Lensa Darbi

Friday, November 30, 2007

Album Kelas 5










Monday, November 26, 2007

Nikmatnya Perkemahan Pandu Darul Abidin 2007

Mencintai alam tak serta merta lahir pada diri seseorang. Meski tak ada kata terlambat, menanamkan penghargaan pada alam idealnya ditanamkan pada anak semenjak dini. Di Bumi Perkemahan Sukamantri, kita semua bisa membuktikan cinta sejati kita pada alam.

Tepat tanggal 15 dan 16 Nopember 2007, Siswa- siswi SDIT Darul Abidin melaksanakan acara Perkemahan Pandu Darul Abidin 2007, pusat pengaturan wisata dan lingkungannya terdapat di kaki Gn. Salak, di kawasan yang sangat luas, alam menggelar karya-karya ciptanya yang menciutkan nyali. Bukit-bukit rumput yang hijau pelbagai jenis berjajar menjulang melampaui ketinggian 1.000 m dari permukaan tanah, menembus belantara hijau,suara binatang- binatang hutan yang setiap saat menemani.

Upacara Pembukaan

Area perkemahan yang sering juga ditempati oleh Pasukan Khusus Angkatan Darat "Kujang Rider", Perbedaan ketinggian yang begitu mencolok, menyediakan berbagai pemandangan indah dan kehidupan flora-fauna yang dilindungi. dari terjalnya jalan tempuh higga dinginnya udara di puncak. Alhamdulillah, tersedia banyak acara kegiatan yang dilakukan dengan wahana variatif. Dari hiking, flying fox, jurit malam, mengalirkan air, perang badar, mengarungi samudera, pukul balon, enggrang batok kelapa, jembat tali, qiyamullail, muhasabah, spontanitas, api unggun dan berkemah membuat acara begitu menyenangkan, serta satu hal yang mungkin menjadi sorotan adalah terjadi "konflik antar guru pendamping" pada saat acara jurit malam.


Eit.. Ga kena!!!

Walaupun Kamis sore suasana diguyur hujan, maka acara flying fox tidak dapat diteruskan sampai selesai pada PERPADA 2007 (mohon maaf kepada yang belum ikut flying fox mudah-mudahan tahun berikutnya kita bisa ikut kembali yah).

Alhamdulillah, acara PERPADA 2007 telah kita laksanakan dengan baik, kami dari panitia PERPADA 2007, mohon maaf apabila banyak kesalahan dan kealpaan dalam kegiatan tersebut, dan semoga di tahun mendatang kita bisa lebih baik dan dalam suasana senang gembira.

Antri makan siang

Selamat kepada para peraih penghargaan peserta terbaik, ketua regu terbaik, dan regu terbaik pada PERPADA 2007, semoga penghargaan tersebut bisa menjadi pelecut semangat untuk lebih baik lagi di masa mendatang. Amiin.



Cuci Piring Sendiri

ayo sebrangi samudera

Saturday, November 17, 2007

Pengecekan Virus (virus scanning) Standar untuk Flashdisk Secara Manual


1. Setelah memasukkan Flashdisk (FD) ke port-nya, kita buka pake explorer. Di sini harus menerapkan fungsi kehati-hatian yang sangat, karena kita menganggap semua FD menjadi tersangka pembawa virus kecuali yang telah discan dikomputer kita, jadi jangan sembarangan melakukan klik dan atau double klik.
2. Kita menuju panel sebelah kiri explorer (panel folders), kita klik direktori FD / drive FD. kenapa panel kiri? karena seringnya virus menyamar menjadi folder, dan itu akan tampak pada panel sebelah kanan aja. kenapa? karena sebenarnya itu bukan folder melainkan sebuah file. kembali ke panel kiri. Drive FD bisa E: atau F: dsb tergantung setting di komputer kita.
3. Jika kita temukan gambar yang mengganggu di panel sebelah kanan atau di dalam direktori FD, maka kita bisa menonaktifkannya dengan merename file desktop.ini di direktori FD menjadi ~desktop.ini atau nama apapun yang dikehendaki. kalo menurut saya penambahan karakter seperti itu hanya untuk mempermudah pengembalian nama aja.
4. Jika file desktop.ini gak kelihatan, coba buka jendela [Folder Options] di Explorer. caranya: Klik [Tools]–>[Folder Options…]–>tab [View]–> pilih [Show hidden files and folders]–> uncheck [Hide extensions for known file types]–> uncheck juga [Hide protected operating system files (Recommended)]–> [OK]. Jika benar melakukannya maka file-file yang tersembunyi di FD akan muncul.
5. Tekan [Ctrl+E]–> klik [All files and folders]–>ketik *.exe ; *.scr ; *.vbs ; *.vba pada kotak [All or part of file name:]–> tekan [Search]
6. Jika ada file-file yang ditemukan, hati-hati jangan segera diklik. Teliti dan kenali ciri-ciri virus.
7. Jika ada file office (word,excel,ppt) tertangkap, kemungkinan file itu file virus, karena file office extensinya adalah *.doc, *.xls, *.ppt dsb. Setelah yakin itu virus, hapus aja segera. Lebih baik pake klik kanan dan delete. kalo pake keyboard, kadang suka salah jatuhnya jari. pernah beberapa kali bukannya kena tombol del eh malah kena tombol enter, yaudah komputer jadi terinfeksi berat.
8. Jika ada folder yang tertangkap, lihat apakah di panel sebelah kiri explorer nampak, jika tidak namapak berarti itu folder virus, hapus aja.
9. Jika file yang tertangkap extensi belakangnya vbs atau vba, misal: virus.vbs, xxx.vba, jika kamu gak kenal dengan file itu lebih baik hapus aja. biasanya jenis trojan.
10. Jika file itu berextensi *.exe atau *.scr, jika kamu tidak mengenalnya, lebih baik hapus aja.
11. Terakhir jangan lupa Klik kanan di direktori FD dan klik [Scan with …] tergantung antivirus yang digunakan.
Demikian semoga bermanfaat!

