakan transaksi jual beli ke Pasar Depok Jaya (Kota Depok). Siswa kelas 3 ini dengan semangat 45 berangkat pukul 09.00 wib dengan mengendarai kendaraan angkutan kota Depok D-01.

Didampingi oleh Ibu Nung dan Ibu Soffie, Ibu Ranti, dan Ibu Penny, Ibu Nur dan Ibu Titin sebagai guru kelas mereka, siswa- siswi diberikan arahan bagaimana bertransaksi tawar menawar dan bagaimana menghadapi para pedagang juga memberikan mereka kesan yang baik saat berjumpa para pedagang di pasar untuk mengetahui barang- barang kebutuhan apa saja yang para pedagang di Pasar Depok Jaya tersebut.

Sebagai media informasi langsung bagi siswa siswi SDIT Darul Abidin, dalam memenuhi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tentang transaksi jual beli dan pasar tradisional. Pasar Depok Jaya mempunyai berbagai sarana dan prasarana yang cukup memadai dalam memenuhi kebutuhan hidup warga Kota Depok, khususnya di lingkungan Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Siswa- siswi mempraktekkan bagaimana merka berbelanja dengan membeli tahu, daun bawang, lada dan juga kulit martabak telor. Rencananya setelah berbelanja mereka akan langsung masak di sekolah dibimbing oleh guru mereka.

Dalam menjalankan fungsinya Pasar Depok Jaya juga mempunyai kepala pasar, paguyuban pedagang pasar, satuan keamanan, dan dibantu dengan beberapa pengangkut barang dan tukang parkir.

Menyaksikan aktifitas ekonomi (jual-beli) masyarakat di pagi hari, sungguh sangat mengasyikkan. Betapa tidak, dibalut dengan hujan gerimis yang tanpa malu- malu mengguyur halaman sekitar. Pasar Depok Jaya ini telah ramai dengan transaksi jual beli, pembeli pada jam- jam ini adalah para ibu rumah tangga yang menyiapkan masakan atau makanan untuk keluarganya di rumah.

Meski pasar kini mendung, namun pasar tetap ramai, seperti pasar pada umumnya. Sementara di pinggiran jalan sudah berjejer para tukang becak dan angkot menunggu para langganannya. Pemandangan seperti ini bisa kita saksikan di Pasar Depok Jaya, Aktifitas pagi hari ini cukup menggambarkan bahwa kegigihan dan semangat juga keuletan para pedagang kita, yang tidak menyerah walaupun keadaan begitu sulit menerpa, Demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga, biaya sekolah putera – puteri mereka, dan kebutuhan hidup lainnya.

Kini, dengan dalih kerapian, estetika, efisiensi serta citra sebagai kota besar, fungsi pasar tradisinal (Pasar Depok Jaya) sebagai tempat jual beli cepat atau lambat digntikan oleh mal dan supermarket. Pertanyaannya, mal dan supermarket mana yang berbelanja dengan transaksi saling tawar menawar harga? Di sini, nilai guna pasar tradisional terasa penting bagi masyarakat bawah kita. Karena pada pasar jenis ini ratusan hingga ribuan orang menggantungkan biaya hidupnya. Mereka adalah kelompok masyarakat menengah ke bawah yang butuh penghidupan yang lebih layak. Sementara mal dan supermarket hanya menguntungkan para pemilik modal, konglomerat dn investor asing.

Bangsa ini membutuhkan manusia gigih, tidak kenal malas, dan beretos kerja tinggi, seperti semangat hidup para pedagang pasar tradisional. Mari kita berfikir lebih jernih demi kemanusiaan, agar tak malu dengan siswa- siswi kelas 3 SDIT Darul Abidin ini.

