Lensa Darbi

Friday, August 14, 2009

Jiwa Sehat Badan Kuat...



"Muslim yang kuat lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan muslim yang lemah" (Al Hadits).

Berdasar pada hal itu pulalah, SDIT Darul Abidin menyiapkan generasi yang tidak hanya baik akhlaknya, cerdas ilmunya, dan canggih dalam teknologinya, tetapi juga generasi yang disiapkan adalah juga generasi yang sehat jiwanya, dan kuat badannya.

Generasi bangsa ini haruslah menjadi generasi- generasi terbaik dalam segala hal. Pak Ivan, selalu memberikan pemanasan untuk mereka yang ingin berolahraga, selain bersama Pak Ivan untuk berolahraga, juga disiapkan oleh Bu. Venty untuk olah tubuh, seperti senam dan tari.

Tahun ini, kegiatan berolahraga meningkat tajam. Hal ini berdasarkan pada kebijakan kepala sekolah saat ini yang juga sangat peduli akan gerak motorik anak, sehingga bu. Venty -pun turun untuk memberikan pelajaran senam kepada siswa- siswi, belum lagi dengan kegiatan eksrakurikuler yang berhubungan langsung dengan olahraga, yakni Futsal, Tae Kwon Do, dan rum Band yang juga banyak menggunakan gerakan motorik anak.

Olahraga juga berfungsi untuk :
1. meningkatkan stamina tubuh
2. melatih konsentrasi
3. melatih jiwa sportivitas
4. melancarkan peredaran darah, deelel

Seseorang yang jarang berolahraga akan tampak lelah, kurang semangat ataupun mudah terkena penyakit, sehingga mengakibatkan produktivitas menurun, kurangnya konsentrasi, mudah marah, deelel.

Maka, anak- anakku mari berolahraga untuk kesehatan bersama... Wallahu a'lam mr

Denah Pawai Tarhib Ramadhan...


Thursday, August 13, 2009

Surat Untuk Ibu G. Lini Hanafiah

Kepada Yth.
Ibu G. Lini Hanafiah
Di
Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Berkaitan dengan posting blog di http://lensadarbi.blogspot.com yang sebelumnya saya muat dengan judul “Hari Anak Nasional 2009”, pada alamat:
http://lensadarbi.blogspot.com/2009/07/hari-anak-nasional-2009.html
maka saya menyampaikan permohonan maaf atas penerbitan artikel tersebut. Artikel tersebut saya ambil dari sebuah email, namun saya tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempostingnya dan saya sadari hal tersebut merupakan kecerobohan yang seharusnya tidak dilakukan. Dan yang lebih fatal, saya menghapus email tersebut, sehingga sampai saat ini tidak dapat menelusurinya, walaupun saya tetap berusaha dapat melacak alamat email tersebut sebisa mungkin. Saya tegaskan bahwa ini adalah murni kesalahan saya, terutama karena telah terjadi pelanggaran hak cipta dan tidak sesuai dengan kaidah penerbitan sebuah tulisan blog. Sekali lagi, karena kelalaian dan kesalahan tersebut, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu G.Lini Hanafiah sebagai penulis asli artikel tersebut.

Jika pada penerbitan di blog Lensadarbi tertulis nama Adie Adrie sebagai penulisnya, maka kami beritahukan penulis asli artikel tersebut adalah ibu. G. Lini Hanafiah dengan judul artikelnya : “Aku tidak bodoh, Ma”. Pada alamat blognya di:
http://lini.via-lattea.org/aku-tidak-bodoh-ma
http://thedenels.via-lattea.org/aku-tidak-bodoh-ma
http://yuknulis.com/g-lini-hanafiah/aku-tidak-bodoh-ma

Karena manfaat yang terkandung dalam artikel tersebut, saya memohon izin kepada ibu untuk tetap mem-postingnya di blog lensadarbi dengan mencantumkan judul, nama penulis, dan sumber aslinya..

Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu yang bersedia memberi informasi atas terjadinya kesalahan ini, karena hal ini telah memberi saya pelajaran yang banyak mengenai etika penulisan dan pentingnya kehati-hatian dalam memanfaatkan teknologi internet. Terima kasih pula atas kebaikan ibu untuk dapat memaafkan bahkan membimbing saya dalam penyelesaian masalah ini.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
PJ. Lensadarbi,



Mansur

Surat Untuk Ibu G. Lini Hanafiah

Kepada Ykh.
Ibu G Lini Hanafiah
Di Tempat


Ibu Lini yang baik.

Saya mewakili pihak sekolah Darul Abidin, meminta maaf atas kelalaian dan kesalahan yang telah dilakukan admin Blog Lensadarbi, yang telah mengakibatkan pelanggaran hak cipta atas karya Ibu G Lini Hanafiah. Kami berjanji melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan sebagai bagian anggota keluarga kami. Semoga kesalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kami maupun orang lain, untuk tidak melakukan kesalahan yang serupa. Kami pun menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebersediaan Ibu untuk dapat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Mudah-mudahan kejadian ini membawa hikmah bagi kita semua.

Hormat Kami,

Bunda Yes
Principal of Darul Abidin

Wednesday, August 12, 2009

Biasakan Anak Puasa Sejak Dini Agar Cerdas

Medan (ANTARA News) - Membiasakan berpuasa sejak dini kepada anak-anak mempengaruhi tingkat kecerdasan, ungkap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA) Irna Minauli di Medan, Selasa.

Ketika berpuasa, anak diuji bersabar menunggu saat makan dan minum yang diperbolehkan sehingga berpuasa menjadi ajang latihan bagi anak untuk menahan emosi, katanya.
Akibatnya kecerdasan emosional anak meningkat dan mempengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial secara baik.

Ia mengungkapkan, berdasarkan satu penelitian psikolog asal Amerika Daniel Golemen, terdapat perbedaan perkembangan psikologis pada anak yang sabar menunggu dengan anak yang tidak sabar.

Oleh karena itu, perlu untuk membiasakan anak berpuasa sejak dini supaya anak memiliki tingkat emosional yang baik sehingga kecerdasaan emosionalnya terus terasah.
Lebih dari itu ternyata puasa juga mampu meningkatkan kecerdasan spritual anak sehingga kebiasaan itu menjadikan anak sebagai individu yang ramah dan taat pada ajaran agama.
"Untuk memacu semangat anak berpuasa, orang tua juga harus menjadi contoh mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik," demikian Irna. (*)
sumber dari: Antara News COPYRIGHT © 2009

Tuesday, August 11, 2009

AYO SEMARAKKAN!!!


Kasih Sayang dan keadilan dalam Islam

Nabi SAW bersabda:
"Hubungilah orang yang telah memutuskan engkau, dan berilah kebaikan kepada yang telah berbuat jahat kepada engkau, dan katakanlah (berbicaralah) dengan hak (yang sebenarnya) walaupun terhadap dirimu sendiri." (Ibn Najar)

Islam mengajak kita untuk menjauhi segala macam dendam dan kebencian. Ini adalah bukti bahwa Islam adalah agama kasih sayang. Bukan hanya menghindari dendam, Islam justru mengajari kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan.

Jika ada yang menjauhi kita dan memutus tali silaturrahmi, kita diharapkan pro aktif untuk memeperbaiki dan mebangun hubungan yang lebih baik. Ini adalah sisi kasih sayang Islam. Di sisi yang lain, Islam mengajarkan juga keadilan dan tak ada manipulasi kebenaran dalam bentuk apa pun dan kepada siapa pun. Bahkan kepada diri sendiri pun, keadilan tetap harus ditegakkan.Sungguh Islam adalah agama yang penuh keseimbangan. Wa Allahu A'lam.

sumber dari : Republika