Menampilkan Folder dan File yang Hilang oleh Virus

Mungkin bagi orang yang suka ke warnet & make Flash Disk (FD) untuk simpan data pernah mengalami terinfeksi virus macam brontok yang sangat efektif menyerang FD. Folder dan file yang mereka simpan di FD “hilang” ketika discan dengan antivirus macam AVG. Kenyataan ini membikin user awam nggak mau meng-heal file atau folder yang tertangkap ama AVG. Padahal mungkin yang tertangkap itu bukan file atau folder asli, tapi hasil jiplakan nama dari yang asli. dan tentu saja yang asli disembunyikan.
Untuk ngebedain antara yang asli atau palsu, lihat aja extensinya, yakni 3 huruf di belakang nama file dan diawali dengan titik. misalnya, kita punya file Ms. Word, extensinya fileword.doc, fileword.rtf dst. Untuk folder tidak punya extensi.
Dengan begini kita jadi tau, mana yang asli dan yang bukan. kalo yang ketangkep ama AVG berextensi -misalnya:- fileword.exe atau fileword.scr, maka bisa dipastiin virus, jangan ragu walaupun iconnya sama dengan Ms. Word. Untuk folder biasanya diduplikasi dengan extensi .scr atau .exe, jangan ragu juga walaupun tampilan iconnya sama dengan folder yang berwarna kuning.
Lalu file yang asli kemana?
Jangan panik, buka command prompt: Start –> All Programs –> Accessories –> Command Prompt.
1. Arahkan ke drive FD, misalnya terletak di drive F:, ketik “F:” (tanpa tanda petik tentunya) enter. akan muncul: F:\
2. Ketik: “attrib -s -h -r *.* /s /d” enter. Akan blank beberapa saat tergantung banyaknya file yang disembunyikan. setelah muncul prompt F:\ lagi, coba lihat FD pake Windows Eksplorer. sekarang kelihatan khan file dan folder yang hilang?
3. Jangan senang dulu, mungkin ada beberapa virus yang belum ketangkep, sekarang klik menu View –> Details. Tampilan di windows akan berubah ke bentuk detail berdasarkan kolom: Name, Size, Type dan Date Modified.
4. Urutkan berdasarkan tipe file, caranya klik tab / tombol Type (tanda segitiga akan berpindah ke tab Type tersebut dan segitiga tersebut menghadap ke atas). Dari sini akan ketahuan mana yang folder asli dengan yang bukan, mana yang file word asli dengan yang palsu. Kenapa? karena pengurutan secara alphabetically (A-Z) pada tipe file, maka Folder yang tidak berekstensi akan berada pada urutan paling atas, sedangkan folder palsu yang berekstensi .exe, atau .scr akan berada di tengah atau bawah (tepatnya terpisah dengan folder asli, atau akan keliahatan jalang (terbuang dari kumpulannya)). Begitu juga dengan file word.
5. Untuk ngebuktiin ekstensi apa yang sedang di sandang, buka Explorer: klik menu: Tool –> Folder Options –> Tab View –> Pilih “Show hidden files and folders”, Hilangkan tanda centang “Hide extensions for known file types” dan juga “Hide protected operating system files (Recommended)”. Dari sini ketahuan belangnya si Virus Laknat..

Mempercepat Boot Windows XP


Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka notepad.exe, ketik “del c:\windows\prefetch\ntosboot-*.* /q”
(tanpa tanda petik) dan save as “ntosboot.bat” pada c:\
2. Pada Menu Start pilih “Run…” & ketik “gpedit.msc”.
3. Double klik “Windows Settings” dibawah “Computer Configuration” dan double klik lagi pada “Shutdown” di sebelah kanan jendela.
4. Pada jendela baru, klik “add”, “Browse”, cari file “ntosboot.bat” tadi & klik “Open”.
5. Klik “OK”, “Apply” & “OK” sekali lagi untuk keluar.
6. Dari Menu Start, pilih “Run…” & ketik “devmgmt.msc”.
7. Double klik pada “IDE ATA/ATAPI controllers”
8. Klik kanan pada “Primary IDE Channel” dan pilih “Properties”.
9. Pilih tab “Advanced Settings” lihat pada Device 1 yang tidak diwarnai abu-abu “device type’nya pilih ‘none’ bukan ‘autodetect’ & klik “OK”.
10. Klik kanan pada “Secondary IDE channel”, pilih “Properties” dan ulangi langkah nomer 9.
11. Reboot komputermu.