Tuesday, February 12, 2008

Ujian Praktek Presentasi Karya Tulis yang "Menakutkan"

Depok, 11 Februari 2008.
Senin hingga Rabu ini siswa/siswi kelas VI SDIT Darul Abidin, sedang melaksanakan Ujian Praktek Mempresentasikan Karya Tulis sebagai syarat kelulusan bagi siswa/siswi kelas 6 SDIT Darul Abidin, dan para siswa anggap kegiatan ini sebagai sarana latihan mental sebelum melaksanakan UASBN 2008.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dan sebagai guru penguji yakni Kepala Sekolah SDIT Darul Abidin yakni Ibu Endah Tri Kusumawati, M.Pd. dan Ibu Endang Yulasmanah, S.Pd. Sebagai Penguji Kedua. Siswa/siswi juga selama pembuatan karya tulis tersebut dibimbing oleh guru kelasnya masing- masing, yakni Pak. Joko Gumilang, Pak. Mas'ud, Ibu Heni, serta Ibu Hadijah.

Dilaksanakan pada pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 15.00 wib. Kegiatan inipun telah diadakan mulai dari angkatan pertama hingga angkatan sekarang ini tahun ajaran 2007/2008. Namun pada angkatan pertama pengujian yang dilakukan hanya sebatas tatap muka dan wawancara akan hasil karya tulis mereka dan baru pada angkatan kedua hingga saat ini mereka dipersiapkan untuk mempresentasikan karya tulis mereka dengan format file power point (.ppt) dengan menggunakan in focus.

Ruang Muzdalifah yang dijadikan tempat melaksanakan presentasi karya tulis ini sudah dipersiapkan hingga para siswa nyaman dalam mempresentasikan karya tulisnya, Pak Mas'ud (salah satu guru pembimbing) mengatakan bahwa "Presentasi yang mereka lakukan ini setara atau bahkan lebih berat dibandingkan dengan Ujian Sidang Skripsi pada Ujian Strata 1 (Sarjana).

Dengan bekal ini diharapkan para siswa dapat
1. Menguatkan mentalnya menghadapi UASBN 2008
2. Mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
3. Bersaing dengan dunia luar dan dapat percaya diri meraih hasil yang lebih baik

Singa dan Nyamuk

Seekor singa sedang tidur-tiduran di sebuah padang rumput di hutan. Karena perutnya sudah kenyang, ia pun tertidur. Di tengah-tengah tidurnya yang pulas seekor nyamuk terbang mengelilingi sang raja hutan tersebut. Si nyamuk hendak mengisap darah singa itu. Suara nyamuk yang mendengung membuat singa terbangun.. Ia merasa terusik dengan si nyamuk.

”Mmhhh... Awas kau nyamuk! Kau sudah mengganggu tidurku. Singa berusaha menangkap si nyamuk tapi dengan gesitnya si nyamuk bisa menghindar. ”Kau menyombongkan dirimu sebagai raja binatang. Tetapi aku tak takut padamu,” ejek Nyamuk.

Singa marah sekali. Sementara itu nyamuk mencari kesempatan untuk menggigitnya. Mengakulah kalah, Taring dan cakarmu yang tajam itu pun tak mampu menyakiti diriku. Nah sekarang giliranku,” kata nyamuk lagi. Kemudian ia mengembangkan sayapnya sambil mengepak-ngepakkannya dengan dahsyat. Tak lama, nyamuk-nyamuk lain berdatangan.

”Pasukan serbu....” teriaknya. Kawanan nyamuk pun segera menyerbu. ”Tolong...” teriak Singa sembari menggaruk wajahnya. Karena tak tahan, Singa melompat ke sungai untuk mengompres wajahnya yang bengkak. ”Sekarang akuilah kekalahanmu,” seru Nyamuk. Lalu ia terbang dengan congkaknya. Tiba-tiba ia terjerat ke dalam sarang laba-laba. Ia berusaha keras untuk meloloskan diri. Tetapi laba-laba itu dengan cepat menyerang dan membunuhnya. ”Oh, tak pernah kubayangkan aku akan mati oleh makhluk sekecil ini setelah berhasil mengalahkan Singa si Raja hutan,” tangisnya..