Friday, November 16, 2007

Kematian Hati


oleh: KH. Rahmat Abdullah

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang. Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih. Bahwa engkau adalah seorang saleh, 'alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka. Janganlah Engkau hokum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi.

Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya.

Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak.

Ada juga orang yang sama sekali tak pernah beramal tetapi merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.

Dimana kau letakkan dirimu...????

Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya ?
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan.
Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi.

Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.

Ini potret negerimu:
228.000 remaja mengidap putau.
Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.

Mungkin engkau mulai berfikir...
"Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak diperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh".

Betapa jamaknya 'dosa-2 kecil' itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat 'TV Thaghut' menyiarkan segala 'kesombongan jahiliyah dan maksiat' ?
Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan "Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton acting mereka tidak dilaknat ?"

Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami. Sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana ?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justru engkau akan dihadang tantangan sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.

Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya
membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang.

Lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai. Berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena
kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua". Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinahi teman sekolahnya dengan seorang 'alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir?
Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini?

Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mall. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya".

Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "Lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

("Yaa...Dzat Yang Memiliki Setiap Hati Makhluk-Nya, Jagalah Hati-hati Ini Untuk Tetap Istiqomah dalam Da'wah dan Jihad di Jalan-Mu dan Kumpulkanlah Kami dengan Orang-orang Yang Shaleh" Kiriman Seorang Sahabat di Depok, Syukron Jazakallah…Ya Mba Asih Semoga Tetap Istiqomah)

Natsir, 'Pahlawan' yang Terlupakan

''Kalau tahun ini gagal, tahun depan akan saya ajukan lagi. Tidak ada kata putus asa,'' tegas Mensos, Bachtiar Chamsyah, di depan ratusan undangan yang menghadiri diskusi 'Refleksi Seabad M Natsir', Kamis (15/11).

Ruangan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang tadinya senyap, sontak berubah gemuruh. Tepuk tangan pun membahana. ''Tahun ini, selaku Mensos, saya mengusulkan tujuh nama calon pahlawan nasional. Hasilnya, empat orang disetujui. Tapi tiga nama, termasuk Pak Natsir, tidak lolos,'' kata Bachtiar.

''Saya kemudian bertanya alasan penolakan itu kepada Pak Hatta Rajasa (Mensesneg). Dia hanya jawab begini ... begini .... Ya saya tahu alasannyalah,'' jelasnya, meski enggan menyebut arti kata 'begini' tersebut. Turut hadir dalam acara itu di antaranya Wakil Ketua DPR, AM Fatwa; Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie; Ketua KAHMI, Abdul Asri Harahap; anggota DPR, AM Lutfi; Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Syuhada Bahri; Rusjdi Hamka; dan keluarga M Natsir.

Sejarah Indonesia modern memang melupakan sosok Mohammad Natsir yang lahir di Alahan Panjang, Sumbar, 17 Juli 1908, dan wafat di Jakarta pada 1993. Padahal, berbagai jabatan strategis pernah diembannya, terutama ketika Republik ini masih 'bayi'. Posisi itu adalah menteri penerangan, perdana menteri, dan ketua umum Partai Politik Islam Masyumi.

''Jasa beliau sangat besar. Bukan hanya bagi orang Islam, tapi juga bagi semua warga bangsa ini,'' tegas Ketua MK, Jimly Asshiddiqie. Jasa Natsir bagi bangsa Indonesia, ungkap Jimly, setidaknya mencakup empat hal. Mempertahankan Pancasila, menjaga UUD 1945, mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menggalang Bhinneka Tunggal Ika.

Bachtiar merasa ada sesuatu yang menarik ketika membaca buku-buku Natsir. Berbeda dengan gaya berpikir Bung Karno yang bergelora, tulisan Natsir justru kebalikannya. ''Pemikirannya lebih substansial menukik ke dalam hati. Selain itu, salah satu pesannya yang sulit dilupakan serta terus relevan adalah 'Berbentenglah di hati rakyat, bukan berbenteng di hati pejabat','' kata Bachtiar.

Semua warga bangsa ini, sambung guru besar ilmu politik UGM, Ichlasul Amal, sudah tahu seberapa besar jasa Natsir bagi Indonesia. Namun, di sisi lain, katanya, Natsir sendiri sebenarnya beberapa kali berada dalam kegamangan hidup.

Hal ini, misalnya, terlihat ketika harus memilih kembali sistem negara kesatuan. Sementara, kala itu, kekuatan politik luar Jawa berkeras ingin tetap mempertahankan sistem federalisme. Kegamangan hidup Natsir yang lain adalah ketika harus memilih kembali ke Sumatra Barat untuk memimpin PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia).

''Sebab, waktu itu dia harus memilih antara seorang 'nasionalis' atau 'kritis' terhadap tindak-tanduk kebijakan pemerintah pusat,'' jelas Amal. Pilihan Natsir ini jelas berbeda dengan mantan wakil presiden, Moh Hatta, yang lebih memilih tetap menjadi 'nasionalis'.

Kegamangan itu juga dirasakan oleh Ketua PP Perhimpunan KB-PII, M Natsir Zubaidi. Kondisi politik negara usai pembekuan Badan Konstituante dan Dekrit Presiden 1959, menurut Zubaidi, memang memaksa Natsir harus kritis. Negara saat itu tengah mengarah pada pemerintahan otoriter. Presiden Soekarno memaksa 'memasukkan' kekuatan kelompok komunis demi menopang kekuasaannya. Natsir pun menentangnya.

Sebagai akibat, rumah Natsir di Menteng dirusak massa Pemuda Rakyat. Natsir menyelamatkan diri dengan kembali ke kampung halaman di Padang. Di sanalah kemudian, dia ikut PRRI bersama para tentara yang 'tidak puas'. ''Pertanyaannya kemudian adalah, apakah dia benar-benar memberontak, atau sebenarnya terjebak dalam permainan tingkat tinggi itu. Inilah yang belum terjawab sampai sekarang,'' kata Zubaidi.

Untuk itu, menurutnya, sangat dipahami bila kemudian Natsir belum bisa mendapat status pahlawan nasional. Dugaan yang ada, kini masih ada beberapa pihak di kalangan militer yang trauma dengan pemberontakan PRRI. ''Akibatnya, Pak Natsir tetap tak bisa menjadi pahlawan. Uniknya lagi, setelah geger PRRI surut, tokoh pemberontak yang berasal dari militer, malah kemudian namanya direhabilitasi dan diberi konsesi berupa areal perkebunan. Ya mirip dengan nasib orang GAM itulah,'' ulas Zubaidi. muhammad subarkah/palupi a auliani

sumber: Republika

Wednesday, November 14, 2007

Hei... Teman- teman!!! Kalian Sudah Siap????

Tunjukkan dirimu yang paling terbaik, sikap, tingkah laku, akhlak yang terpuji, jagalah adab seorang pandu sejati yang mandiri, cerdas, disiplin dan bertanggung jawab. Jagalah lingkungan, hutan dan ekosistemnya. dan selamat menjadi Pandu yang terbaik. Semoga Allah memudahkan langkah kita semua. Amiin

Tuesday, November 13, 2007

Belajar Science ??? Siapa Takut!!!


"Ananda Falah sedang membuka presentasinya"

"Ananda Danti sedang menjelaskan tentang alat indra"


Ananda Falah berpikir keras menjawab pertanyaan teman- teman


siswa SDIT Darul Abidin menerangkan pelajaran


Ananda Falah sedang mempresentasikan tentang Alat Indra "Mata"

Monday, November 12, 2007

Mengenang Hari Pahlawan 10 November

10 November merupakan salah satu dari hari bersejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak lebih dari setengah abad yang lalu, tanggal 10 November telah dinyatakan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan. Di zaman Sukarno-Hatta, hari itu diperingati secara nasional sebagai Hari Besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa kebanggaan yang besar.

Peringatan Hari Pahlawan merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa, bukan saja untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya demi memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Peringatan Hari Pahlawan 10 November juga telah merupakan kesempatan yang baik untuk selalu memupuk rasa kesadaran bangsa.

Saat ini, dalam tahun 2001, ketika negara dan bangsa kita memasuki periode baru yang penuh dengan berbagai masalah dan krisis, ada baiknya kita mengenang dan merenungi kembali arti Hari Pahlawan 10 November. Dengan begitu, kita akan ingat kembali bahwa Republik Indonesia yang sekarang ini adalah hasil perjuangan dalam jangka waktu yang lama dari banyak orang yang terdiri dari berbagai suku, agama, keturunan ras, dan berbagai macam pandangan politik. Dengan merenungkan, secara dalam-dalam, berbagai tahap perjuangan bangsa itu, maka akan makin jelaslah kiranya bagi kita semua, bahwa Republik Indonesia ini adalah benar-benar milik kita bersama.

Saturday, November 10, 2007

Rehat Sejenak

Buat Anak- anakku yang lagi bosen dan lagi sedih,sedu sedan, gelisah daripada bingung lebih baik klik game ini mudah- mudahan dapat menghilangkan rasa gundah gulana, dan ingat jangan sampai lupa waktu beljar dan sholatnya yah....
Di viral berjudul Ballbuster ini Anda bisa memuaskan kepenatan Anda dengan menendang-nendang bola ke para pejalan kaki, kucing, burung,hantu, supir bajaj, dll. Bagusnya, game ini memiliki desain grafis yang realistik. Dilengkapi dengan sound effect yang menarik pula (rasanya seperti mendengar suara Desta di salah satu efek orang yang menjerit). Timbal baliknya, agak-agak sabar ya untuk menunggu waktu loading-nya (1 MB).