Pesan moral : Jangan pernah menganggap suatu hal yang kecil dapat dengan mudah dilakukan. Dan jangan pernah merasa sombong dengan keberhasilan melakukan sesuatu hal yang besar.

Sumber : Serial Fabel Indonesia, Elexmedia

Friday, February 08, 2008

Maafkanlah.. .

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya. Setiap anak,diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan malam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantungitu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar dan ditenteng saat berjalan.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini.

Akhirnya, waktu satu minggu itu selesai. Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban itu,sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan, sebenarnya, adalah pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja kita melangkah.

***********

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan meruapkan aroma yang tak sedap,bisa jadi, itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan.Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.



=========

marilah menuju pada kebersihan hati
dari yang baru belajar untuk saling memaafkan

Tuesday, February 05, 2008

Kebangkitan Islam dengan Ilmu Bukan dengan Harta


Selasa, 05 Pebruari 2008
Banyak orang silau dengan harta. Seolah-olah bangkitnya umat ini dimulai dari harta. Padahal kebangkitan Islam dimulai dari ilmu
Oleh: Nuim Hidayat *

Suatu saat Sayyidina Ali didatangi beberapa orang dan menanyakan manakah yang lebih mulia ilmu atau harta. Ali ra menjawab: Lebih mulia ilmu. Ilmu menjagamu, harta kamu harus menjaganya. Ilmu bila kamu berikan bertambah, harta berkurang. Ilmu warisan para Nabi, harta warisan Firaun dan Qarun. Ilmu menjadikan kamu bersatu, harta bisa membuat kamu berpecah belah dan seterusnya. Dalam sejarah hidupnya Sayyidina Ali –juga Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas dan para sahabat yang lain—lebih menyibukkan diri mencari ilmu, berdakwah dan berjihad daripada mengumpulkan berkarung-karung uang/emas. Sayyidina Utsman dan Abdurrahman bin Auf yang terkenal dengan kekayaannya pun selalu ingin mendengar ilmu dari Rasulullah saw, meskipun ia seorang milyarder yang sukses dalam berbisnis.

Generasi yang berilmu atau tradisi masyarakat berilmu ini telah diproklamirkan Rasulullah saw semenjak ayat Al-Quran yang pertama turun. Ayat Iqra’, bacalah, telah mengubah sahabat-sahabat Rasulullah dari orang-orang jahiliyah yang suka mabuk-mabukan, main perempuan, berleha-leha, menipu, egois dengan harta menjadi orang-orang yang senang dengan ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia. Mengubah generasi-generasi Arab jahiliyah yang tidak diperhitungkan dalam pergolakan dunia, menjadi pemimpin-pemimpin dunia yang disegani di seluruh kawasan dunia saat itu.

Tradisi baca dan tulis-menulis begitu hidup saat itu. Tiap ayat Al-Quran turun, Rasulullah saw. memerintahkan kepada sahabat dekatnya untuk menulis, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib dll. Bahkan tradisi membaca dan menulis ini menjadi simbol kemuliaan seseorang.

Rasulullah saw menugaskan Abdullah bin Said bin al Ash untuk mengajarkan tulis menulis di Madinah. Juga memberi mandat Ubadah bin as Shamit mengajarkan tulis menulis ketika itu. Kata Ubadah, bahwa ia ia pernah diberi hadiah panah dari salah seorang muridnya, setelah mengajarkan tulis menulis kepada Ahli Shuffah. Saad bin Jubair berkata: “Dalam kuliah-kuliah Ibn Abbas, aku biasa mencatat di lembaran. Bila telah penuh, aku menuliskannya di kulit sepatuku, dan kemudian di tanganku. Ayahku sering berkata:” Hapalkanlah, tetapi terutama sekali tulislah. Bila telah sampai di rumah, tuliskanlah. Dan jika kau memerlukan atau kau tak ingat lagi, bukumu akan membantumu.” (lihat Prof. Mustafa Azami, 2000)

Semangat mereka dalam memburu ilmu pengetahuan makin tinggi, berkat pemahaman terhadap Al-Quran yang banyak ayat-ayatnya mendorong agar Muslim senantiasa menggunakan akalnya. Ibnu Taimiyah meriwayatkan bahwa banyak sahabat yang tinggal di asrama untuk mengikuti madrasah Rasulullah. Menurut Ibnu Taimiyyah, jumlah orang yang tinggal di dalam Suffah (asrama tempat belajar), mencapai 400 orang.

Menurut Prof. Azami, Rasulullah mempunyai sekitar 65 sekretaris yang bertugas menulis berbagai hal khusus. Khusus menulis Al-Quran: Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Utsman bin Affan dan Ubay bin Kaab. Khusus mencatat harta-harta sedekah: Zubair bin Awwam dan Jahm bin al Shalit. Masalah hutang dan perjanjian lain-lain: Abdullah bin al Arqam dan al Ala’ bin Uqbah. Bertugas mempelajari dan menerjemahkan bahasa asing (Suryani): Zaid bin Tsabit. Sekretaris cadangan dan selalu membawa stempel Nabi: Handhalah (lihat “Kuttabun Nabi”, Prof. Mustafa Azami).

Generasi selanjutnya, seperti Jabir ibn Abdullah ra menempuh perjalanan sebulan penuh dari kota Madinah ke kota ‘Arisy di Mesir hanya demi mencari satu Hadits. Ibnu al-Jauzi menulis lebih dari seribu judul. Imam Ahmad pernah menempuh perjalanan ribuan kilomater untuk mencari satu Hadits, bertani untuk mencari rezeki dan masih membawa-bawa tempat tinta pada usia 70 tahun. Imam al-Bukhari menulis kitab Shahih-nya selama 16 tahun dan selalu sholat dua rakaat setiap kali menulis satu Hadits, serta berdoa meminta petunjuk Allah. Sehingga karyanya menjadi contoh teladan, tujuan para ulama dan pemuncak cita-cita. Imam Nawawi (w. 676 H), penulis Kitab Riyadhush Shalihin, al-Majmu’, dan Syarah Shahih Muslim, disebutkan bahwa beliau setiap hari belajar 8 cabang ilmu dari subuh sampai larut malam.

Kejayaan dan Kejatuhan Bangsa

Dalam masalah tradisi ilmu ini, Prof. Wan Daud menyatakan bahwa kejayaan atau kejatuhan suatu bangsa tergantung pada kuat atau tidaknya budaya ilmu pada bangsa itu. “Pembinaan budaya ilmu yang terpadu dan jitu merupakan prasyarat awal dan terpenting bagi kesuksesan, kekuatan dan kebahagiaan seseorang dan suatu bangsa. Suatu individu atau suatu bangsa yang mempunyai kekuasaan atau kekayaan tidak bisa mempertahankan miliknya, atau mengembangkannya tanpa budaya ilmu yang baik. Malah dia akan bergantung kepada orang atau bangsa lain yang lebih berilmu. Kita telah melihat sendiri betapa beberapa negara minyak yang kaya-raya terpaksa bergantung hampir dalam semua aspek penting kehidupan negaranya kepada negara lain yang lebih maju dari segi keilmuan dan kepakaran. Sedangkan unsur lain, yaitu harta dan tahta, bersifat eksternal dan sementara. Keduanya bukanlah ciri yang sejalan dengan diri seseorang atau suatu bangsa tanpa ilmu yang menjadi dasarnya. Sebaliknya jika ilmu terbudaya dalam diri pribadi dan masyarakat dengan baik, maka bukan saja bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi keberhasilan yang ada, malah bisa memberikan kemampuan untuk memulihkan diri dalam menghadapi segala kerumitan dan tantangan,”papar Guru Besar ISTAC ini.