Seperti viral pada umumnya, setelah memainkan game, Anda bisa menyebarkannya via email atau instant messanger Yahoo! Dan MSN. Cobain aja! dengan mengklik link di bawah waktu dunia pada blog lensadarbi. oke. selamat nge-game, dan jangan lupa belajar yah...

dari sini

Friday, November 09, 2007

Kisah Yu Timah

Kisah yang dituturkan oleh Bpk. Ahmad Tohari yang dimuat dikolom resonansi republika yang setahun telah berlalu itu, nyata-nyata telah membuat kita malu dimata Alloh akan rezekinya yang telah kita terima selama ini.

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah ialah salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.

”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.

”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?”

”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”

”Mau ambil berapa?” tanya saya.

”Enam ratus ribu, Pak.”

”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?” Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.

”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.

”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”

”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.”

”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.

”Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji. Amiin

Thursday, November 08, 2007

Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit


Author: Abu Saifulhaq Asaduddin

Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :

Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata:
'Memang, yang terbaik dari diri kita layak disatukan.'
Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat:
Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.


Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta :
'Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya.
Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.'


Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.

Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin 'Ash tatkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.

Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya.

Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya.

Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria 'Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !' Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.

Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.

Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.

Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim ?eAlaihissalam. Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah daging sendiri untuk menjadi persembahan.

Adakah CINTA YANG MASIH ADA DI HATI KITA MENYAMAI ATAU BAHKAN MELEBIHI CINTA MEREKA TERHADAP APA YANG MEREKA CINTAI? Jika tidak, lantas APA YANG MEMBUAT KITA MEMBUSUNGKAN DADA DAN MENGKLAIM SEBAGAI PECINTA SEJATI HANYA LANTARAN BUNGA-BUNGA KATA TANPA MAKNA REALITA YANG KITA LONTARKAN?

Diri KITA SERINGKALI MENCARI PEMBENARAN (APOLOGI) ATAS KETIDAKMAMPUAN DAN KETIDAKBERDAYAAN DALAM MENGAKUI SEGALA KELEMAHAN YANG KITA MILIKI. Jika cinta yang mereka hadirkan dapat begitu mempesona bukan hanya karena mereka para sahabat dan shabiyah atau para Nabi dan Rasul. Perlu diingat, mereka juga adalah manusia yang mempunyai keinginan dan kecenderungan sebagaimana manusia biasa. Artinya kecintaan mereka dapat kita duplikasikan pada diri kita.

Lihatlah bagaimana SEJARAH MENCATAT KEMBALI ARTI SEBUAH CINTA ANAK MANUSIA DALAM AKHIR HAYATNYA, sebuah cinta yang dihadirkan oleh mujaddid akhir zaman, Hasan Al Banna yang mendahulukan iparnya Abdul Karim Mansur untuk diberi pertolongan justru pada saat tujuh peluru masih bersarang ditubuhnya...

Ibnu Taimiyah berkata, 'MENCINTAI APA YANG DICINTAI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH.' Teori ini bukanlah teori belaka. Teori ini merupakan SEBUAH KONSEKUENSI LOGIS DARI SEBUAH CINTA. Segala daya dan upaya ?ekan menjadi tak berharga jika ia dapat menjadi serupa. Hal ini berlaku kebalikannya. MEMBENCI APA SAJA YANG DIBENCI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH. Amboi, indahnya jika semua itu dilandasi atas kecintaan kepada Rabb-Nya. Dan menundukkan kecintaan lainnya karena ia hanyalah kenikmatan sesaat.

Sesungguhnya siapakah kita ini kekasihku?
Hanya setitik debu melekat di bintang mati.
Menggeliat sejenak karena embun dan matahari:
Hanya sedetik dalam hitungan tahun cahaya.
(Saini KM)

Jika saja Sapardi mengungkapkan kekuatan keinginan cintanya dengan bait-baitnya :
Aku ingin,
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Dj. D),


maka ISLAM MENGAJARKAN INDAHNYA CINTA DALAM UNTAIAN DO'A :

'Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam da'wah pada-Mu. Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong...'

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

*Hendaknya yang membaca memberitakan
kepada saudaranya yang lain yang belum membaca


-----------------
Original Title: Episode Cinta
Author: Abu Saifulhaq Asaduddin
Editor: Abu Aufa
Maraji': Alhikmahdotcom

Wednesday, November 07, 2007

Penerimaan Siswa Baru dimulai.....




SDIT Darul Abidin memulai acara Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2008/2009 pada tanggal 24 November 2007 - 14 Desember 2007, Pendaftaran Murid Baru langsung dibuka pada tanggal tersebut disekretariat pendaftaran (TU) SDIT Darul Abidin, dengan Ibu Esty Tri Setiorini, Pada hari senin- Minggu Pukul 08.00 - 15.00 WIB. dengan alamat Jl. Karet Hijau No. 29 Beji Depok 16423, Telp. 021- 77200857 atau Fax: 021- 77202272 atau melalui e-mail : sdit_darbi@yahoo.co.id

Monday, November 05, 2007

NARKOBA NO! PRESTASI YES!!


Kepada siswa - siswi SDIT Darul Abidin, Budayakan hidup sehat, rajin berolahraga dan makan makanan yang bergizi, halal, dan barokah

Jauhkan Narkoba, Tingkatkan Prestasi!!!