Hanya orang-orang yang rabun pemikirannya yang menyatakan bahwa kejayaan atau kemunduran suatu individu atau bangsa karena harta atau kekayaan. Bangsa Brunei, Kuwait dan Arab Saudi yang kaya raya, kenyataannya tidak menjadi bangsa yang hebat, maju atau disegani dunia. Orang-orang Baratlah dengan pengetahuannya, yang ‘menyetir’, mengeksplorasi sumber-sumber daya alam yang kaya di Saudi, Kuwait dll. Bahkan juga bisa dibilang ekonomi dan politiknya. Ada pepatah Barat “Money Will Follow”.

Tentu, kejayaan ilmu sekuler, meski bisa menguasai teknologi dan peradaban manusia, ia tidak dapat memberikan kebahagiaan jiwa manusia. Karena landasan keilmuan mereka memang dibangun dari kegelisahan jiwa, keragu-raguan dan tidak pernah mengalami keyakinan. Sehingga kita lihat meski telah mengalami kemajuan teknologi, Barat tidak dapat mengobati penyakit jiwa manusia. Banyak orang Barat yang pintar tapi jahat atau pintar tapi curang, culas dan lain-lain. Seperti sistem ekonomi dan politik dunia yang bekerja saat ini pun yang dibangun dengan penjajahan (Iraq, Palestina, Afghan dll) dan pemiskinan negara-negara berkembang (World Bank, PBB, IMF dll).

Penguasaan individu atau masyarakat kepada ilmu-ilmu Keislaman dan ‘ilmu-ilmu umum’ yang berpadu dengan Islamlah yang akan mengantarkan kejayaan sebuah bangsa. Peradaban Islam yang berdiri ribuan tahun telah membuktikan semuanya. Dan kini kita meninggalkan jejak, sejarah dan budaya kita sendiri, meniru-niru jejak Barat yang mengagung-agungkan materi dan keduniaan.

Padahal Al-Quran mengingatkan bahwa persatuan/kemajuan bangsa yang sejati adalah dengan aqidah Islam, bukan dengan harta benda. Termasuk dalam organisasi dan partai, orang bisa dipersatukan dengan harta atau ideologi (aqidah Islam). Firman Allah SWT: “Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 8:63)

* Penulis adalah mantan aktifis LDK IPB-Bogor

Bentuk Bulat Planet Bumi

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (QS Az-Zumar [39]: 5)

Dalam Alquran, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah takwir. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Alquran, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Alquran berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir.

Dalam Alquran, Allah juga mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (QS Al-Anbiya [21]: 32)

Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20. Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Alquran.

Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.

Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Dr Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.

Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.

Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Alquran tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. N dari serial harunyahya
( dari serial harunyahya )

lebih dekat

Demokrasi di Tangan 'Si Gila'


Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Amerika yang menyebut dirinya sebagai benteng demokrasi bisa saja menghasilkan seorang gila kuasa sebagai presiden. Presiden Bush adalah contoh yang paling tepat di awal abad ke-21 ini. Karena negara ini menyandang gelar adikuasa pascaperang dingin, 'si gila' ini telah menggunakan kekuasaannya dengan cara yang sangat gila pula untuk menindas bangsa-bangsa lain.

Korban terbesar adalah negeri-negeri Muslim. Satu, Afghanistan, negeri miskin tak berdaya; kedua, Irak, negeri kaya, tetapi bernasib malang. Saddam Hussein, sang diktator, telah dihancurkan Bush dan sekutunya empat tahun yang lalu dengan tuduhan palsu. Rakyat Irak yang terbelah antara Syi'i, Suni, dan Kurdi, adalah di antara negeri yang paling menderita sejak tahun-tahun terakhir ini. Afghanistan jangan ditanya lagi. Sudah miskin, dirampok pula oleh kuasa asing. Mula-mula oleh Soviet Rusia, kemudian oleh kuasa Barat. Berdasarkan info yang masuk, harapan hidup rakyat Afghanistan rata-rata hanyalah sekitar 47 tahun, jauh di bawah Indonesia antara 69-72 tahun. Jika bandingannya Afghanistan, Indonesia jelas lebih beruntung. Tetapi, apakah perbandingan itu relevan?