Friday, November 02, 2007

Bukuku Hatiku

Oleh Gola Gong

yang miskin jangan bersedih
yang kaya janganlah bangga
derajat manusia di sisi Tuhannya
bukan karena hartanya….

Syair di atas adalah lagu dari Rhoma Irama, raja dangdut sepanjang masa. Bagaimana realitasnya di tanah para sultan ini?

JABATAN

Jauh panggang dari api. Ternyata yang miskin, dipaksa-paksa tidak bersedih juga, tetap saja bersedih. Bagaimana tidak sedih, kalau masuk sekolah masih saja mahal. ”Anak saya gratisnya Cuma masuk SD doang. Pas ke SMP, mesti nyediain duit ratusan ribu. Coba, gimana nggak sedih jadi orang miskin!” Terus, yang kaya apa dilarang berbangga diri? Boleh-boleh ajalah. Bang Rhoma ini bagaimana, sih? Kita cari uang ’
kan untuk jadi kaya. Setelah kaya, kita boleh dong menikmati hasilnya! Pamer sandang dan pangan serta selera kelas atas. Kalau perlu merubah penampilan dengan cara operasi plastik, agar tampak kinclong. Kalau sudah selesai urusan primer dan sekunder, boleh dong ke urusan lainnya! Untuk apa kita kaya dan raya, kalau cuma pekerjaannya duduk ongkang-ongkang kaki. Mending kalau kekayaan itu dari hasil pekerjaan profesional kita, tapi kalau kaya karena gara-gara ketiban komisi? Tidak enak juga ’
kan. Nanti dikiranya kita kaya gara-gara babi ngepet lagi. Hualah!

Nah, sekarang ’
kan sedang musim pilkadal (pemilihan kepala daerah langsung). Boleh dong yang kaya mencalonkan diri jadi kepala desa, bupati atau gubernur? Jadi, kekayaan yang kita miliki ada manfaatnya, bisa memberi nafkah kepada jasa konveksi (spanduk, stiker, kalender, dan kaos) memberi tambahan penghasilan kepada para aktivis atau akademisi (jadi tim sukses gitchu lho!) dan syukur-syukur harta kita memberi manfaat kepada orang banyak. Kalau misalnya nanti terpilih jadi gubernur, treus kekayaan kita semakin bertambah, ya wajar-wajar sajalah. Namanyanya juga hukum dagang.
Ada modal, pasti ada keuntungan.
PERPUSTAKAAN
Tapai kadang kita lupa, apakah dengan kekayaan yang kita miliki, kita sudah memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat banyak dalam hal pendidikan? Misalnya, membangun sekolah atau memerikan beasiswa. Kontribusi sosial ini saya pikir sangatlah perlu dikemukakan terkaik dengan pilkadal di Banen ini. Sering mengemuka tim anti korupsi melakuan amanahnya, dengan mencatat daftar kekayaan dari para calon pejabat. Rata-rata yang berniat jadi pemimpin sekelas buati atau gubenur memang orang kaya. Artinya, kekayaan yang dimiliki oleh seseorang signifikan dengan jabatan politis yang diemban.

Nah, pernahkan terlintas, bahwa selain ada tim anti korupsi, juga ada tim anti non-literasi? Apakah itu? Literasi dan terasi, wahai, adakah hubungannya? Tentu saja ada. Literasi dan terasi sebenarnya selalu hadir tanpa kita sadari kehadirannya. Terasi, pasti selalu ada di antara deretan bumbu-bumbu masak lainnya seperti garam, gula, merica, dan cabe rawit. Terasi ada tapi tiada. Begitu juga dengan literasi (aksara). Dia selalu kita gunakan setiap hari, tapi sebetulnya kita tidak peduli kepadanya. Contoh nyata, literasi itu mau tidak mau selain harus berumah di institusi pendidikan semisal sekolah dan perguruan tinggi, juga berumah di gedung yang dinamakan perpustakaan. Apakah itu perpustakaan setingkat kantor,UPTD, mesjid, masyarakat, juga perpustakaan pribadi di rumah-rumah kita.

Punyakah kita yang kaya raya ini rentetan aksara yang terkumpul di dalam buku dan berumah di perpustakaan? BANTEN CERDASTerkait dengan para cagub dan cawagub Banten yang tentu kaya raya, bisakah selain daftar kekayaannya kita catat dan laporkan, juga buku-bukunya kita catat pula? Punyakah mereka perpustakaan pribadi di rumahnya? Punyakah mereka buku-buku di kantor atau ruangan kerjanya? Buku apa saja yang mereka baca? Membaca sastrakah mereka? Jika mereka bepergian membawa tas, adakah buku selalu mereka bawa? Jangan-jangan di tas Atut dan Marisa hanya ada alat kosmetik! Jangan-jangan di mobil Atut dan Marisa tidak ada buku! Jangan-jangan di ruang kerja Atut, Tryana Syam’un, Muchtar Mandala, Irsyad Djuwaeli, Zulkieflimansyah Cuma ada sofa, lukisan kaligrasfi Allah dan Muhammad, tapi tidak ada rak berisi buku.

Apa hubungannya para cagub dan cawagub dengan buku? Oh, ada banget! Silahkan saja kita kaji kinerja para pemimpin di Pemprov Banten generasi pertama ini (periode 2000 – 2004). Mulai dari gubernur yang dinon-aktifkan, Plt gubernurnya, para pejabat setingkat Asda, dan Kabironya. Juga ke para bupati di Banten, ke Kepala Dinas, ke ketua DPRD Banten dan DPRD Kabupaten! Cobalah tim anti literasi kita bentuk dan kita datangi rumah-rumah mereka. Kita catat daftar kekayaan bukunya! Adakah di rumah mereka perpustakaan pribadi? Kok, ngotot sekali dengan perpustakaan pribadi?

Pernah mendengar cerita tentang seorang Abraham Lincoln, presiden Amerika abad yang lewat? Dia adalah presiden yang peduli pada kulit hitam yang hanya lulusan SD. Dia bisa jadi presiden merangkak dari bawah. Awalnya dia kurir. Karena rajin membaca buku, dia ditawari menjaga perpustakaan. Semua buku dibacanya, hingga setiap presiden punya masalah, dialah yang sanggup menasehati presiden dan mencarikan jalan keluarnya. Dia bisa begitu, karena membaca buku. Kemudian orang-orang menyuruhnya ikut pemilihan presiden. Terpilihlah dia. Di negeri kita, Adam Malik juga contoh nyata. Dari kegermaran membaca, dia jadi menteri luar negeri, lalu jadi wakil presiden. Thomas Alfa Edison, juga lulusan SD, tapi karena getol membaca, akhirnya bisa menciptakan lampu atau bohlam. Di Banten, tampak sekali para pemimpinnya tidak menyukai buku. Padahal gelarnya berderet-deret dan aneh-aneh. Contoh nyata, di era awal Banten jadi provinsi, para petinggi di DPRD Banten ogah membangun gedung perpustakaan. Bahkan sekarang pun, rencana pembangunan gedung perpustakaan dibatalkan. Plt gubernur dan Ketua DPRDnya setali tiga uang. Lihatlah juga kebijakan-kebijakan publik atau politis yang mereka putuskan, jauh rak dari buku. Lembaga setingkat Dinas Pendidikan saja, tidak becus membangun SMA UNGGULAN yang kini berubah jadi SMA CMBBS. Kalaulah pendidikan tidak mereka jadikan sebagai proyek, tentu ceritanya jadi lain. Tapi itulah, cara berpikir mereka masih menggunakan hukum ’budaya berhitung” bukan ”budaya berpikir”.

Terus, apa maunya membentuk tim anti non-literasi? Maunya adalah, jika di rumah-rumah yang saya sebutkan di atas itu tidak ada perpustakaan pribadi, berarti mereka tidak pernah membaca buku. Kalau kenyataannya begitu, bagaimana bisa mereka menjadi pemimpin kita kalau tidak pernah membaca buku? Itu artinya, mereka termasuk yang anti literasi alias anti menuju Banten Cerdas. Kalau sudah begitu, ngapain kita memilih mereka jadi pemimpin? Terus, terus, siapa yang jadi tim anti literasi?

Tayakan saja sama KPUD, Panwaslu, dan LSM! Mereka ’
kan orang-orang pinter. Eit, jangan-jangan malah di rumh mereka juga tidak ada perpustakaan pribadi! Wealah!
*** *) Penulis adalah rakyat yang mndambakan perpustakaan megah

dari sini




Monday, October 29, 2007

PERPADA 2007???? SIAP!!!

Klik untuk perbesar gambar
lensadarbi.blogspot.com

Kepada Seluruh siswa- siswi SDIT Darul Abidin, khususnya kelas 4 sampai kelas 6, persiapkan dirimu dalam acara PERPADA 2007 (Perkemahan Pandu Darul Abidin 2007) yang akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Sukamantri, Bogor - Jawa Barat - Indonesia.

Tanpa persiapan yang baik, berkemah tidak akan bermakna apa- apa.
Yang jelas, tidak seorang petualang alam melakukan kegiatan untuk berkemah di alam dengan alasan untuk gagah-gagahan. Karena bukan untuk gagah-gagahan, maka sebaiknya tidak ada istilah modal nekad dalam berkemah. Bagaimanapun, gunung hutan dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin, binatang liar, kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang pekat bukanlah habitat manusia modern. Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik.

Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya berkemah. Pertama, faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri para peserta kemah. Cuaca, kondisi alam, binatang liar, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif (objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia. Tidak ada seorang peserta dan panitiapun yang dapat mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan itu.

Diri peserta dan panitia, segala persiapan, dan kemampuannya itulah yang menjadi faktor intern, faktor kedua yang berpengaruh pada sukses atau gagalnya berkemah di hutan atau gunung. Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin. Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.

Bila tidak biasa berolahraga, Calon peserta kemah sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum perkemahan. Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari-lari santai. Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max). Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot. Saking semangatnya, peserta kemah muda kerap kali ingin segera mencapai puncak, apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok.