Tentu tidak. Indonesia adalah sebuah negeri ribuan pulau dengan kekayaan alam yang sebenarnya masih cukup untuk kesejahteraan rakyatnya, jika dipimpin oleh orang yang punya kepekaan nurani. Afghanistan negeri padang pasir dengan alam yang ganas dan keras. Jika ada persamaan antara kedua bangsa itu terletak pada agama. Baik Afghanistan maupun Indonesia, mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Jika demokrasi di Afghanistan dipaksakan dari luar, di Indonesia demokrasi sudah menjadi pilihan sejak awal abad ke-20. Jadi, secara teori akarnya kokoh, tetapi mengapa tidak berdampak langsung dengan kemakmuran rakyat? Inilah persoalan yang tidak pernah tuntas sejak negeri ini merdeka lebih 62 tahun yang lalu.

Apakah elite Indonesia gila semua? Jelas tidak. Tetapi jika sebagian gila kuasa dan gila harta, sudah menjadi rahasia umum. Inilah di antara sumber kekacauan yang merusak negeri ini sampai batas yang sangat jauh. Demokrasi di tangan orang yang bermental rapuh ini, buahnya adalah malapetaka yang sudah sekian kali menghimpit Indonesia. Sekalipun seorang Hatta pernah berdalil bahwa jika demokrasi lenyap, maka lenyap pulalah Indonesia merdeka, demokrasi di negeri kita sama sekali belum sehat. Harapan Hatta agar demokrasi memberi kemakmuran merasa kepada rakyat, masih jauh panggang dari api. Kita mungkin dapat menamakan demokrasi Indonesia adalah 'demokrasi bocor', atau agar terdengar lebih mentereng RBI (Republik Bocor Indonesia).

Di mana-mana terdengar kebocoran. APBN/APBD bocor, politik bocor, ekonomi bocor, urusan haji bocor, anggaran pendidikan bocor, adalah berita sehari-hari yang tak habis-habisnya. Di mana 'si gila' pegang kuasa, di situlah kebocoran itu seperti tak bisa disumbat. Setelah otonomi daerah, jumlah 'si gila' semakin melambung. Dari sekitar 460-an Dati II, belum sampai lima persen yang sudah menjalankan prinsip good governance. Sektor pendidikan, kesehatan, dan air bersih, belum menjadi perhatian serius dari hampir semua Dati II. APBD sekitar 80 persen habis untuk gaji, sehingga proses pembangunan menjadi setengah macet.

Suasana yang semacam itu harus secepatnya diperbaiki. Jika tidak, demokrasi akan menjadi beban kita semua, sementara sistem lain yang lebih baik belum tersedia di muka bumi. Tetapi, apa pun sistem politik yang kita jalankan, jika manusia pendukungnya tunakualitas, maka harapan masa depan yang lebih baik untuk sebuah bangsa menjadi semakin menjauh. Quo vadis demokrasi Indonesia?

lebih jauh

Monday, February 04, 2008

" Bank Waktu "




Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.

Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya.

Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api

Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade.

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

Tuesday, January 29, 2008

Insan Pemaaf

Oleh : Arina Zidkiyah


''... dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.'' (QS An Nuur [24]: 22).

Salah satu sifat mulia Rasulullah SAW adalah pemaaf. Beliau adalah sosok pribadi yang sangat mudah memaafkan pihak lain. Rasulullah bersabda: ''Barangsiapa melakukan tiga hal berikut ini, ia akan dihisab dengan mudah dan akan masuk surga dengan rahmat-Nya. Pertama, memberi kepada orang yang bakhil. Kedua, silaturahim dengan orang yang memutuskannya.

Ketiga, memberi maaf kepada orang yang zalim.'' (HR Ath-Thabrani). Terdapat dua pihak yang mendapatkan keberkahan dari sifat pemaaf. Pertama, pihak yang berbuat salah. Keniscayaan akan peluang berbuat kesalahan, merupakan kenyataan tak terhindarkan dalam hubungan antarpribadi. Setiap insan, memiliki peluang demikian terbuka atas terjadinya kesalahan. Untuk itu sifat pemaaf merupakan hadiah terbaik dari tulusnya sebuah hubungan antarinsan.