Persaingan untuk berjalan paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak puncak, sebaiknya ditinggalkan. Berjalan dalam kemah di gunung yang baik justru melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu, peserta dapat mengatur napas, dan menggunakan tenaga seefisien mungkin. Bagaimanapun berkemah merupakan pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan kebersamaan dalam rombongan, sering menggoda peserta untuk banyak berhenti dan beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin peserta malah gagal mencapai tempat yang dituju.

Buatlah jadwal rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan peserta menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup keberangkatan, jadwal dan rute perjalanan, kapan tiba di puncak, jadwal dan rute pulang, dan seterusnya. Jadwal pendakian perhari dapat lebih dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan kapan berhenti serta seterusnya. Untuk menghindari beban bawaan terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu. Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel sebagai baju lapangan saat acara Out bond dan games. Satu stel yang lain sebagai baju kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin, cukup membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir. Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel.

Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di luar ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila ditaruh di luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang. Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa digunakan ke sekolah). Buku pelajaran, baju praktikum, kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack. Sebaliknya, barang-barang berkemah harus dimasukkan dalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan menghindari ruang kosong dalam ransel.

Prinsip pengepakan barang dalam ransel.
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.
2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan(seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.
3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras.

Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan berkemah adalah mengelompokkan barang menurut jenis, seperti:
a. pakaian dan kantung tidur,
b. alat memasak,
c. tenda,
d. makanan.

Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari. Sebagian besar peserta kemah dan para pendaki gunung menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan dalam kegiatan berkemah.
Selamat Berkemah dan jangan lupa oleh- olehnya yah....
disadur dari : sini

Thursday, October 25, 2007

Telaga Hati...Pohon Tua dan Putri Qara



Telaga hati
_______________________

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas,lalu diaduk perlahan.

"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya," ujar Pak tua itu.
"Asin. Asin sekali," jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.

"Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah."
Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar," sahut sang pemuda.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya Beliau lagi.
"Tidak," jawab si anak muda.

Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. "Anak muda,dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya
segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah
yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Beliau melanjutkan nasehatnya.
"Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
=============================================


Pohon Tua
__________________
Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai
berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya.
Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon,
hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?" Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang.
Hingga pada saat pagi menjelang. "Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt," suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak
burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu... dua... tiga... dan empat
anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka,akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana.
Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

***

Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita.
Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah ditebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.

Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan
pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk
menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.
==========================================

Putri Qara
________________________

Diceritakan bahwa Putri Qara adalah istri saudagar kaya Amenhotep, berasal dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan berbudi pekerti yang baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih miskin dibanding dengan
suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak selayaknya, sampai suatu hari ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada seorang nelayan yang miskin dan istrinya. Nelayan tersebut sangat miskin dan bahkan untuk membeli jala yang baru untuk mengganti jalanya yang robek pun ia tidak mampu. Istri nelayan tersebut adalah orang yang pemboros, malas dan suka berjudi, seluruh penghasilan suaminya digunakannya untuk berfoya-foya.

Melihat kenyataan seperti itu, Putri Qara berkata kepada suaminya, bahwa seharusnya istri nelayan tersebut membantu memperbaiki jala suaminya. Amenhotep, menentang pendapat istrinya, mereka berdebat, sehingga Amenhotep marah dan kemudian memanggil nelayan miskin tersebut.
Amenhotep menukarkan Putri Qara dengan istri nelayan tersebut. Putri Qara sedih karena terhina, suaminya memperlakukan seolah-olah dia adalah barang yang bisa dipertukarkan semaunya. Sang nelayan tertegun dan tidak berani membantah, karena Amenhotep terkenal kejam dan sadis karena kekayaannya.

Putri Qara rajin membantu suaminya yang baru dalam bekerja. Karena kepandaian dan kebijaksanaan Putri Qara, lambat laun sang nelayan menjadi kaya. Sampai suatu ketika ada seorang tua dengan baju compang-camping dan tidak terurus datang ke rumah Putri Qara, pelayan dirumah tersebut mengenalinya sebagai Amenhotep. Amenhotep kemudian melepas terompahnya dan meletakkan di meja kecil di sudut rumah Putri Qara. Oleh pelayan, terompah tersebut diberikan pada Putri Qara dan
menceritakan kondisi pemiliknya, sang Putri mengenali terompah tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk memberikan pada Amenhotep baju baru, terompah baru dan 3 keping uang emas ditambah pesan : aku tidak diwarisi kekayaan tetapi budi pekerti, kebijaksanaa dan kemauan untuk bekerja.

Amenhotep menerima pemberian itu dengan penyesalan akan tindakannya di masa lalu, karena egonya dia menukar istrinya yang baik dan bijaksana dengan seorang wanita yang hanya bisa menghamburkan harta suaminya.

Cerita tersebut sederhana, tapi menyentuh karena ternyata begitu besar pengaruh seorang istri untuk suaminya.

Oleh karenanya, hai wanita dampingi dan dukunglah pria dengan bijaksana, dan hai pria perlakukanlah wanita dengan penuh kasih, karena pada setiap pria yang sukses pasti terdapat seorang wanita yang mendukungnya dengan bijaksana.

artikel dari sini