Pihak kedua yang mendapat keberkahan adalah diri kita sendiri. Ruang maaf yang cukup luas semestinya juga kita sediakan untuk terjadinya kesalahan diri di masa lalu. Kita harus berdamai dengan diri kita sendiri dari rasa bersalah yang berkepanjangan. Dengan hati yang bersih dan tulus, kita akan mampu menerima kelemahan dan kesalahan orang lain.

Sifat Allah SWT Yang Maha Pengampun (Al Ghafur) seharusnya menjadi salah satu motivasi utama pembentuk sifat pemaaf. Sebuah syair kehambaan menyebutkan walau dosa hamba menggunung tinggi, namun ampunan-Nya seluas langit. Hal ini mengindikasikan keniscayaan setiap insan untuk melakukan kesalahan, yang kemudian dimarginalkan dengan luasnya pengampunan yang disediakan.

Allah SWT berfirman, ''Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.'' (QS Al-A'raaf:199). Menahan marah, memaafkan, dan berbuat baik adalah kesatuan nilai yang mendasari ketakwaan. Menahan marah saja tanpa memaafkan bukan ciri orang takwa, tetapi ciri orang pendendam. Sikap menahan amarah merupakan salah satu karakteristik orang bertakwa yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai penghuni surga.

Ketakwaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya menahan amarah yang dapat merugikan orang lain. Orang yang mampu menahan amarah berarti ia telah mampu meleburkan dirinya ke dalam diri orang lain dan membuang jauh-jauh sifat egoisnya.

Friday, January 25, 2008

KESEMPATAN

Ada 3 tipe manusia melihat sebuah kesempatan. Dalam pepatah mandarin
dikatakan:

Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.

Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, yah? Ini memang nasibku.

Tipe kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan
mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap
kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.

Tipe ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan
kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang
berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.

Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh
pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan
sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan
sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan.

Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa
dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus
keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya.

Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses
melakukan 3 hal yang saya bicarakan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta langsung dimanfaatkan.

Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang.

Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Enstein: IN
THE MIDDLE OF DIFFICULLTY LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap
kesulitan terdapat kesempatan.

Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat
baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk
mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang
lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti !!!

oleh dyan

Tuesday, January 15, 2008

INDONESIA MENGAPUNG

BANJIR DI MANA- MANA


Bagaimana sih tanggapan anak- anak SDIT Darul Abidin tentang lingkungan alam sekitar ? dan apakah mereka punya resep jitu tuk menghindar dari gejala alam tahunan ini?

Monday, January 14, 2008

Bocah Tewas Karena Naruto

MUNGKINKAH NARUTO SENASIB SEPERTI SMACKDOWN ?

*baca kalimat diatas seperti gaya bicara ala Fenni Rose SILET *


Kemarin siang dan pagi ini saya melihat sebuah berita di televisi tentang seorang anak kecil yang tewas terjerat di rumahnya di Semarang, gara-gara si bocah meniru adegan dalam komik atau film Naruto di televisi... Mengenaskan sekali. Pada saat kejadian tersebut dalam rumah cuma ada dua orang, yaitu seorang adiknya dan seorang lagi adalah pembantu. Si adik sudah mencoba memberitahukan ke pembantu tentang kakaknya yang bertingkah aneh, namun semuanya sudah terlambat tatkala didatangi. Sang kakak sudah meregang nyawa...

Saya jadi teringat tayangan smackdown yang menghipnotis anak-anak kecil kita untuk meniru setiap jenis gerakan dalam adegan-adegan acara gulat tersebut, dan korban pun berjatuhan... Saatnya peran orang tua lebih ditonjolkan lagi dalam keluarga ni... Pengawasan terhadap anak harus selalu tercurah untuk menghindari terjadinya kejadian yang tidak diinginkan....